Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 90 Terlalu sakit


__ADS_3

Ana tidak bisa tidur meskipun dia sudah memejamkan matanya. Sementara N sudah tertidur pulas di pangkuan Ana.


Ana tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Aisyah.


Tiba tiba Evan datang ke kamar Ana Membuat Ana sedikit kaget.


" N sudah tidur ? "


" Sudah... bagaimana keadaan istrimu? apa dia sudah sadar? "


" Dia sudah mendingan jadi kamu tidak usah menghawatirkan Aisyah lagi. " Sambil mengelus rambut Ana


Ana buru buru menepis tangan Evan dari rambutnya.


" maaf... "


" Tidak apa apa sayang, mungkin kau belum terbiasa. Tapi aku harap kau akan segera terbiasa dengan sentuhan ku. " Berbisik di telinga Ana. Sehingga membuat Ana merinding


" Lebih baik kau temani istrimu "


" Malam ini aku ingin tidur di sini bersamamu dan N " merebahkan tubuhnya di dekat Ana

__ADS_1


" Istrimu lebih membutuhkan mu. "


" Tapi kau juga istriku. "


" Aku belum siap... "


" Ya...aku akan menunggu sampai kau siap. "


" Tolong tidurlah bersama istri pertama mu malam ini, karena dia lebih membutuhkan mu dari pada aku. Jangan biarkan aku semakin merasa bersalah pad istrimu. "


" Oke... oke sayang... malam ini aku akan tidur dengan Aisyah. tapi besok aku ingin bersama mu " berlalu pergi meninggalkan Ana


Evan menemui Aisyah di kamarnya. Namun Aisyah menyuruh nya ke kamar Ana saja


" Ana menginginkan Aku untuk menemanimu malam ini. "


" Tapi aku tidak menginginkan mu malam ini. Aku hanya ingin sendiri. Tolong biarkan aku sendiri malam ini "


Evan pun pergi dengan perasaan yang marah tapi dia tidak tahu harus marah sama siapa. Akhirnya Evan tidur di sofa karena saat dia ingin kembali ke kamar Ana, Ana sudah mengunci pintu kamarnya.


Mbok Ijah yang melihat Evan tidur di sofa merasa heran... kenapa tuan nya bisa tidur di sofa padahal dia punya 2 istri.

__ADS_1


Jam 3 pagi karena tidak bisa tidur, Ana memutuskan untuk bersih bersih rumah dan memasak sarapan untuk Evan.


Melihat Evan tidur di sofa ... Ana kasian sama Evan, Dia pun memandangi wajah suaminya itu dan teringat pada masa lalu saat mereka masih bersama, Orang yang sangat di cintai Ana dulu, tapi sekarang melihat Evan dia tidak merasakan getaran cinta seperti waktu dulu.


" mungkinkah rasa ini telah pudar? sehingga rasa cinta ini tidak menggebu seperti dulu. Atau karena seringnya kau lukai hati ini membuat rasa itu hilang. Kenapa sekarang rasa itu tidak seperti dulu lagi. Tidak ada getaran lagi... apa aku sudah tidak mencintaimu lagi? "


Ana segera pergi ketika melihat Evan bergerak membenarkan tidurnya. Dia mengambil selimut di kamarnya dan menyelimuti tubuh Evan yang sedikit kedinginan.


Mencium bau masakan yang terasa nikmat membuat Evan terbangun dan mencari arah bau itu di dapur. Melihat Ana sedang memasak di dapur, Evan langsung memeluknya dari belakang sehingga membuat Ana kaget dan menjatuhkan panci berisi air panas di atas kakinya.


" Awwww.... " Ana meringis kesakitan


" Ana kamu tidak apa apa? ini luka bakar ayo kita ke dokter "


" Tidak... Aku tidak apa apa. " Ana segera mengambil segenggam tepung terigu dan menaburkan nya di area luka bakar dia.


" Apakah masih sakit? Apa benar kita tak perlu ke dokter? "


" Tidak... "


" Sebentar aku akan mengambil kotak obat di kamarku "

__ADS_1


Karena tidak bisa berjalan, Evan menggendong Ana ke kamar. Saat itu Aisyah melihat kemesraan Evan dan Ana, membuat Luka hatinya yang menganga seperti di siram air jeruk. Rasa sakit yang dia alami sudah tidak bisa dia rasakan lagi... terlalu sakit. Itu yang dia rasakan saat ini. Melihat pemandangan Seperti itu di pagi hari membuat mood Aisyah tidak baik.Dia bergegas kembali ke kamarnya. Dia tidak ingin membuat hatinya bertambah sakit melihat semua itu.


__ADS_2