Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 18 Ana akan masuk sekolah baru


__ADS_3

Sesampainya di rumah, nenek Ana menyambut cucu kesayangannya itu dengan penuh rasa bahagia. Dan menyuruh Ana untuk istirahat di kamar.


Di susul dengan ke dua orang tua Ana yang ikut masuk ke kamar Ana. Mereka merencanakan sesuatu untuk menutupi kehamilan Ana.


" Ana... sementara waktu kita jangan bilang sama siapa-siapa ya kalau kamu lagi hamil " pinta ibu Ana sambil mengelus elus rambut putrinya itu


" Iya nak... ibu akan pura pura hamil agar orang tidak memperhatikan kamu dan kamu tetap bisa sekolah. Minggu depan kamu sudah bisa masuk ke sekolah yang baru. Kita harus menutup rapat rapat tentang kondisi mu ini. Agar tidak ada orang yang tahu. " ayahnya menjelaskan lagi kepada Ana


" Tapi Bu, bukan kah makin lama perutku akan buncit, orang akan tahu Bu jika aku hamil " bantah Ana


" Ibu akan menyiapkan baju sekolah mu yang besar agar perutmu tidak terlihat buncit . " sambil menggenggam erat tangan Ana meyakinkan nya bahwa semua akan baik-baik saja


" Sudah kamu jangan terlalu banyak berpikir biar ibu dan bapak yang memikirkan semua ini. Yang penting jamu jaga bayimu baik baik "


ayah Ana menoleh tidak mau melihat Ana hatinya masih kecewa atas perbuatan Ana


" Baik ayah... terimakasih banyak ibu,ayah...tanpa kalian aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku ini " Ana menangis memeluk ibu dan ayahnya. Mereka bertiga berpelukan menguatkan satu sama lain


*****

__ADS_1


Satu Minggu kemudian


" Ana... Ana cepat bangun sayang... Sarapan dulu. Hari ini kamu pertama masuk sekolah yang baru.. Aris... ayo bangun nak " Teriak Astri memanggil Anak-anak nya


" Iya ibu... " Terlihat Aris keluar dari kamarnya sudah lengkap memakai seragam barunya


" Aris di mana kakakmu? " tanya ibunya sambil menatap kamar Ana


" kakak sepertinya baru selesai mandi Bu " menarik kursi dan memulai sarapan nya


" Sudah jam 6:30 kog baru selesai mandi? " berlalu meninggalkan Aris dan menuju ke kamar Ana


Di depan pintu kamar menatap Ana yang sedang bercermin sambil menyisir rambutnya.


Tanpa menjawab pertanyaan ibunya Ana hanya diam saja melamun kan sesuatu.


Lalu ibunya dengan lembut menghampiri Ana dan mengelus rambutnya


" Jangan lupa minum susumu dan juga minum obat agar saat di sekolah kau tidak mual mual " mengambil sisir dan menyisir rambut Ana

__ADS_1


" Ana takut Bu, Ana takut kalau Ada yang tahu Ana sedang hamil. Bagaimana kalau Ana tak perlu sekolah? " terlihat butiran air mata di pelupuk mata Ana


" Sayang ..jangan takut. kamu harus kuat, semua ini demi masa depan mu. Bersikap biasa agar tidak ada yang curiga. oke... kamu pasti bisa...bukankah ku anak yang kuat dan pemberani? " mencoba menguatkan ana sambil memegang erat tangan Ana


" Ana..." menangis tak mampu melanjutkan kata-katanya


Astri memeluk Ana sambil berkata " ibu yakin kamu pasti bisa melewati semua ini nak.. Ayo keluar jangan sampai nenek dan tanteku curiga "


" Baik ibu " sambil menyeka air Matanya yang sedari tadi mengalir walau Ana mencoba membendung nya.


" Ana... sini sayang... duduk di samping Tante " menepuk kursi di sebelah nya


" baik lah Tante " Ana menggeser kursi dan duduk di sebelah Tante nya


" Tante sudah memilihkan sekolah terbaik untukmu. di SMA 1 kota B " tersenyum Bangga


" Anti bukan kah itu sekolah elite yang mahal dan juga dadi kalangan atas? "Astri seakan tak percaya anaknya akan sekolah di sekolah yang dia idam idamkan dulu


" memangnya kenapa kak kalau sekolah itu mahal? Aku yakin Ana pasti mampu bersaing dengan anak orang kaya meskipun dia dari kampung " memasang wajah serius

__ADS_1


__ADS_2