Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 29 pergi


__ADS_3

" Ana... ada apa sayang? Anti...! " Astri kaget melihat Ana bersimpuh di kaki adiknya.


" Ana kenapa Anti? Ada Apa ini? "


" Kenapa kakak tanya sama aku? Tanya pada diri kakak sendiri ! " memalingkan wajahnya dari wajah kakaknya


" Anti ...ada apa ini? kakak benar benar tidak tahu. "


" Apa kakak masih saja mau menutupi semuanya dari ku setelah ibu pergi? kenapa kakak tidak jujur padaku dan ibu? kenapa kakak harus bohong. ibu sudah menceritakan padaku semuanya sebelum beliau meninggal. Sebenarnya apa yang terjadi malam itu? kenapa bisa ibu terkena serangan jantung? "


Semua orang membeku mendengar pertanyaan Anti


" Jawab aku kakak ! "


" Aku menyuruh kakak pindah ke sini bukan untuk membunuh ibu, tapi untuk menjaganya " Teriak anti dengan keras di Sertai air mata yang terus mengalir dari ke dua matanya.


" Maafkan kakak Anti... kakak tidak bisa menjaga ibu dengan baik " sambil memeluk Anti tapi dengan cepat di tangkis nya sehingga Astri tidak jadi memeluk adiknya yang sedang terbawa emosi

__ADS_1


" jika saja kalian semua tidak berbohong pada kami, mungkin ibu masih ada sampai sekarang. Aku sudah tahu semuanya kakak. karena itu ibu syok tahu kebenaran tentang kehamilan Ana sehingga menyebabkannya terkena serangan jantung "


Astri, Ana dan Ridwan kaget mendengar perkataan Anti bahwa dia sudah mengetahui tentang kehamilan Ana.


Astri memohon kepada Anti untuk mendengarkan penjelasan mereka karena menutupi semua ini dari nya dan juga ibunya. Tapi Anti sudah terlanjur sakit hati dan mengusir mereka dari rumah ibunya.


" cepat kemasi barang kalian semua, dan pergilah dari sini " ucapnya secara perlahan sambil menyeka air matanya


" Anti... apa kamu mengusir kami? "


" Tante... Tante maavin Ana Tante, jangan hukum ibu dan ayah. semua ini salah Ana. Biarkan Ana yang pergi dari sini Tante. Tapi Ana mohon jangan usir ini dan ayah dari sini " Ana berjongkok memegang kaki Anti


Tapi Anti hanya diam saja tanpa menjawab sepatah katapun. Membuat Ridwan segera mengajak istri dan anaknya untuk pergi dari sana dan mengemasi semua barang mereka.


" Anti... kakak mohon biarkan kami tinggal di sini. Kami mau ke mana Anti malam malam seperti ini. kasian Ana...dia sedang hamil " memegang tangan adiknya sambil mengharap belas kasihan dari adiknya


Tapi lagi lagi Anti tak bergeming sedikitpun.

__ADS_1


" Bapak... jangan pergi pak. ini juga rumah ibuku. jadi aku berhak tinggal di sini. kumohon bapak... kita tetap di sini. Anti hanya emosi sesaat. besok dia akan memaafkan kita " memohon kepada suaminya


" Sudahlah Bu ... kita pergi saja dari sini. " menggandeng tangan istrinya


" Bagus itu... pergilah yang jauh jangan pernah menginjakkan kaki kalian di sini lagi. karena rumah ini akan kotor jika terkena sentuhan dari kalian. " ucap Anti dengan sinis


" Anti... " memandang adiknya dengan penuh rasa kekecewaan


" Ayo Ana kemasi semua barang barang mu dan juga panggil adik mu Ares untuk segera pergi dari sini. "


" Baik ayah ..."


" Anti... aku mohon .. pikirkan keputusan mu itu.. kami akan tinggal di mana nanti "


" itu bukan urusan ku. kau punya suami. apa suamimu tidak mampu mencarikan tempat berteduh bagi kalian keluarga nya? " sambil menunjuk ke arah kakak iparnya


" Cukup Anti... jika kamu ingin kami pergi, kami akan pergi dari sini. tapi jangan pernah kamu ucapkan kata kata yang menyakiti hati istriku. kami memang miskin tapi kami tidak akan mengemis padamu untuk tetap bisa tinggal di sini. "

__ADS_1


__ADS_2