Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 24 Hujan


__ADS_3

Sudah 30 menit lebih Ana menunggu hujan berhenti tapi hujan masih belum berhenti meskipun sudah tidak sederas tadi. Karena Angkot tidak kunjung datang Ana memutuskan untuk jalan Kaki di tengah rintik hujan. Dia hanya ingin pulang, hari sudah mulai sore, Ana tidak tahu kapan hujan Akan berhenti dan kapan Angkot akan datang. Ana sudah terbiasa berjalan kaki saat pulang sekolah dulu waktu di desa.


Di tengah perjalanan ada suara klakson mobil yang dari tadi berbunyi di belakang nya tanpa berani menoleh dia tetap meneruskan langkah nya. Tiba tiba mobil itu berhenti dan memanggil nya


" Ana ... " suara laki laki itu terdengar tidak Asing di telinga Ana


Ana pun menoleh ke arah mobil tersebut yang mulai terbuka kaca jendelanya.


Ana mengenali orang tersebut " pak dokter... " berhenti dan melihat dokter ilham yang keluar dari mobil dengan membawa kan payung untuk Ana.


" Kamu mau kemana di tengah hujan begini? " Sambil melihat heran karena Ana menggunakan seragam sekolah

__ADS_1


" Aku akan mengantarmu pulang. Mari... " membukakan pintu mobil dan menyuruh Ana untuk masuk kedalam mobil


" Tidak pak dokter terimakasih " terus melangkah kan kakinya tanpa menghiraukan dokter ilham yang masih berdiri di depan pintu mobil.


" Ana tunggu... kenapa kamu menolak aku Antar pulang? " menyusul Ana yang mulai jauh


" maaf pak dokter, Aku hanya ingin pulang sendiri " menoleh kebelakang dengan wajah sendunya. Terlihat jelas kesedihan Ana di mata gadis manis berseragam SMA itu.


Mendengar suara dokter ilham membuat Ana berhenti berjalan, tersungkur ke tanah dan menangis


" Aku sudah tidak kuat pak dokter menjalani semua hukuman ini. Rasanya aku ingin mengakhiri hidupku agar aku tidak melihat orang yang aku sayangi setiap hari menangisi hidupku. Melihat ibuku setiap malam bersujud memohon Ampun pada Tuhan karena kesalahannya yang tidak bisa mendidik ku dengan benar. Semua itu karena ku, karena kebodohan ku dan keegoisan ku yang membuat mereka tersiksa " tangisan Ana semakin kencang di barengi dengan hujan yang semakin deras

__ADS_1


Dokter ilham menghampiri Ana dan memapahnya untuk berdiri memasuki mobilnya


" Tenangkan dirimu Ana. Bersedih seperti ini tidak baik buat kesehatan bayi mu. Mari aku antar pulang "


Setelah Ana di dalam mobil dokter ilham mengantarkan nya pulang...


Di dalam mobil dokter ilham sesekali mencuri pandang pada Ana dia berfikir kenapa Ana masih bisa sekolah,apa pihak sekolah belum mengetahui tentang kehamilan nya.


Terlihat Ada air mata yang berusaha Ana sembunyikan dari dokter ilham dan sesekali dia menyekanya. Dokter Ilham melihat Ana menggigil kedinginan, dia segera membuka jasnya dan memberikan nya pada Ana.


Di dalam mobil tidak ada percakapan apapun antara dokter ilham dan Ana. Ana hanya memberikan tulisan yang berisi alamat nya pada dokter ilham dia sama sekali tidak berbicara. Ana sangat benci pada orang yang memandang kasihan atas hidupnya seperti pandangan dokter ilham terhadap nya. Karena itu juga Ana sedikit tidak menyukai dokter ilham.

__ADS_1


Sesampainya di rumahnya Ana langsung keluar dari mobil tanpa mengucapkan terima kasih pada dokter ilham. Ibunya yang melihat Ana di antar seorang dengan mobil sangat marah dan akan menuju ke mobil itu tapi sayang mobil itu sudah melaju dengan kencang dan hilang di telan malam.


__ADS_2