Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 39 cafe


__ADS_3

" kapan kau datang ? " sambil memicingkan matanya tidak percaya.


" Sedari tadi... Kenapa kau tak percaya? "


" Apa kau tak ketuk pintu dulu? "


" sudah. kau yang tengah asyik dengan surat itu sehingga tidak mendengar ketukan pintu dari ku "


" Hmmm... ya mungkin begitu "


" Apa yang akan kamu lakukan pada ayu "


" Aku...? "


" iya lah... siapa lagi kalau bukan kamu. masak iya aku? " sambil tertawa melihat tingkah dokter Ilham


" Pastinya aku tidak akan datang ke cafe itu "


" Kenapa? "


" Bukankah sudah jelas tertulis di surat itu jika aku tak mencintainya aku tak harus datang ke cafe itu. Jika aku datang dia akan mengira aku mencintai nya dan membuat di berharap akhirnya aku kecewakan "


" Lalu kau sudah yakin dengan Ana? "


" Kenapa dengan Ana? "

__ADS_1


" Bukankah Ana alasan mu menolak Ayu. "


" Bukan... karena memang aku tidak ada rasa sedikit pun dengan Ayu "


" Tapi jika dengan Ana ? "


Dokter Ilham terdiam tidak menjawab pertanyaan dokter Iwan.


" Ya sudah lah... aku pergi dulu. Aku sudah tahu jawabannya. "


" Ha...? memang apa jawaban nya? "


" Tanya sendiri hatimu. jangan kau tanya aku . " Berlalu meninggalkan dokter Ilham dengan senyum kecilnya.


*****


Di rumah sakit


Pagi hari ini tidak seperti biasa. Setiap dokter ayu bertemu atau berpapasan saat di rumah sakit dengan dokter Ilham mereka saling diam dan tak menyapa. Seperti tak mengenal satu sama lain. Padahal biasanya dokter ayu yang paling dulu menyapa dokter ilham tapi sekarang Mereka saling menghindar. Apalagi tadi waktu rapat bulanan. Dokter ayu memilih duduk jauh dari dokter Ilham padahal biasanya dia suka berebut dengan dokter cantik lainnya untuk duduk di samping dokter ilham. Kursi yang biasa Dokter ayu tempati di biarkan kosong, dia memilih kursi lain. Semua dokter menatap nya heran, namun dokter Ayu memilih untuk mengabaikan nya. Selesai rapat semua dokter kembali ke ruangan masing masing.


Dokter Iwan menghampiri dokter Ilham saat akan kembali ke ruangan nya dan mereka mengobrol sejenak


" Sebenarnya apa yang terjadi semalam? "


" Memangnya apa yang terjadi? " Dokter Ilham balik bertanya kepada dokter Iwan

__ADS_1


" Aduh ... Ilham... masak kamu nggak peka sih sama perubahan ayu tadi? "


" Perubahan apa? " masih saja belum faham


" hmmm... kamu ini sebenarnya tadi di mana? " sambil menepuk jidatnya


" Aku di sini.. "


" Kenapa tidak tahu perubahan dokter ayu ? Apa kamu tidak merasa dokter ayu mencoba menghindari mu? "


" Tidak. menurut ku biasa saja sikap dokter ayu kemarin dan Sekarang. " Dengan muka datarnya


" Tahu lah... kamu memang dari dulu tak pernah perduli sama wanita. pantesan sampai sekarang belum ketemu jodohmu . "


" Hai ... kita masih 25 tahun. masih muda... tidak ada hubungan nya dengan sikapku. kalau aku mau banyak yang ingin jadi istriku. "


" Lalu dulu kamu bilang padaku kamu ingin nikah muda sama Ayunda tapi sekarang? "


" Mungkin jika Ayunda masih ada, Sekarang aku sudah menjadi seorang suami atau mungkin seorang ayah. Takdir yang tak menyatu kan kita "


" Move on lah brow dari Ayunda. Dia sudah tenang di surga . "


" Hmmm... " menghembuskan nafas panjang


" sudah sampai ruangan ku. aku masuk dulu ya "

__ADS_1


" oke " jawab dokter ilham


__ADS_2