
Saat Evan pulang dari kantor, Aisyah menunggunya di depan pintu
" mas Evan sudah pulang... Tumben pulang cepet mas " Mengambil tas dan mencium tangan Evan
" Aku rindu pada N, Di mana dia "
" Papa... " berlari dan memeluk Evan
" Anak papa sudah wangi... abis mandi ya. " dengan mencium pipi N dan menggendong nya berlalu meninggalkan Aisyah yang masih terdiam di depan pintu.
Aisyah menatap Evan dengan mata yang berkaca-kaca dan hampir saja menetes air matanya. Dia buru buru mengusap nya takut kalau ada yang melihat
" Papa N bosen di rumah terus, tak bisakah kita keluar jalan jalan? "
" Emmm... ide bagus itu sayang, N mau kemana? "
" emm... sebentar N pikir dulu. " sambil menunjuk nunjuk kepalanya berpikir ingin pergi ke mana
" ih... anak papa bikin gemes aja pengen cubit. " mencubit hidung N
" Papa... sakit "
" N tidak tahu mau kemana pa, tapi N bosen di rumah terus tidak punya teman. "
" Kan ada Mumu dan juga bunda Aisyah "
__ADS_1
" Bunda Aisyah sibuk di kamar, Mumu kakinya sakit jadi tidak bisa di ajak main "
" N mau main sama bunda Aisyah? " Tanya Aisyah dari belakang
" Bunda tidak sibuk? "
" tidak sayang... sini bunda gendong. Papa baru pulang kerja kasian kalau N minta gendong, pasti papa capek. " Mengambil N dari tangan Evan
" Mas... buruan mandi, pasti capek kan? "
" Iya sayang... mana Ana? Apa dia sudah baikan? "
" Mas tenang saja, tadi aku sudah kasih salep agar kakinya tidak terlalu bengkak "
" Makasih sayang... kamu telah menerima nya " Sambil mencium kening Aisyah
Aisyah terharu melihat Evan yang mencium kening nya dan berkata lembut penuh cinta dengan dia. Selama menikah dengan Evan Aisyah belum pernah melihat Evan bisa selembut itu pada perempuan.
Evan memutuskan mandi di kamarnya bukan di kamar Aisyah. Sekalian dia ingin melihat kondisi kaki Ana sekarang
" Apa masih sakit? " Evan langsung masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
" Awww... kenapa kamu masuk tanpa ketuk pintu dulu? dan kenapa kamu masuk ke kamarku? " Ana kaget karena baru selesai mandi hanya memakai handuk saja
" Ana... kenapa kamu kaget, ini kamarku. Lagian aku ini suamimu... Apa aku tidak boleh melihat istriku saat memakai handuk seperti ini, kamu semakin **** jika seperti ini " Tersenyum penuh gairah dan Mendekat ke arah Ana sehingga membuat Ana ketakutan.
__ADS_1
" Stop... aku bilang stop... Pergi, seharusnya kamu ketuk pintu dulu, karena sekarang aku yang menempati kamar ini " berjalan mundur karena Evan semakin dekat dengan nya
Evan mengunci Ana di tembok dengan kedua tangannya yang di tempelkan ke tembok, membuat Ana tidak bisa berkutik sama sekali.
" Wangi harum tubuhmu semakin membuatku tidak sabar menunggu malam nanti. Aku harap kamu sudah siap. Aku sudah menunggu mu hampir 2 bulan. " sambil mengecup bibir Ana yang basah karena tetesan air dari rambutnya...
Setelah membuat Ana tertegun, Evan masuk ke dalam kamar mandi.
" Ana... Apa kau mau mandi lagi bareng denganku? " Suara tertawa Evan yang keras sampai terdengar dari luar kamar mandi.
Ana segera ganti baju dan keluar kamar mencari N sambil ngedumel
" Dasar ... tak punya sopan santun main masuk saja. Tapi itu juga kamar dia sih, setidaknya ketuk pintu atau apa kan bisa. kenapa main nyelonong masuk aja. bikin orang kaget aja...huh.. "
" N sayang... N... kamu di mana nak? "
" N sedang main sama non Aisyah neng. " jawab mbok Ijah
" owh... di mana mbok? "
" Tu... di taman depan rumah " sambil menunjuk Aisyah yang sedang bermain kejar kejaran dengan N
" Makasih ya mbok... "
" iya neng, apa neng butuh sesuatu? "
__ADS_1
" Tidak mbok terimakasih "