Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 53 cukup satu kali


__ADS_3

Tiga tahun berlalu setelah kematian Astri, Ridwan tampak murung... tidak ada lagi senyum indah yang menghiasi bibirnya, Hanya senyum kecil yang ia tunjukkan pada Ana saat bermain dengan N cucunya. Dia seperti hidup namun sebenarnya dia tidak ingin hidup.


Sekarang N sudah bisa berjalan... meskipun terlambat namun akhirnya usaha Ilham dan Ana yang terus menerus memberikan semangat dan motivasi untuk N dengan mengikuti terapi selama hampir satu tahun membuahkan hasil. Tepat peringatan satu tahun Kematian Astri neneknya N bisa berjalan... Saat itu N sedang bermain di teras rumah menggunakan kursi roda...Dia mendengar letusan dari dalam rumah, Segera N melihat ke dalam dan menemukan ibunya pingsan, Melihat api yang semakin besar membuat N panik dan memanggil Ana namun Ana belum bisa sadar sedangkan api sudah menjalar di dekat Ana, Dengan hati hati dia turun dari kursi roda dan menuju ke arah Ana untuk membangunkan nya, Seperti arahan terapis nya dia perlahan lahan memberanikan diri untuk memulai langkah nya satu per satu akhirnya dia bisa menjangkau Ana dan membangun kan ibunya lalu mereka keluar dari rumah bersama sama meminta bantuan.


Sejak saat itu N mengalami kemajuan pesat, kakinya sudah tidak kaku lagi di buat berjalan. dia pun sudah lincah berlarian ke sana ke mari membuat Ana sangat bahagia.


****


Ridwan selalu pulang ke rumah setiap hari Sabtu dan Minggu, menyempatkan diri untuk bermain dengan cucunya di saat libur bertugas. Ridwan pun sering mengajak N ke rumah pak Bhaskara karena saat Ana kuliah N tidak ada yang menjaga nya. Terpaksa dia membawa nya ke rumah pak Bhas.. karena di sana banyak orang yang bisa mengawasi N. Istri pak Bhaskara pun sangat menyukai N, dia ingin mengadopsi N sebagai anaknya agar Aisyah mempunyai saudara walau tidak sekandung. Namun Ridwan menolak tawaran itu karena Ana tidak setuju. Dia tidak ingin memberikan Anaknya pada siapapun karena N adalah hidup nya. Dia tidak akan bisa hidup tanpa N.


" Ayah... makan dulu yuk yah. Ana sudah buatkan makanan kesukaan ayah. Sambel terong... sama tempe goreng juga ikan laut asap "


" Itu kan juga masakan kesukaan mu "


" Hehehe... iya sih yah, tapi kalau makan sendirian jadi kurang lezat yah... N juga tidak mau masakan ini "


" Pedas Mumu, N tidak suka " suara N yang nyaring Membuat Ridwan tertawa


" N ... ayo temenin kakek makan. "


" Enggak ah... Nggak suka sama sambel. pedasss... N lebih suka ayam goreng "

__ADS_1


" Ini Mumu sudah masak ayam goreng buat N. "


" betul kakek? " berlari ke dalam menuju meja makan


" eits... tunggu dulu. N nggak boleh makan sebelum cuci tangan " perintah Ana dengan tegas


" Ah... Mumu... N sudah paper nie "


" Iya sayang...kata Mumu benar, N harus cuci tangan dulu setelah itu baru makan. ok... Nanti kakek belikan es krim, mau? "


" Mau...mau kakek. N mau es krim rasa coklat ya "


" siap...princes nya kakek "


" Ayah... jangan terlalu memanjakan N, Dia bisa flu kalau kebanyakan makan es krim, ayah tahu sendiri kan N tubuhnya lemah. Tidak boleh makan sembarangan. "


" Alah Ana... ayah beli kan es krim juga cuma seminggu sekali bukan tiap hari. "


" Ayah... "


" Iya... ada apa An? "

__ADS_1


" Ayah... ayah...tidak ingin...emmm... menikah lagi? sudah 3 tahun ibu meninggal "


" Bagi ayah... menikah cukup satu kali saja. "


" Ayah... suatu saat nanti di hari tua Ayah... bukan kah ayah perlu seorang pendamping yang mampu membuat hari ayah lebih bahagia, menemani ayah di saat tua ayah nanti. "


" Ayah tidak perlu semua itu. Kenangan ibumu sudah mampu menemani ayah setiap waktu. "


" Ayah... " Ana belum selesai bicara N sudah datang


" Kakek... N sudah cuci tangan. setelah ini bawa N ke supermarket beli es krim ya, naik mobil kakek yang bagus itu "


" N itu bukan mobil kakek tapi itu mobil " belum sempat Ana melanjutkan bicaranya N sudah menyela..


" Mobil pak Bhaskara... iya Mumu N


tahu. Tapi kan kakek yang pake. iya kan kek... "


" Iya sayang... ayo makan yang lahap setelah itu kita... beli es krim "


" beli es krim " N dan Ridwan bicara bersamaan dan tertawa semuanya.

__ADS_1


Hanya N satu satunya hiburan Ridwan yang mampu membuat hari harinya bahagia.


__ADS_2