Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 37 Berkunjung


__ADS_3

Setelah operasi selesai. Dokter ilham melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan angka hampir jam 12 malam . Dia begitu kaget sehingga langsung berlari ke mobilnya untuk segera datang ke rumah Ana, Tapi sayang pintu sudah di tutup lampu di dalam rumah Ana pun sudah di matikan. Pertanda bahwa penghuni rumah sudah beristirahat.


Dokter ilham mencoba menghubungi Ana namun nomernya tidak Aktif. karena tergesa gesa dia lupa memberi tahu Ana kalau dia akan datang terlambat ke rumahnya. Hal itu membuat nya semakin merasa bersalah kepada keluarga Ana.


Keesokan harinya dokter ilham berkunjung ke rumah Ana dengan membawa semua mainan yang telah dia beli untuk baby N dan meminta maaf kepada keluarga Ana karena kemarin malam dia ada operasi mendadak sehingga tidak dapat datang ke rumah Ana. Orang tua Ana pun memaklumi dengan kondisi dokter Ilham yang harus selalu siap jika ada pekerjaan mendadak.


" Bagaimana keadaan baby N? " tanya dokter Ilham kepada Ana untuk memulai percakapan mereka.


" Baby N baik baik saja. " dengan muka datar


" Rencana kamu selanjutnya apa? "


" Entahlah dok. mungkin saya akan cari kerja. "


" Kau tak ingin melanjutkan sekolah mu? Sayang... siswa berprestasi seperti mu harus putus sekolah. "


" Semua ini kesalahan ku sendiri jadi inilah akibat nya dari kesalahan yang aku buat "


" Jika kau mau aku bisa membantu mu. "

__ADS_1


" Tidak... cukup dokter . selama ini dokter sudah banyak membantu ku. Dan tolong jika Dokter tidak bisa menepati janji, jangan lah berjanji. Karena akan ada hati yang terluka karena janji yang tidak di tepati. Terimakasih untuk semua mainan yang dokter berikan pada anakku. seharusnya dokter tidak perlu repot-repot membawa mainan segala. "


" Ana maafkan aku karena kemarin malam aku... "


" sudahlah dokter... tidak ada yang perlu di maafkan. Hanya saja jangan memberikan harapan untuk hati yang rentan karena aku tak ingin ada hati yang kan terluka ketika realita tak sesuai dengan harapan mereka. Aku harap ini pertemuan kita yang terakhir kali. Karena jika kita sering bertemu, harapan itu akan semakin besar mereka rasakan. Dan jika tiba waktunya mereka akan di hempaskan oleh harapan yang mereka buat. itu semakin menyakitkan. "


" Ana ... Apa maksud kamu? "


" Sebaiknya dokter segera pulang karena ini sudah malam. Terimakasih atas kunjungan nya "


Sepanjang perjalanan pulang Dokter Ilham bingung dengan sikap Ana tadi yang dingin kepadanya.


" Tut...Tut. hallo... bisa temui aku sekarang di tempat biasa? "


" Ada apa malam malam begini ingin bertemu? "


" Sudahlah... datang saja "


" Aku izin dulu sama istriku "

__ADS_1


" Cepatlah..."


" Ok... "


Setengah Jam kemudian dokter Iwan datang ke tempat biasanya dia nongkrong sama dokter Ilham.


Nampak dokter Ilham sedang duduk sendirian.


" Hai...brow.... ada apa malam malam begini ngajak ketemuan. "


" Kau tahu kan tidak ada teman yang bisa aku percaya selain dirimu. Aku bingung dengan sikap Ana tadi "


Dokter ilham pun menceritakan kejadian tadi saat di rumah Ana.


" Oh... sepertinya Ana mulai menyadari kalau kau mendekati dirinya. "


" Betulkah seperti itu? "


" Seperti nya begitu. mungkin yang di maksud Ana mereka adalah orang tuanya. Mungkin saja orang tua Ana berharap kamu bisa jadi menantu nya. Dia takut jika kamu tidak menyukai nya maka realita tak seperti harapan mereka. Mereka akan terluka dengan hal itu. Sepertinya kamu sudah dapat lampu hijau dari orang tuanya gassskan terus brow. jangan menyerah. Tinggal kamunya aja pinter pinter ngambil hati Ana . "

__ADS_1


__ADS_2