
Setelah sembuh, Evan mulai sering mengunjungi Ana dengan alasan ingin bertemu dengan N anaknya. Namun Ana tetap gigih tidak memperbolehkan Evan bertemu dengan N
Saat N pulang sekolah, Evan telah menunggu nya di depan sekolah. melihat N berjalan sendirian tanpa Ana. Evan segera menghampiri N dan mengajaknya jalan jalan.
Dia pun mengajak N ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA. Dia ingin mengambil N dari Ana.
Setelah itu Evan mengantarkan N pulang kerumah nya.
Saat Evan sampai di depan rumah Ana, Ana langsung menampar Evan dan menyuruh N untuk ke kamar.
" Ada apa Ana? Apa kah salah jika aku merindukan anakku dan ingin bersamanya? "
" Dia bukan Anakmu. kau harus ingat itu Evan... Dia hanya anakku, anakku.. "
" Aku sudah melakukan tes DNA. kita tunggu saja. jika memang terbukti N adalah Anakku. aku akan mengambilnya darimu "
" kau tidak bisa mengambil N dariku. N hanya milik ku Evan, dia milikku " Ana berteriak histeris
" Ana... kenapa kau menangis? Apa si brengsek ini yang membuatmu menangis? " Ilham yang tiba tiba datang langsung mencengkeram kerah baju Evan
__ADS_1
" hai... bro santai. siapa kamu? kamu bukannya yang sering bersama Ana? Siapa kamu? selalu mengekor di belakang Ana? suaminya? atau tunangannya? kurasa bukan " Sambil tersenyum meledek Ilham
" kurang ajar... belum cukup kah ayah menghajar mu kemarin? "
" kamu tidak perlu ikut campur masalahku dengan Ana. " teriak Evan penuh emosi
" Aku berhak ikut campur karena dia adalah... "
" Dia apa... tunangan mu? " bantah Evan
" Memang sekarang kami belum bertunangan. Tapi tidak lama lagi kami akan bertunangan "
" Karena... " Ilham belum selesai menjawab Evan sudah memotong perkataan nya
" Karena Ana belum bisa mencintai mu sampai sekarang. Dia masih mencintai ku. Dan mungkin dia tidak akan pernah bisa mencintai lelaki lain selain aku. "
Mendengar perkataan Evan, Ilham hanya diam. yang di katakan Evan ada benarnya. sampai sekarang Ana belum siap bertunangan dengan ilham.
" asal kau tahu. Ana masih mencintai ku begitu juga sebaliknya, aku juga masih mencintainya. " sambil menekan dada Ilham beberapa kali
__ADS_1
" cukup Evan. cukup..Aku mohon pergi dari sini... " Ana berteriak kepada Evan
" Mumu... kenapa Mumu marah sama papa. papa baik sama N, N ingin bersama papa " N keluar kamar saat mendengar teriakkan Ana mengusir Evan
" N masuk...cepat masuk kamar
Mumu bilang cepat masuk kamar " Teriakan Ana membuat N merasa takut dan masuk ke kamarnya lagi
" Mumu jahat... " N menangis dan berlari ke kamarnya
" Evan... racun apa yang telah kau berikan kepada Anakku? "
" Aku tidak pernah memberikan racun apapun kepada anakku sendiri. Aku hanya memberi tahu yang sebenarnya pada N. Dia berhak tahu siapa ayah kandungnya. "
" Kamu memang ayah kandungnya, namun... selama lebih dari 6 tahun dia tidak pernah mendapat kan kasih sayang dari ayah kandungnya. "
" Andai aku tahu Ana, aku tidak akan pernah meninggalkan mu dan aku akan menjadi ayah yang terbaik buat N anak kita. "
" Cukup Evan... semua ini sudah menjadi takdir. kau dan aku tidak di takdir kan untuk bersama. Ku mohon jangan ganggu Aku dan N lagi, berbahagia lah dengan istrimu. Biarkan aku juga bahagia bersama anakku. Silahkan pergi dari sini. "
__ADS_1
Evan meninggalkan Ana dengan hati ngilu... Seandainya dia belum menikah mungkin semua ini tidak akan terjadi. Dia dapat bersatu dengan Ana dan anaknya. Semua ini karena kesalahannya yang mengambil keputusan terburu buru untuk menikah. kini hanya penyesalan yang Evan rasakan