
" bolehkah Aisyah masuk mbok? "
" Jangan non... non di luar saja. jangan masuk "
" Kenapa? "
Aisyah semakin penasaran dan dia langsung masuk ke dalam kamar Evan saat mbok jah lengah. Melihat semua gambar yang terpampang jelas di kamar itu membuat hati Aisyah bagaikan teriris pisau dan di siram cuka. Periiihh... itu yang Aisyah rasakan saat ini. Pantas saja dia di larang memasuki kamar ini karena dalam kamar ini terdapat begitu banyak potret Ana dan Evan saat masih memakai seragam putih abu abu. Terlihat jelas kebahagian mereka dan cinta yang menggebu di mata mereka.
" Non kenapa masuk ke sini...? "
" Ayok...non keluar saja. mbok kan sudah bilang jangan masuk, kenapa non masih masuk...? jadi sakit hati kan... "
" Non tenang saja... ini hanya masa lalu den Evan, masa depannya ya non Aisyah ini. "
" Makanya non buruan hamil, agar cinta kalian semakin kuat, tidak ada yang bisa memisahkan kalian berdua non. "
Aisyah hanya diam saja mendengar ocehan mbok jah.
" Tidak mbok... masa depan Evan bukan saya tapi wanita ini. Dia akan datang "
" Maksud non ? "
Tanpa menjawab pertanyaan mbok jah Aisyah berlari ke kamarnya sambil mengusap butiran bening yang jatuh dari sudut matanya yang indah itu.
Di dalam kamar Aisyah terus menangis, dia mencerna setiap perkataan Evan bahwa pemilik kamar itu akan datang. Dia tidak menyangka bahwa Evan akan benar benar menikahi wanita itu. Dan Ana... dia tidak percaya bahwa Ana yang tadinya bersikeras tidak mau menikah dengan Evan, hari ini mereka akan datang dan tinggal di sini.
__ADS_1
*****
" Mbok... mbok Ijah... " Suara Evan lantang memanggil asisten rumah tangga nya
Aisyah yang kaget mendengar teriakan Evan bergegas keluar kamar dan menghampiri Evan
" Mas Evan sudah pulang. " mengambil tas Evab dan menciumi tangan nya
" Di mana mbok Ijah? "
" Iya den... mbok disini. ada apa? "
" Tolong bawa koper ini ke kamarku "
" Ini koper Ana... istri ke dua ku "
Setelah mendengar hal itu Aisyah menjatuhkan tas Evan. Butiran bening menetes di pipinya. Seketika itu penglihatan nya kabur dan brakkk .... setelah itu dia tidak lagi tahu apa yang terjadi. Yang dia tahu sekarang dia berada di kamarnya.
Evan buru buru membopong Aisyah ke dalam kamarnya.
" Mumu... Tante itu kenapa? " Tanya N sedikit ketakutan
" Tidak apa apa sayang... "
Mbok jah menggiring Ana dan baby N ke kamar Evan. Saat tiba di kamar Evan, Ana kaget di buatnya karena kamar ini masih sama seperti dulu 7 tahun yang lalu. Potret Dirinya dan Evan masih terpampang jelas di dinding kamar Evan.
__ADS_1
" terimakasih mbok "
" Iya non... " Berlalu pergi meninggalkan Ana dan menemui Aisyah di kamarnya.
" Den... non Aisyah kenapa? "
" Nggak mbok... Aisyah sudah sadar. mungkin dia shock tadi melihat saya bawa Ana ke sini. "
" Aden bener sudah menikahi wanita itu? "
" Iya mbok... layani Ana seperti mbok melayani Aisyah ya. Aku minta tolong sama mbok jah. Dan juga Anakku ... tolong buat mereka betah tinggal di sini " pinta Evan
" Iya den. "
" Oh... ya mbok tolong jangan bilang mama papa dulu ya. mereka belum tahu "
" Baik den "
Tiba tiba Ana muncul membawa teh Anget buat Aisyah.
" Ini teh untuk istrimu, semoga dia baik baik saja. "
" Kamu tenang saja... istirahat lah dengan N di kamar, Aisyah mungkin hanya shock saja. Dia juga sudah sadar. Jadi jangan khawatir... istirahat lah. kamu pasti lelah. "
" Baiklah... "
__ADS_1