
Beberapa saat kemudian Evan dan N datang dan bergabung dengan mereka untuk sarapan.
Setelah selesai sarapan Evan mengantar N pergi ke sekolah.
" Da...da pa... pa " sambil melambaikan tangan ke arah Evan
Evan tersenyum dan melambaikan tangan nya juga kepada putri kecilnya itu.
Terlihat ibu ibu yang juga mengantarkan anaknya ke sekolah sedang ngerumpi
" Lihat... itu kan suami neng Aisyah... katanya anak kecil yang selalu dia antar sekolah setiap hari itu anak hasil hubungan dengan kekasih nya yang dulu. sebelum menikah dengan neng Aisyah. Sekarang setelah mas Evan menikahi neng Aisyah wanita itu datang dan meminta mas Evan untuk menikahi nya. kasian ya neng Aisyah... pasti hidupnya tertekan. "
" Tentu saja wanita itu akan datang ke mas Evan soalnya mas Evan sangat tampan dan juga kaya. kalau aku juga akan melakukan hal itu " jawab salah satu teman nya
" Iya juga sih, abis enak enak di tinggal pergi kan kasian juga sebenernya wanita itu. " yang lain pun ikut menimpali
" Kalau aku walaupun itu anak kandung mas Evan, aku tidak akan mau menikah dengan seseorang yang sudah punya istri. karena aku juga wanita, sakit pastinya jadi neng Aisyah. "
" betul... aku juga tidak mau di sebut pelakor. walau pun dia tampan atau kaya sekalipun. harga diriku lebih tinggi nilainya dari semua itu. "
__ADS_1
" sekali dia di sebut pelakor, tidak ada kata baik untuknya. semua akan terlihat buruk di mata orang "
" setuju... "
" Aku penasaran sama wanita itu. apa dia lebih cantik dari neng Aisyah. "
" aku juga belum pernah melihat nya "
****
Jam menunjukkan angka 9:39 waktunya N pulang, namun saat itu supir yang biasa jemput N sakit dan tidak dapat menjemput N. Melihat motor metic di rumah Evan yang nganggur Ana langsung bergegas pergi menjemput N di sekolah.
" Sayangnya Mumu kenapa nangis? "
" Enggak ada apa apa Mumu.. "
" Terus kenapa menangis? "
" Mumu jangan marah ya sama temen temen N. Janji .. ? " menyodorkan jari manisnya
__ADS_1
" Ya... Mumu janji. sekarang N cerita dulu sama Mumu! " sambil menggabungkan jari manis ke jari N
N pun menceritakan tentang kejadian di dalam kelas sebelum bel pulang berbunyi, Bahwa teman teman N mengejek N anak wanita yang suka merebut papa orang lain.
" Mereka tidak mau berteman dengan N Mumu, takut kalau Mumu ambil papa mereka. " sambil sesegukan
Ana langsung memeluk N dan meneteskan air mata. Dia mengusap air matanya dan berkata sama N
" Sayang... semua itu tidak benar, kamu jangan ambil hati ya perkataan mereka. Sayang harus jadi anak yang kuat. biarkan mereka berbicara sesuka hati mereka. yang penting kita tidak seperti yang mereka pikirkan. Mereka bilang begitu karena mereka belum mengenal kita dengan baik. N tahu kan maksud Mumu " sambil mengelus Elis rambut N
" Owh... itu ya... wanita yang merebut pak Evan dari neng Aisyah? " ibu ibu yang berada di dekat Ana terus melihat Ana dan sesekali membicarakan tentang Ana
" Ya ampun... mata pak Evan sudah rabun kali ya... jelas jelas cantikan neng Aisyah. kalau di ibaratkan itu bagaikanlangit dan bumi. beda jauh. " ibu berkaca mata berbicara keras sambil tertawa
" Eh... kabarnya dia bukan orang sini, dia dari Jawa pasti menggunakan pelet agar pak Evan mau menikahinya. " timpal salah satu teman ibu itu
" Betul itu... mungkin saja seperti itu. kasian neng Aisyah ya. "
" Ayo sayang kita pergi dari sini " menggendong N dan membonceng kan nya di belakang.
__ADS_1