
Di rumah keluarga Evan
" huekkk...huekkk " suara Evan terdengar oleh mama nya
Mendengar putra kesayangannya sedang muntah di toilet ruang tamu membuat mama nya bergegas menghampiri Evan
" Evan... akhir-akhir ini seperti nya kamu sering muntah... apa kamu sakit? " mengelus pundak putra kesayangannya
" Aku tidak tahu mah, terkadang aku merasa mual kadang juga lemes tp selang berapa menit aku dah baikan " mencuci mukanya dengan kasar
" Sebaiknya kamu periksa ke dokter, mama takut kamu kenapa kenapa. kamu juga jarang makan. kamu terlihat Aneh nak " menatap raut muka putranya yang terlihat pucat
" Tidak usah mah, Evan baik baik saja. huekkk...huekkk " Evan merasa mual dan ingin muntah lagi
__ADS_1
" Mama pake parfum apa, baunya sangat busuk membuat perut Evan semakin mual dan ingin muntah " sambil terus memegangi perut nya dan mencoba mengeluarkan semua nya
" Mamah pake parfum biasanya kog sayang " menciumi baju dan tangannya
" Sudah mamah pergi ... Evan semakin mual mencium bau parfum mama " mengibas ngibaskan tangannya ke arah mama nya
" oke...oke... mama pergi. tapi janji dulu sama mama kalau kamu akan ke dokter hari ini jug " berlalu meninggalkan Evan
Setelah sampai di ruang tamu mama Evan menceritakan keanehan putranya pada suaminya. sementara suaminya hanya menanggapi dengan menggelengkan kepalanya saja membuat mama Evan menjadi manyun.
kenapa aku seperti ini, apa ada sesuatu yang terjadi padamu dheg? akhir akhir ini aku selalu memikirkan mu. semoga kamu di sana baik baik saja Ana. Aku sangat merindukanmu. sekeras apapun aku mencoba menghilangkan mu dari ingatan ku. aku akan semakin mengingat mu dan merindukan mu. mungkin kah di sana kau juga merindukan ku? aku berharap kau juga merasakan apa yang aku rasakan
****
__ADS_1
Sementara di rumah Ana
Ana sedang duduk di atas ranjang memandangi foto kekasihnya Evan dan berkata
" kak... tahu kah kamu di sini aku sangat kesusahan menghadapi semua ini sendirian. Aku sangat membutuhkan mu kak. Aku menginginkan mu selalu ada di sisiku. Aku merindukan mu, mungkin bayi kita Juga merindukan mu. " tak terasa air mata nya berlinang menetes membasah i foto Evan
Tiba tiba ibunya masuk ke kamarnya membuat dia kaget dan segera menyembunyikan foto Evan di bawah bantal serta menghapus air matanya.
" Kenapa sayang? " duduk di samping Ana dan mengelus rambutnya
" Enggak ibu. aku nggak apa apa . "
" Sudahlah jangan pikirkan laki laki brengsek itu. Dia tidak mau bertanggung jawab kenapa kamu masih memikirkan nya? Laki laki brengsek itu tidak pantas kamu tangisi. Air mata mu terlalu berharga untuk orang seperti dia. jika kamu ingin menceritakan tentang dia dengan ibu, Ibu siap jadi pendengar setia mu "
__ADS_1
Ana hanya mengangguk saja dan diam. Sementara ibunya pergi meninggalkan nya dan menyuruh nya untuk istirahat
Sampai saat ini dia belum mau menceritakan tentang siapa ayah dari bayi yang di kandungnya. Dia pikir dia akan menceritakan saat Evan kembali nanti. Dia membiarkan orang tua nya mencaci maki Evan karena Evan pantas mendapatkan cacian itu. Ana berfikir kalau suatu saat nanti Evan kembali padanya, Saat itu Ana akan menjelaskan semuanya pada orang tuanya. Dia fikir itulah jalan terbaik untuk semua nya. Percuma menceritakan semua pada orang tua nya karena Ana pun tidak tahu sekarang Evan ada di mana... Dia hanya bisa pasrah dengan semua keadaan ini