Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 74 Tidak mungkin


__ADS_3

Evan masih kepikiran tentang pak Ridwan yang berada di rumah Ana.


" Apa sebenarnya hubungan Ana dengan pak Ridwan? "


" Besok aku sudah harus jemput Aisyah di rumahnya. Aku tidak bisa lagi menyelesaikan penyelidikan ku tentang Ana... Apa sebaiknya aku jemput Aisyah setelah menemui putri Ana dan memberikan kalung itu padanya. "


Mentari bersinar terang, Evan mulai kembali menemui baby N. Dia menunggu baby N keluar rumah dan menemui nya di luar.


" Hai... sini... sini cantik, sama om " panggil Evan saat melihat N


" Om... kenapa om kesini lagi? "


" Om mau kasih sesuatu sama kamu. "


" Apa om? "


" lihat ini... om temukan apa? "


" Kalung N... makasih om sudah menemukan kalung N . N seneng banget "


" Siapa namamu cantik? "


" N ... namaku N om. seperti kalungku ini "


" Oh...iya Kalung ini di belikan mama mu ya. Cantik banget...beli di mana ? "

__ADS_1


" Bukan... ini kalung dari papa... "


" papa...? Maksud kamu dari papa mu yang kemarin gendong kamu waktu di pernikahan om itu ya? "


" Bukan om... itu om dokter, bukan papa N "


" Lalu siapa papa mu? "


" N juga tidak tahu.... "


" Sini om pakaian kalungmu "


" Jangan om...kata Mumu papa tidak akan kembali lagi kepada kita, jadi N tidak boleh


memakai kalung ini lagi. N hanya boleh menyimpannya saja "


" Om... N pergi dulu ya. "


" Dada Om... "


Setelah pulang ke rumah N menceritakan kepada Mumu nya tentang kejadian tersebut bahwa dia bertemu dengan om yang menolong nya di pesta pernikahan itu.


Ana tampak khawatir, dia takut jika Evan tahu bahwa N adalah anak nya


Setelah itu Evan menjemput Aisyah dan memutuskan untuk menginap semalam di rumah umi dah Abah.

__ADS_1


Evan masih memikirkan semua perkataan N


" Ana... mungkin kah N adalah anakku? tidak mungkin... kita hanya melakukan nya sekali saja. melihat umur gadis kecil itu mungkin sekitar 6 sampai 7 tahun. Benarkah itu anakku Ana... kenapa kamu tidak memberi tahu ku Ana... kenapa... "


" Hai... mas Evan... ngelamun nin apa sih kog diam saja... itu Abah tanya sama mas "


" Oh...iya... ada apa Aisyah?"


" Abah tanya... kapan kita akan honeymoon, biar Mereka bisa secepatnya menimang cucu, " Sambil tersenyum ke arah umi dan anaknya


" Honeymoon...? "


" Iya kapan kalian bulan Madu nak... sudah 4 bulan lebih pernikahan mu,kamu selalu sibuk dengan pekerjaan mu dan Aisyah bilang kalian tidak jadi bulan madu karena kemarin kamu sangat sibuk dengan pekerjaan mu. "


" iya Abah... untuk sementara ini aku masih sibuk mengurus Bisnisku... jadi aku belum bisa mengajak Aisyah bulan madu. " sambil melirik Aisyah


" Tidak penting bulan madu nak, yang terpenting buat Aisyah cepat bunting. iya kan bah... "


" iya umi... Abah sudah tidak tahan kepengen segera menimang cucu... "


" Sabar Abah... mungkin memang Allah belum memercayai kita untuk mempunyai anak. lagian kota baru menikah 4 bulan bah... kita ingin menikmati masa masa pacaran setelah menikah. iya kan mas... " Aisyah menyenggol lengan suaminya


" i..iya... Abah. kita ingin menikmati masa masa ini dulu. "


" Ya sudah... yang penting kalian selalu rukun itu sudah membuat Abah bahagia. "

__ADS_1


Setelah berbincang bincang dengan Abah dan uminya Aisyah pamit ke kamar tidur duluan, di susul umi nya. Tinggal Evan dan Abah yang masih mengobrol sampai larut malam. Abah banyak menasehati Evan agar bisa tetap sabar menghadapi Aisyah dan sikap nya yang kekanak-kanakan, Karena memang Aisyah anak satu satunya mereka jadi selama hidupnya dia selalu di manja. Evan pun mengerti maksud perkataan mertua nya. Supaya dia juga bisa membahagiakan Aisyah seperti orang tuanya membahagiakan nya. ketika jam menunjukkan angka satu, Evan meminta izin untuk pergi tidur karena sudah larut malam.


__ADS_2