Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 11 Ridwan mendengar semua percakapan Astri dan ibunya


__ADS_3

Tanpa sengaja Ridwan mendengar semua percakapan Astri dan ibunya. Dia merasa kecewa karena pandangan keluarga Astri terhadap nya tidak pernah berubah. Karena tidak ingin mendengarkan lagi Ridwan bergegas pergi dan menabrak Ana, dia tidak tahu bahwa Ana juga mendengar itu semua.


" Ayah... Maaf kan Ana, karena Ana, Ayah harus mau tinggal di sini dan menerima semua hinaan ini "


Ayah ana hanya berlalu pergi dan menepuk pundak Ana tanpa mengatakan apapun.


Lalu Ana mengetuk pintu kamar neneknya


" Ibu... maaf ganggu, Tadi ayah cari ibu. "


" owh... iya Ana. mungkin Ayah mau minta di siapin baju ganti. Ibu aku urus mas Ridwan dulu ya. Nanti kita ngobrol lagi. "


" iya neng "


Astri menuju ke kamarnya dan mencari suaminya.


" pak ... tadi bapak cari aku? "


" Iya Bu. hanya mau cari handuk dan baju ganti "


" maaf ya pak tadi keasikan ngobrol sama ibu jadi lupa nyiapin bajunya bapak "


" iya gak apa apa kog Bu. sekarang kamu mandi sana, sudah mau magrib "


" iya pak... Ana sudah mandi pak? "


" kelihatannya sudah Bu "


" Aris...? "

__ADS_1


" seperti nya juga sudah "


" ya sudah sekarang giliran ibu yang mandi "


Tiba-tiba Anti nongol di depan pintu dan berkata


" kakak ... cepetan mandinya ya, bentar lagi mas Rudi mau ajak kita jalan jalan setelah makan bersama "


" iya An... bentar ya "


" Mas Ridwan ajak juga ya kak "


" Maaf saya capek An, kalian sama anak anak aja yang keluar, saya mau istirahat " sahut Ridwan


"oh... ya udah. kalau gitu Kakak aja sama Aris dan Ana yang ikut. "


" Tinggal nunggu saya saja ya Bu "


" Tidak... suamimu juga belum datang "


" Lho... aku kira sudah di sini, sebentar ya buk saya panggil dulu mas Ridwan "


" iya cepetan panggil sana, Aris seperti nya sudah tidak sabar ingin makan dan jalan jalan bersama om nya "


Astri kembali ke kamar untuk mengajak suami nya makan bersama


" Bapak... sudah di tunggu di ruang makan kog malah masih di sini? "


" Sebenarnya bapak tidak lapar Bu. "

__ADS_1


" Tapi bapak harus makan. Kita harus kuat pak, jika tidak bagaimana dengan Ana? dia tidak akan makan jika melihat bapak seperti ini. "


" Baiklah Bu... "


" gitu dong pak... dan jangan perlihatkan kepada ibu kalau kita sedang ada masalah "


" Iya Bu... "


Akhirnya ayah Ana setuju untuk makan bersama di ruang tamu.


Setelah makan mereka semua pergi jalan jalan kecuali Ridwan yang memilih tinggal di rumah. Sebenarnya Ana juga tidak ingin ikut tapi karena desakan ibunya dia terpaksa harus ikut.


Sampai di sebuah mall pusat perbelanjaan di kota B, Anti mengajak semua nya untuk memilih baju


" kakak, Ana , Aris dan juga ibu silahkan pilih baju yang kalian suka, kak jangan lupa nanti mad Ridwan juga di belikan ya "


" Buat apa Anti, baju kakak sudah banyak. Buat apa beli lagi. buang buang duit saja mending di tabung "


" kakak...lihat baju kakak, terlalu kampungan, Ana juga tu lihat di sekitar nya gadis gadis tidak memakai baju seperti Ana kakak. ini di kota bukan di desa seperti tempat tinggal kakak. kakak harus menyesuaikan diri. kelamaan tinggal di desa kakak jadi norak deh "


" Anti tapi ini mahal mahal harganya "


" gak pa pa kak, mas Rudi yang beli'in. kalau kakak suka Ambil aja "


" Tante, Aris mau yang ini boleh? " sambil menunjuk kan kaos warna hitam bergambar kan tengkorak.


" boleh donk, ambil saja Ris "


" makasih Tante "

__ADS_1


__ADS_2