
Melihat Ana keluar dengan tertatih membuat orang tua Ana berlari membantunya untuk berjalan. Ana memaksa kedua orangtuanya untuk mengantarkan nya pulang dan mengurus administrasi yang belum di selesai kan. Astri heran melihat anaknya yang begitu marah keluar dari ruang UGD padahal dia baru saja Sadar dan masih lemah kenapa dokter ilham mengizinkannya untuk pulang.
Ana bersikeras untuk pulang dan tidak mau di rawat di rumah sakit, membuat orang tua nya tidak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya.
Sementara dokter ilham hanya memandang Ana tanpa mengatakan apapun.
Sesampainya di rumah, Ana langsung bergegas menuju kamar dan mengunci kamarnya. Orang tua Ana yang sudah faham sikap anak nya itu hanya bisa diam dan kembali ke kamar mereka.
Sebelum sampai di kamar ternyata ibu Astri melihat semua itu dan menanyakan kepada Astri dan suaminya
" Ana kenapa neng? " dengan raut wajah penuh ke khawatiran
" enggak kog buk, cuma masuk angin karena kemarin malam pulang kehujanan, ibu tak usah khawatir ya. Lebih baik ibu segera tidur... ibu kan kurang sehat hari ini " menuntun ibunya ke kamar
__ADS_1
" Astri... ibu merasa ada yang kau sembunyikan dari ibu tentang Ana. sebenarnya Ana kenapa? akhir akhir ini dia sering sakit . " memegang tangan anaknya berharap Astri akan cerita tentang masalah nya
" sudah ibu tidur saja...tidak usah memikirkan Ana, nanti ibu sakitnya tambah parah lagi kalau banyak pikiran " membaringkan ibunya sambil menyelimuti dan bergegas pergi dari kamar ibunya.
Astri merasa bersalah pada ibunya karena tidak bisa berterus terang dengan ibunya tentang kondisi Ana.
*****
Beberapa hari kemudian Ana sudah kembali ke sekolah karena dia sudah merasa baikan jadi dia memutuskan untuk ke sekolah.
Saat jam istirahat, seperti biasa Ana hanya duduk di dalam kelas sambil membaca buku. Terdengar suara riuh di luar kelas membuat dia tidak konsentrasi dalam membaca. Tiba tiba dia merasa perutnya sakit, segera dia berlari ke kamar mandi. Di ujung kelas tak sengaja Ana menabrak seseorang dan membuat nya jatuh. Melihat Ana pinsan membuat seseorang itu membopong nya ke ruang UKS.
15 menit kemudian Ana sudah sadar dan guru mengizinkan Ana beristirahat di rumah. Dia bergegas kembali ke kelas untuk mengambil tas nya.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada Ana dan banyak teman perempuan Ana yang datang menghampiri Ana sambil menanyakan tentang kondisinya. Mendapatkan perlakuan yang tidak biasa Ana bingung harus menjawab apa. Termasuk cinta gadis terkaya di kelasnya yang tak pernah akur sama dia tiba tiba jadi baik dan perhatian dengan Ana
" Ana kamu kenapa? tadi katanya kamu pingsan ya? duh... kasian, mau aku antar pulang? " tanya Cinta
" nggak usah makasih " sambil menepikan tangan cinta yang merangkul nya.
" Apa kamu pulang bareng kakak mu tadi ya? kenalin donk, siapa sih namanya? kenapa kamu nggak pernah cerita kalau punya kakak ganteng seperti itu sih, kan kita bisa jadi Adek kakak... ya nggak ? " Tersenyum lebar
" Maaf cinta... aku lagi nggak enak badan. Dan aku nggak punya kakak. " berlalu meninggalkan CINTA
" Hai... anak sombong. dasar kampungan nggak bisa di ajak bicara baik baik. Aku masih belum selesai kenapa kamu main pergi gitu aja. jangan jangan tadi yang gendong kamu ke UKS cowok mu ya. Ah... nggak mungkin masak iya cowok ganteng suka sama gadis aneh kayak kamu? " menunjuk wajah Ana dengan jijik
" Terserah kamu mau bilang apa " mengambil tas dan pergi dari sana
__ADS_1
Terdengar riuh suara kelas setelah kepergian Ana