
Saat Ana membuka pintu rumah terlihat gelap gulita
" ceklekk... lho nggak di kunci Bang "
" coba kamu masuk An... "
" baiklah Bang "
" ibu... ibu... Ana pulang. ibu di mana... N... N sayang... Mumu pulang sayang. kenapa gelap sekali. ibu... ibu "
" Kejutan....Tarra... "
Saat itu juga lampu di nyalakan, Terdengar suara ibunya yang membuat Ana kaget
" happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, Happy Birthday Ana " Suara dokter Ilham dari belakang Ana dan membawa kue cantik untuk ana
__ADS_1
" Abang... "
" Selamat ulang tahun Ana... cie yang sudah 21 tahun. Doa terbaik untukmu. semoga apa yang kamu inginkan tercapai semuanya. "
Melihat semua itu Ana tidak dapat berkata apa apa. Dia saja lupa dengan ulang tahun nya sedangkan dokter Ilham mengingat semuanya.
" ini semua rencana nak Ilham Ana. ibu pun lupa kalau ini hari ulangtahun mu. "
" Ayo tiup lilinnya An, lihat N sudah tidak sabar mau makan kuenya "
" Jangan lupa berdoa dulu, baru tiup lilinnya. oke... "
" iya bang. makasih bang " Matanya ber kaca kaca tidak percaya bahwa kebahagiaan ini nyata
" sudah jangan nangis. " Ilham mengusap air mata Ana yang hampir menetes
__ADS_1
Setelah berdoa lalu Ana meniup lilin nya. Dalam doa nya dia meminta
" ya Tuhan... aku tidak menginginkan apa apa, aku hanya ingin melihat bang Ilham bahagia,aku tidak sanggup jika harus melukai hati bang Ilham, dia lelaki yang sangat baik. berikan lah jodoh terbaik buatnya. amin ...
karena aku tidak bisa bersama nya, ada hati lain yang telah mengisi hatiku. yang enggan ku tinggalkan karena aku masih berharap dia akan datang suatu hari nanti "
Setelah meniup lilin, Ana memotong kue itu dan di berikan pada ibunya dan N. Terakhir di berikan pada dokter Ilham. Sayangnya ayah Ana tidak bisa hadir dalam acara itu di karenakan harus mengantar Aisya anak pak Bhaskara ke bandara untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri.
Karena kelelahan menyiapkan semua acara kejutan ulang tahun Ana, tiba tiba ibunya pingsan dan di larikan ke rumah sakit. Ternyata sudah beberapa hari ini ibunya sakit namun tidak pernah mau memberi tahu Ana. Batuk yang di rasakan beberapa hari ini, dia kira hanya batuk biasa tapi saat di lakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu dengan ronsen baru lah di ketahui bahwa ibu Ana menderita penyakit radang paru paru. Sudah seminggu ibunya batuk berdarah. Namun, Astri tidak mau memberi tahu Ana agar Ana tidak kepikiran dengan hal itu dan mempengaruhi proses belajarnya. Karena Ana harus mempertahankan nilainya agar bisa tetap mendapatkan beasiswa.
Setelah di rawat di rumah sakit selama 3 hari, keadaan Astri mulai membaik. Ridwan pun selalu menemani istrinya. Dan meminta izin cuti selama 1 Minggu untuk merawat istrinya. Pak Baskhara yang baik hati mengizinkan nya serta memberi sejumlah uang untuk biaya pengobatan istri Ridwan.
Namun setelah di rawat di rumah beberapa hari, keadaan Astri kembali memburuk dan di bawa ke rumah sakit lagi. Ternyata radang paru-paru nya sudah semakin parah. Obat dari dokter membuat keadaan nya semakin buruk karena tubuhnya tidak mampu lagi menerima obat yang dosis nya terlalu tinggi untuk tubuh nya yang sudah lemah.
Astri juga tidak mempunyai semangat hidup, dia selalu menyalahkan kematian ibunya karena dia, seperti yang di tuduhkan Anti adiknya kepadanya, membuat kesehatan nya semakin menurun. Di saat terakhir nya dia selalu mencari Anti dan juga Ares yang tidak ada kabar sama sekali sejak hampir 4 tahun yang lalu. Membuat Ana dan Ayahnya semakin merasa sedih karena tidak bisa memenuhi permintaan terakhir Astri untuk bertemu dengan Anti dan Ares.
__ADS_1
Karena penyakitnya Akhirnya Astri menghembuskan nafas terakhirnya setelah di rawat di rumah sakit selama seminggu. Meninggalkan sejuta luka untuk Ana dan ayahnya...