Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 51 bocah kecil


__ADS_3

Karena sibuk dengan kuliah nya Ana memutuskan untuk keluar dari pekerjaan nya di kantin rumah sakit. Itu membuat dokter Ilham sangat sedih karena dia tidak bisa melihat Ana setiap hari Meskipun begitu dokter Ilham selalu mendukung semua keputusan Ana. Ini juga demi kebaikan nya agar bisa fokus pada kuliah nya.


Setiap ada waktu dokter Ilham selalu menyempatkan diri untuk menjemput atau mengantar Ana kuliah. Sampai teman-teman Ana mengira bahwa dokter Ilham adalah pacar Ana.


Hari ini dokter Ilham pulang lebih awal, dia langsung berinisiatif untuk menjemput Ana tanpa mengabari nya dulu. Sampai di depan kuliah Ana, dokter Ilham melihat Ana sedang bercanda dengan seorang teman laki-laki, hal itu membuat dokter Ilham cemburu. Dia buru buru menghampiri Ana dan merangkul Ana . Sehingga membuat Ana kaget dan menangkis tangan dokter Ilham.


" Ana... ini Abang Ilham kenapa kaget "


" Bang Ilham... kapan datang? Abang tidak kerja? "


" Tadi pulang lebih awal karena tidak ada pasien lagi. Dan karena Abang kangen sama kamu. " Sambil mencubit hidung Ana dan tersenyum melihat laki laki itu membuat tanda kalau Ana milik nya


Temen Ana yang faham melihat kelakuan dokter Ilham buru buru pamit pulang.


" oh...iya An... Aku pulang dulu ya, kamu juga sudah ada yang jemput. "


" oh...iya Rafael Kenalkan ini Abang ku Ilham. "


" Ilham... " mengulur kan tangan dan tangan satunya merangkul Ana dengan erat


" Rafael... oh ya bang aku buru-buru. Aku balik dulu Ana... "


" Ok... bye... jangan ganggu Ana lagi " sahut Ilham saat Rafael sudah jauh


" Abang.... kenapa sih? dia itu tidak ganggu Ana tahu... "


" Hai... bocah kecil.. kamu itu tidak tahu... laki laki macam dia itu buaya darat. "

__ADS_1


" Terus laki laki yang tidak buaya darat itu seperti apa Bang? "


" ya seperti Abang ini... sudah tampan,baik hati tidak sombong suka menolong dan yang paling penting setia dan bertanggung jawab juga "


" Gombal..." berlalu meninggalkan Ilham


" hai... Ana... tunggu. "


" Ada apa lagi Abang "


" mau kemana? "


" ya pulang lah Abang... sudah sore ni "


" parkiran di sana " Sambil menunjukkan mobilnya


" Owh... iya lupa kalau Abang jemput. yuk pulang bang. udah kangen sama N "


" Terserah Abang lah... Abang kan yang punya uang. Ana sih ikut aja "


" Beneran ikut kemana Abang pergi ? "


" ya... Abang "


" ya udah kita ke KUA aja sekarang. mungkin belum tutup jam segini " Sambil melihat jam di tangannya.


" hmmm... mulai bercanda lagi. cepetan kita pulang aja kalau gitu Ana lelah. "

__ADS_1


" ya...ya Abang jalan seh kita beli sesuatu dulu ke toko roti . "


" hmmm... "


Sesampainya di toko roti langganan Ilham, Ana tidak mau turun katanya lelah. jadi hanya dokter Ilham saja yang turun.


" kog cepet bang? "


" ya karena Abang sudah pesen dari kemarin ini cuma tinggal ngambil aja "


" owh... yuk pulang. capek ini Ana. "


" iya iya "


Sesampainya di rumah, Ana heran kenapa pintu rumah di tutup, tidak biasanya seperti itu. Setiap pulang ke rumah Ana selalu melihat N sedang bermain di depan rumah sama ibunya tapi ini pintunya tertutup rapat


" Kok di tutup? kira kira ibu di mana ya bang? "


" iya tumben di tutup An "


" Ibu... ibu . Ana pulang. " Namun sepi tidak Ada jawaban dari dalam rumah.


Saat Ana membuka pintu rumah terlihat gelap gulita


" ceklekk... lho nggak di kunci Bang "


" coba kamu masuk An... "

__ADS_1


" baiklah Bang "


" ibu... ibu... Ana pulang. ibu di mana... N... N sayang... Mumu pulang sayang. kenapa gelap sekali. ibu... ibu "


__ADS_2