
Ana semakin tersiksa melihat kebahagiaan N yang merasa punya papa dan keluarga lengkap. Hatinya teriris karena tidak bisa membuat N bahagia... merasakan punya keluarga lengkap
" kita sampai..."
" Wah... om dokter. Pestanya meriah "
" ingat... jangan panggil om dokter tapi panggil apa?
" Papa..."
" pinter N "
Ilham membuka kan pintu untuk Ana dan N serta menggandeng Ana serta menggendong N. Seperti keluarga sempurna yang penuh kebahagiaan. Terlihat jelas kebahagiaan di raut Ilham tetapi tidak dengan Ana.
" wah... cantik sekali papa " malu malu N memanggil Ilham dengan sebutan papa
" N juga cantik..."
" Kenapa om dokter tidak jadi papa beneran buat N ? N suka kog punya papa dokter Ilham "
" Papa ilham juga suka punya Anak cantik seperti N "
" Tapi Mumu nggak suka sama papa "
" Benarkah... kalau gitu N aja yang suka sama papa. "
" N lucu sekali... papa makin suka "
Di pesta itu Ilham bertemu dengan teman temannya dan meninggalkan Ana bersama N
" Mumu N lapar "
__ADS_1
" Mumu ambilkan makan sebentar ya. N mau apa? "
" N mau kue yang itu Mumu, yang coklatnya banyak "
" Baiklah...N tunggu di sini ya... Mumu Ambil kue dulu. ingat jangan ke mana mana. Tunggu dokter Ilham di sini. Mumu cuma sebentar "
" iya Mumu... "
Saat akan mengambil kue untuk N, Ana mendengar acara akad nikah baru akan di mulai, Dia yang penasaran sama pengantin karena suara nya tidak asing baginya dan memutuskan untuk melihat nya sebentar di dekat balai akad nikah. Yang di adakan di lantai atas...
Saat dia sampai di ruangan itu, dia melihat Ilham ada di sana dan pengantin laki lakinya tidak kelihatan karena tertutup kudung yang di pasang di atas kepala pengantin laki laki dan perempuan. Hanya tampak dari samping terlihat pengantin wanita nya sangat cantik dan pengantin laki-laki juga terlihat tampan.
" Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Farhana binti Bhaskara Pramudi dengan maskawin tersebut di bayar tunai... "
" Sah.... " Terdengar suara keras
Setelah mendengar itu Ana kembali ke tempat N tapi N sudah tidak ada... Ana mencari ke sana ke mari dan tidak menemukan N. Karena tidak menemukan N, Ana memutuskan untuk memberi tahu Ilham.
Ilham bergegas menghampiri Ana.
" Ana... N sudah ketemu? "
" Belum bang... "
" Bagaimana ini bisa terjadi...?"
" Tadi N lapar bang dan aku ingin mengambilnya, saat aku kembali, N sudah tidak ada di sini bang. "
" Tenangkan dirimu, N pasti masih di sekitar sini. aku akan mencarinya... Kamu tetap di sini...jaga jaga kalau N kembali ke sini mencari mu. "
" iya bang... "
__ADS_1
" Sudah jangan Nangis... Banyak orang yang melihat kita "
Di ruangan Evan dan Aisyah
N melihat Ana ke atas dan dia menyusul ibunya ke atas namun sayang N malah nyasar ke ruangan Evan dan Aisyah..
" Hai...cantik, kamu cari siapa? " Tanya Aisyah kepada N yang tengah berada di depan pintu mencari sesuatu. "
" Cari Mumu dan papa ... " jawab N polos
" papamu di bawah mungkin sayang... ini ruang ganti pengantin "
" Aku tidak melihat papa di bawah. "
" Mas...Evan. bisa bantu gadis kecil ini... Dia nyasar ke kamar kita. Aku belum ganti baju... Nanti aku nyusul mas ke bawah "
" Baiklah Aisyah..."
" Hallo... Cantik... Sama om ya, Mari om gendong... jangan nangis. Nanti kita cari sama sama papa dan mama mu di bawah ya sayang. "
" Iya om... "
" Gadis kecil ini mirip sekali dengan seseorang. Apa mungkin... Ah tidak mungkin "
Saat sampai di bawah, N Melihat ibunya dan memanggil nya.
" Mumu... "
" N... sayang. kamu tidak Apa apa sayang.. " Ana langsung menggendong N dan mencium mi nya
Evan kaget melihat ibu dari gadis kecil itu ternyata Ana, kekasih nya yang dulu.
__ADS_1