Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 20 parfum


__ADS_3

" Ya iyalah Harum dan mahal..ini kan oleh oleh dari luar negri. Papa ku yang membelikan nya... harganya pun bisa buat beli motor " bantah cinta gadis terkaya di kelas tersebut.


" Mahal...harum. ih...huekkkk tu murid baru nyium parfum mu langsung muntah " tertawa cekikikan


" what...? oh...no. tidak mungkin " ucap cinta sambil tak percaya.


Saat Ana kembali ke dalam kelas setelah mengeluarkan semua isi dalam perutnya di hadang oleh cinta dan kawan kawan nya


" Hai...kamu. siapa namamu tadi? " sambil menunjuk Ana


" Aku... " menunjuk dirinya sendiri


" iya...kamu. siapa lagi sih yang ada di depanku kalau bukan kamu? "


" oh... namaku Setiyana putri ... " belum selesai Ana berbicara cinta langsung menjawab

__ADS_1


" oh... iya putri... nama mu putri kan. sudah tidak perlu kamu beri tahu nama lengkap mu. cukup panggilan mu saja. Hai... putri, benarkah kata Alvin setelah mencium bau parfum ku kamu merasa mual? apakah se wangi itu sehingga kamu mau muntah? " sambil melotot dan menyemprotkan parfum di depan Ana


Seketika itu Ana langsung mual dan ingin muntah di hadapan Cinta tapi dia tahan dan berlari ke toilet lagi.


Semua teman mentertawakan Cinta sehingga membuat Cinta emosi.


" Dasar... kampungan. Tidak pernah nyium bau parfum mahal " gerutu Cinta saat Ana berlari meninggalkan nya


" Benarkan kataku parfum mu bau busuk... sudah ada buktinya tuh. ckkk " Alwin tertawa terbahak bahak melihat muka Cinta yang tampak geram ingin menghajar nya


Di dalam toilet wajah Ana semakin pucat gara gara parfum Cinta. Dia segera meminum obat dan juga Susu Anti mual yang dia bawa dari rumah agar tidak mual mual di kelas. Merasa lemas dan tidak bisa melanjutkan lagi pelajaran nya lagi Ana izin untuk pulang dengan Alasan sakit.


Astri yang tampak khawatir langsung mendatangi Ana ke kamarnya dan menanyakan keadaan ana


" kenapa pulang cepat neng... kamu terlihat pucat ? " sambil mengelus wajah anaknya

__ADS_1


" Tadi aku mencium bau parfum temanku buk dan rasanya langsung mual. Mual ini tidak bisa di tahan. kepalaku jadi pusing "


" owh... ya beginilah rasanya ngidam sayang. Lama lama kamu akan terbiasa. Sabar ya... semoga semua ini cepat berlalu "


" iya buk... "


" kamu istirahat saja ibu buatkan jus jeruk agar kamu tidak merasa mual lagi " berlalu meninggalkan Ana yang terbaring di tempat tidur


" ibu aku ingin makan belimbing dan juga mie rebus tapi kuahnya pisah "


" ya sayang ibu akan buatkan mie rebus dan biar bapakmu yang minta belimbing di rumah pak haji Sodikin nanti " melihat wajah putrinya dengan sendu


" terimakasih ibu " air mata menetes di sudut mata indah Ana


Melihat hal itu Astri bergegas pergi karena dia tidak sanggup melihat tetesan air mata putri nya. Hatinya teriris membayangkan nasib putrinya yang lebih buruk dari yang dia bayangkan

__ADS_1


****


Minggu kemudian Ana sudah tidak merasa mual lagi. keadaan semakin baik, ngidamnya sudah tidak seperti kemarin yang tidak bisa makan dan sering mual. Hanya saja kadang kadang dia merasa mual saat mencium bau parfum. Kehamilan nya kini sudah memasuki usia 16 Minggu. makan nya pun semakin lahap terkadang neneknya heran melihat Ana yang makan banyak. tubuhnya pun semakin gemuk... Anti yang melihat perubahan Ana sedikit curiga tapi dia tepis semua kecurigaan itu dia tidak mau berprasangka buruk terhadap keponakan nya sebelum dia berangkat ke Malaysia bersama suaminya. Rencana Anti akan tinggal di Malaysia untuk sementara waktu menemani suaminya mengembangkan bisnis baru di sana.


__ADS_2