
Ana termenung memikirkan perkataan dokter Ilham tadi. Dia memang sangat membutuhkan pekerjaan itu, tapi haruskah dia bekerja di rumah sakit ini. satu tempat dengan dokter Ilham. Dengan begitu dia akan selalu bertemu dokter Ilham setiap hari. Dia tidak mau orang tuanya semakin berharap kepada dokter Ilham. Bukannya GR tapi Ana merasakan bahwa dokter Ilham menyukai nya.
Setelah 2 hari di rawat di rumah sakit akhirnya Ana sudah boleh pulang hari ini. Dia sudah rindu pada baby N ingin segera menggendong nya dan mengajaknya jalan jalan. Ayah Ana pun menjemput mereka dan melunasi semua biasa rumah sakit.
Sampai di rumah Ana merasa sangat senang, dua hari di rumah sakit membuatnya bosan tidak bisa ke mana mana.
Seminggu sudah Ana beristirahat di rumah, merasa sudah baikan dia memutuskan untuk mencari pekerjaan lagi. Namun lagi lagi dia tidak dapat pekerjaan. Dia pikir di kota besar ini akan mudah mendapatkan pekerjaan namun semua itu salah. Dengan ijazah SMP sangat sulit mendapatkan pekerjaan.
Karena putus asa dia datang ke rumah sakit dan menemui pemilik kantin yang di beri tahu dokter Ilham. Dia mencoba melamar pekerjaan di sana dan Mpok Hindun menerima nya karena tahu gadis yang melamar itu rekomendasi dari dokter Ilham. Mpok Hindun tidak mempermasalahkan tentang ijazah nya. Ana pun memberi tahu bahwa dia tidak bisa masuk full 1 Minggu penuh karena dia harus mengikuti sekolah SMA terbuka nya. Dia hanya bisa masuk sehari penuh pada hari senin sampai kamis karena Jum'at, Sabtu dan Minggu dia harus sekolah
Mpok Hindun pun menyetujui nya. Ana merasa aneh... tapi dia sangat bahagia karena bisa mendapatkan pekerjaan itu.
POV dokter Ilham
Saat melihat Ana membawa map dari kejauhan dokter Ilham segera menemui Mpok Hindun dan memberikan foto Ana yang kemarin diam diam dokter Ilham Ambil kepada Mpok Hindun. Serta meminta Mpok Hindun untuk menerima Ana kerja di kantin miliknya. Dokter Ilham mencoba menyakinkan Mpok Hindun bahwa Ana orang yang baik dan pasti bertanggung jawab dengan pekerjaan nya. Karena melihat semangat dokter Ilham Mpok Hindun akhirnya menyetujui permintaan dokter Ilham.
" Ana ...selamat kamu di terima bekerja di sini. mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja.
__ADS_1
masuk jam 07:00 pagi pulang jam 17:00 sore. kalau kamu berangkat jam 13:00 pulangnya kamu jam pulang jam 22:00. Dan hari Minggu libur . Apa kamu setuju? "
" Iya bu... Terimakasih telah mempekerjakan saya. insyaallah saya akan berusaha melakukan yang terbaik semampu saya. "
" Iya... besok Maya akan mengajari mu. Apa pekerjaan yang harus kamu lakukan. "
" iya Bu... terimakasih " Menundukkan kepala...
" Oh...iya jangan panggil saya buk. panggil saja saya Mpok Hindun. itu lebih baik agar aku tidak terlihat tua 😊 "
" Baik buk... Eh... Mpok Hindun "
" Iya Mpok...siap 😊 " Ana membalas senyum Mpok Hindun
Ke esokan harinya... Dengan hati riang Ana berpamitan dengan ibu nya dan baby N
" Sayang... ibu kerja dulu ya. jangan rewel ya sama Uti. " Sambil mengecup kening baby N
__ADS_1
Di balas senyuman baby N yang semakin membuat Ana semangat.
" Uti...? " sahut Lucy tetangga samping rumah Ana
" Oh... maksut nya Uti itu... neneknya yang ada di kampung sebelah te... iya kan Bu "sambil menyenggol tangan ibunya
" Iya...Lucy. Hari ini aku dan N akan main ke rumah nenek Ana. karena hari ini Ana mulai bekerja,aku kesepian di rumah sendirian jadi akan main ke rumah nenek Ana. "
" Owh... lho Ana sudah dapat pekerjaan? "
" Iya Nte... Alhamdulillah. "
" N wajahnya mirip sekali dengan Ana ya mbk... tidak ada mirip miripnya sama mbk Astri "
" ya... bayi umur segini wajahnya masih sering berubah ubah Lucy. Ana kan kakaknya wajar lah ada mirip Ana. Sudah berangkat dulu sana An ... ini kan hari pertama mu kerja jangan sampai telat ya "
" Baik ibu... mari Tante Lucy "
__ADS_1
" Ya An... hati hati di jalan " sambil melambaikan tangannya ke arah Ana.