Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 22 periksa kandungan


__ADS_3

Hari ini jadwal Ana untuk memeriksakan kandungan nya karena sudah sebulan lalu terakhir kali dia memeriksakan kandungan nya. Obat dari dokter ilham pun juga sudah habis.


Ana datang ke rumah sakit di temani ibunya dan membuat janji bertemu dengan dokter ilham.


Sesampainya di ruangan dokter ilham mereka menunggu antrian...


Selang 30 menit Tiba antrian Ana .


suster memanggil nama Setiyana putri Ridwan membuat Ana sedikit kaget dan berdiri menuju ke ruangan dokter ilham di ikuti dari belakang oleh ibunya.


Ana dan ibunya duduk di depan dokter ilham sementara dokter ilham memeriksa berkar Ana


" Bagaimana kondisi mu sekarang Ana? " tetap serius memeriksa berkas berkas


" Alhamdulillah dok... sudah lebih baik lagi dari satu bulan yang lalu "


" syukurlah... apa ada keluhan yang kamu rasakan? " menatap Ana


" Hanya sering mual dan juga pusing "


" o... ya mari kita periksa " menyuruh Ana untuk berbaring di tempat pemeriksaan

__ADS_1


" Baik dok " Berdiri dan mengikuti dokter dari belakang


" suster silahkan... " mempersiapkan alat alat yang di butuhkan


" baik dok " Sambil mengoleskan sejenis jelly di perut Ana


Setelah itu dokter menggerak gerak kan alat ke atas perut Ana sambil menjelaskan kepada Ana tentang kondisi janin yang ada dalam kandungan Ana.


" usianya sudah 18 Minggu. detak jantung nya masih lemah. Tapi tidak apa apa. Nanti saya akan memberikan resep agar bisa mengurangi rasa mual dan pusingnya. jangan banyak pikiran agar bayinya juga sehatm makan teratur meskipun tidak selera makan. pikirkan bayi mu. " sambil menunjuk nunjuk layar di monitor


" ya sudah selesai, kamu bisa kembali ke tempat duduk " menghela nafas panjang


" iya sama sama... ini resepnya bisa di tebus di apotek " mempersilahkan keluar Ana


Ana keluar di ikuti ibunya, tapi saat Ana sudah di luar dokter menghentikan langkah ibu Ana


" Bu... tolong di perhatikan Ana ya. makanan dan juga obatnya harus di minum rutin. Detak jantung bayi Ana sangat lemah. Yang paling penting jangan sampai dia stres itu akan mempengaruhi perkembangan bayi nya "


" Baik dok... Terimakasih banyak " berlalu meninggalkan ruangan dokter ilham dan menyusul Ana yang sudah agak jauh.


" ibu kenapa lama sekali ngobrol sama dokter ilham? Apa yang ibu bicara kan dengan dokter ilham? " sambil memanyunkan bibirnya

__ADS_1


" Dokter ilham hanya bilang suruh menjagamu dengan baik dan melihat mu apakah sudah minum obat atau belum. itu saja kog. dokter ilham sangat perhatian dengan mu ya " Tersenyum sendiri


" Ibu mikirin apa hayo? jangan mikir yang Aneh aneh deh Bu "


" siapa juga yang mikir aneh, ibu hanya mikir alasan apa yang harus ibu berikan pada nenekmu jika dia tanya kemana kita hari " sambil berpikir


" Haruskah kita memberi tahu nenek Bu? " menundukkan kepalanya sambil memainkan jari jari tangannya


" Belum... belum saatnya nenek tahu An. Nanti ibu pasti akan memberitahu nenekmu tapi tidak sekarang "


" kapan ibu? aku tidak mau membohongi nenek terus. seperti nenek mulai curiga " mulai khawatir


" sudah kamu jangan pikirkan itu. Biar ibu dan ayahku yang mikir. kamu hanya perlu fokus pada bayi dan sekolah mu "


" Tapi ibu, aku takut ketahuan. " suara Ana gemetar


" kenapa sekarang kamu baru takut? di mana rasa takutmu dulu saat kau melakukan hal terlarang itu dengan kekasih mu? " sedikit kesal


" Maav ibu, maafkan aku " ada air mata yang sedikit di tahan oleh Ana


Ibunya hanya diam saja,tidak membalas permintaan maaf Ana

__ADS_1


__ADS_2