
Malam pertama Evan dan Aisyah
Setelah tamu undangan pulang, Aisyah kembali ke kamar yang telah di sediakan pihak hotel untuk mereka berdua
" Mas... mas Evan ingin kita pulang atau bermalam di sini? "
" Terserah kamu Aisyah. Aku capek.. "
" ya sudah... kalau mas capek, kita nginep aja di sini. besok baru kita ke rumah umi "
" Kenapa ke rumah umi? bukan kah Sekarang kau sudah sah jadi istriku. Kenapa tidak ke rumahku saja. "
" Baiklah mas... Aisyah ikut kemanapun mas pergi. Malam ini... apakah kita akan melakukan nya? "
" Maaf Aisyah... aku capek, besok saja ya .. "
" Baiklah mas... mari kita tidur. Assalamualaikum "
__ADS_1
" Waalaikum salam... "
Walaupun tubuhnya capek dan ingin tidur namun hati Evan tetap tak bisa tidur, dia selalu terbayang tatapan Ana yang penuh luka saat memandang nya. Evan masih tak mengerti kenapa Ana menatap nya dengan penuh kebencian seperti itu. seharusnya dia yang marah, dia yang benci dengan Ana karena Ana sudah menghianati nya.
Karena tidak bisa tidur, Evan duduk di balkon sambil merokok dan memandang langit yang mendung. Meskipun di mulutnya dia mengatakan ikhlas merelakan Ana dengan orang lain namun sejujurnya hatinya tidak ingin melepaskan Ana.
Melihat suaminya yang belum juga tidur, Aisyah yang terbangun karena mendapati suaminya tidak ada di sampingnya mulai menghampiri Evan
" Kenapa mas belum tidur juga? Apa perlu Aisyah pijit agar mas bisa tidur? "
" Tidak perlu Aisyah. Mas hanya belum terbiasa tidur berdua.. "
" Baiklah Aisyah "
Saat Evan mulai memejamkan matanya, Bayangan Ana yang menatap nya penuh kemarahan kembali mengusik ketenangan nya. Sehingga membuat matanya sulit terpejam.
" Ana... sebenarnya apa yang ingin kau katakan padaku? Kenapa kau menatapku seperti itu? bukankah kau sudah bahagia dengan suamimu? Apa kau tak bahagia...? Apa kau ingin kembali padaku... Ana Sebenarnya apa yang terjadi 7 tahun di hidupmu tanpaku? "
__ADS_1
Karena penasaran, Evan berjalan ke luar saat Aisyah sudah terlelap dalam tidurnya. Dia menghampiri pihak hotel dan meminta catatan tamu yang hadir dalam pesta pernikahan nya tadi. Namun saat memeriksa nya tidak ada nama Ana di daftar hadir itu. Dia semakin yakin bahwa Ana datang dengan suaminya.
" apakah aku mengenal suamimu Ana? Kenapa kau selalu menyulitkan ku? Kenapa kau tak membiarkan ku hidup tenang... Biarkan aku bahagia bersama Aisyah... maupun telah bahagia bersama suamimu Ana..."
Tak terasa waktu sudah mendekati subuh, Evan buru buru kembali ke kamarnya. Dan pura pura tidur di samping Aisyah. Mendengar azan subuh berkumandang, Aisyah segera membangun kan suaminya.
" Mas... mas Evan... bangun. kita sholat subuh sama sama "
" kamu sholat aja dulu. "
" Tau nggak mas, dulu sebelum menikah... Aisyah pengen banget kalau sudah menikah bisa sholat berjamaah dengan suami Aisyah... Apalagi suami Aisyah itu adalah mas Evan. Orang yang sejak dulu ku impikan bisa menjadi imam ku yang bisa membawaku ke jalan yang lebih baik lagi. "
" Ya sudah... kamu ambil wudhu dulu, nanti mas nyusul dan kita sholat berjamaah "
" baik mas... " Tersenyum bahagia
Setelah selesai sholat berjamaah, Aisyah melanjutkan membaca Al-Qur'an sedangkan Evan mendengarkan sambil berbaring di tempat tidurnya. Suara Aisyah yang merdu membuat nya tertidur pulas. Aisyah yang tahu suaminya tidak bisa tidur sepanjang malam enggan membangunkan nya saat petugas hotel mengantarkan sarapan untuk mereka berdua.
__ADS_1
" Mas... apakah sebegitu berartinya wanita itu sehingga kau tak mampu melupakan nya. Aku tahu semalam kau memikirkan wanita itu. Sakit hati ini mas, Sekarang aku yang berada di sampingmu kenapa kau masih memikirkan wanita lain? "