Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 64 terasa seperti mimpi


__ADS_3

Aisyah mengelus rambut suaminya yang sedang tidur pulas. Dan berkata


" Mas... apakah sebegitu berartinya wanita itu sehingga kau tak mampu melupakan nya. Aku tahu semalam kau memikirkan wanita itu. Sakit hati ini mas, Sekarang aku yang berada di sampingmu kenapa kau masih memikirkan wanita lain? ".


" Seharusnya tadi malam, jadi malam terindah buat kita mas, malam pertama yang selalu aku nantikan bersama mu, namun pada kenyataannya kau belum bisa melupakan dia, wanita yang telah mengambil mu dari ku. "


Jam di dinding menunjukkan angka 13.30 siang. Sebentar lagi waktu dhuhur telah habis... Sebenarnya Aisyah tidak tega membangunkan suaminya tapi waktu sholat sudah hampir usai. Jadi dia mencoba membangunkan Evan dengan lembut


" Mas... bangun. sudah jam setengah dua, waktu duhur sudah hampir habis. kita sholat dulu yuk. " berbisik di telinga Evan namun Evan belum juga bangun. Akhirnya Aisyah mengecup bibir suaminya dengan lembut, karena kaget mendapat kecupan, Evan langsung terbangun dan menatap Aisyah Dengan kesal


" Kenapa mas, tak bolehkah Aisyah mencium suami Aisyah sendiri? "


" Bukan ... bukan begitu Aisyah. Maafkan aku "


" Sudahlah mas... yuk sholat, waktunya sudah hampir habis. Mas mandi dulu lalu kita sholat berjamaah "


" Baiklah Aisyah... "


Selesai sholat berjamaah, Mereka makan siang bersama. Dan Evan mengajak Aisyah pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Evan... Aisyah di sambut oleh mbok Ijah dan pak Amin satpam rumah Evan


" Wah... cantik sekali istrinya den Evan ini. siapa namanya non? "


" Aisyah buk..."


" Panggil saja saya mbok Ijah dan ini pak Amin "

__ADS_1


" Iya mbok Ijah... "


" Mbok... tolong bawa koper Aisyah ke kamar atas ya? "


" Lho tidak ke kamar den Evan? "


" Tidak... saya sudah tidak menggunakan kamar itu lagi. Dan satu lagi... simbok jangan pernah membuka kamar itu lagi. walaupun itu hanya untuk membersihkan nya saja. tolong biarkan saja kotor tak perlu di bersihkan "


" Baik den Evan "


" Mari non... saya antar ke kamar atas "


" Iya mbok..."


" Mbok... sebenarnya kenapa kamar itu tidak boleh di buka? "


" aku sendiri kurang faham non. kemarin sebelum menikah den Evan masih tidur di sana..."


" Apa ada sesuatu yang tidak boleh aku tahu mbok? "


" Tidak non... mungkin kamar atas lebih besar jadi cocok untuk kamar kalian berdua. Sekarang kan nyonya tidak di sini, jadi kamar atas kosong "


" Oh...iya, papa sama Mama kemana mbok kog sepi? "


" Nyonya dan tuan sudah kembali ke luar negeri tadi pagi non. katanya den Evan di telpon tidak di angkat jadi tuan dan nyonya langsung pergi tanpa memberi tahu kalian "

__ADS_1


" Oh..gitu ya mbok. "


" Iya non... ini sudah sampai kamar non. Saya sudah membersihkannya tadi pagi. Non Aisyah mau makan apa nanti malam? biar mbok buatkan. "


" Terserah mbok aja... Aisyah suka apa aja kog mbok "


" Baiklah non... silahkan beristirahat. mbok tinggal dulu ke dapur ya. nanti kalau non butuh sesuatu tinggal panggil mbok aja. "


" Baik mbok... "


Aisyah membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk itu dan memejamkan matanya. Dia masih tidak menyangka bahwa impiannya sejak kecil menjadi istri Evandra Mahameru menjadi kenyataan. Semua nya terasa seperti mimpi. Sekarang dia menjadi nyonya Evan. Terbayang di benak Aisyah saat dulu Evan membonceng kan Aisyah menggunakan sepedanya di depan dan Aisyah berkata " Nanti setelah dewasa aku ingin menjadi istri kak Evan "


" Kak Evan tidak mau punya istri cengeng seperti mu. " sambil mencubit hidung Aisyah


" Tapi Aisyah hanya mau menikah dengan kak Evan. "


" Baiklah...kalau begitu Aisyah tidak boleh cengeng. Kalau Aisyah cengeng kak Evan tidak mau jadi suami Aisyah. "


" Aisyah janji, Aisyah tidak akan cengeng lagi... agar Aisyah bisa jadi istri kak Evan. "


" Janji... " Evan memberikan jari kelingking nya


" Aisyah janji kakak " dan Aisyah membalas mengikatkan kelingking nya ke kelingking Evan.


Sejak saat itu Aisyah menjadi anak yang tangguh...

__ADS_1


__ADS_2