
Sesampainya di ruangnya, dokter Ilham menghempaskan tubuhnya ke kursi putar itu. Dia menghela nafas panjang memikirkan perkataan dokter Iwan tadi.
Sebenarnya dokter Ilham pun menyadari perubahan sikap dokter Ayu padanya. Namun dia tidak mau ambil pusing memikirkan nya.
Di rumah Ana
" Ibu... ibu... N kenapa ini ibu. Dia nangis terus tidak mau diam. Aku sudah susu in dia tapi dia tak mau " Panik sambil menguri itu baby N
" Coba sini kasih ibu. " mengulur kan tangan nya.
" Cup... cup cucu nenek kenapa? kog nangis terus... coba nenek baringkan dulu ya di kasur. "
" Hmmm... Ana kenapa tidak ganti popoknya N ini sudah penuh, harus di ganti. pantesan dia nangis terus. Lihat sini sampai iritasi kulitnya. Ambilkan bedak sama pempes nya "
" Baik ibu. maav Ana tidak tahu. "
" Anak nangis atau rewel ibu bukan berarti dia lapar saja. mungkin ada semut atau pempes nya penuh. kamu harus periksa lebih detail ya. " Anil mengganti popok Baby N
" iya ibu. Ana akan ingat. "
" hmm... coba lihat sudah nggak rewel lagi kan " memberikan baby N pada Ana
" iya ibu. "
" Besok baby N harus periksa lagi ya... "
" Iya ibu... "
__ADS_1
" Nanti malam ibu coba telpon bapak biar dia pinjam dulu uang dari pak Bhaskara untuk memeriksakan N "
" Kalau belum ada uang nggak papa kog buk, N periksa kapan kapan kalau bapak sudah gajian "
" Tidak... besok ada kog uangnya. kamu tidak usah khawatir. yang penting baby N bisa sembuh. "
" Amin "
Dalam hati Astri dia ingin menangis melihat keadaan cucunya yang sudah 2 bulan belum bisa merespon apa apa. Tapi keterbatasan biaya membuat mereka tidak bisa memberikan yang terbaik buat baby N
" Tut...Tut... Tut. Hallo bapak... "
" Iya ada apa buk "
" Bapak sudah gajian apa belum? "
" Besok N harus melakukan pemeriksaan yang ke dua pak, ibu sudah tidak ada uang. "
" Baiklah... besok bapak bon kan dulu sama tuan Bhaskara "
" iya pak. Makasih ya pak "
" iya ibu. ibu sudah makan ? "
" sudah pak.. bapak sendiri? "
" Bapak juga sudah makan. ibu baik baik ya di sana sama Ana dan N. jaga kesehatan ibu jangan telat makan dan jangan sedih lagi. "
__ADS_1
" Bapak juga... "
" iya... sayang. "
" Ya sudah... bapak, saya tidur dulu. assalamualaikum "
" Waalaikum salam "
Ke esokan harinya Ana telah bersiap ke rumah sakit di antar ayahnya yang sudah menunggu di mobil. Hari ini ayahnya izin libur untuk mengantarkan Ana dan cucunya melakukan pemeriksaan. Beruntung sekali Ridwan mendapatkan majikan seperti pak Bhaskara. Orangnya sangat baik dan juga pengertian.
Tak terasa Ana sudah sampai di rumah sakit. Dia langsung mendaftar untuk Baby N dan menunggu antrian. Untung dia datang lebih awal jadi dapat antrian nomer 3.
Tiba saatnya Antrian Ana di panggil oleh suster dan mempersilahkan Ana untuk masuk bersama baby N. Ayah Ana pun ikut masuk menemani Ana.
" Assalamualaikum dok... "
" waalaikum salam Ana. hallo baby N. bagaimana kabar baby N ? "
" Alhamdulillah dok... semakin hari semakin membaik. "
" Alhamdulillah ... Ok... mari kita periksa Baby N dulu ya... "
Dokter memeriksa mata baby N bergantian kanan dan kiri. Setelah melakukan pemeriksaan semuanya, dokter Iwan memberikan baby N pada Ana lagi.
" Bagaimana dok mata N "
" sementara ini masih belum bisa melihat. kita tunggu 1 bulan lagi ya... jika genap 3 bulan Mata N masih belum ada perubahan kita rujuk ke rumah sakit yang ada di kota. "
__ADS_1