Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 12 Ana pingsan di kamar mandi dan mengeluarkan banyak darah


__ADS_3

Setelah semua nya selesai memilih baju, mereka mampir ke kafe untuk membeli minuman dan mengobrol sebentar


" Oh...ya kak, kakak jadi pindah ke sini? "


" ya... kurasa begitu An "


" Mas Ridwan setuju? "


" iya "


" Tumben cepat banget setuju nya, biasanya dia itu susah sekali kalau di ajak ke sini. Apa di sana kalian ada masalah? "


" Masalah " Astri kaget sampai tersedak minuman yang sedang di nikmati nya


" kakak... kenapa kaget? jangan jangan benar dugaan ku. Kakak di sana terlilit hutang dan kebetulan aku telpon suruh kakak pindah ke sini untuk merawat ibu makanya mas Ridwan setuju secepat itu di ajak pindah ke sini "


" Anti... bukan begitu. walaupun di sana kita hidup miskin tapi tidak sampai terlilit hutang. Mas Ridwan bisa memenuhi kebutuhan kami tanpa berhutang meskipun hidup sederhana bukan kehidupan mewah seperti kamu. Tapi kakak sangat bahagia hidup dengan mas Ridwan "


" Bener ya kak, tidak ada masalah "


" emm... iya tidak ada "


" kalau begitu kan aku lega meninggalkan ibu bersama kakak. soal biaya kebutuhan ibuk sehari hari akan aku kirim setiap bulan nya. jadi kakak tenang saja ya kalau masalah uang kakak tidak perlu khawatir. "


" Anak anak sudah selesai minumnya? kalau sudah kita pulang sekarang ya sudah jam 22:00 " tanya Anti pada keponakan nya

__ADS_1


" Sudah Tan " jawab Aris dan Ana


" Niko juga sudah tidur. Capek Tante kalau harus gendong Niko ke sana ke mari. yuk mari pulang "


" Mas bayar dulu ya dheg "


" iya mas..."


" Sini An biar Niko saya yang gendong. "


" Kakak gak capek? Niko berat lho kak, meski baru 5 tahun tapi dia seperti anak umur 7 tahun "


" Enggak kog An "


" Ya udah deh kalau... "


" yuk... kita ke mobil dulu nunggu Mas Rudi "


Sesampainya di rumah Ana langsung masuk kamar, dia lelah apalagi keadaan nya masih belum pulih total. Begitu pun dengan Nenek,ibu,adik dan juga Tante nya. Mereka masuk kamar masing-masing.


Sesampainya di kamar Astri memperlihatkan baju yang di belikan adiknya.


" Pak... lihatlah baju ini bagus kan? seperti nya ibu cocok pakai baju ini. "


" iya bu. Ibu terlihat lebih cantik pakai baju itu"

__ADS_1


" Tadi Anti juga menyuruh ku untuk memilih kan buat bapak. coba bapak pakai...pasti cocok. ibu sudah membayangkan bapak memakai baju ini pasti lebih terlihat gagah "


" ya ... bapak coba lain kali aja ya Bu "


" Bapak... ayo coba pakai sekarang. ibu ingin lihat "


Ridwan hanya bisa menuruti kemauan istrinya. Melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah istrinya,dia merasa bersalah karena selama ini belum bisa memberikan kebahagiaan seperti ini. Sejak hidup bersama nya hanya kesusahan yang di berikan Ridwan untuk Astri tapi Astri tidak pernah mengeluh sama sekali.


" ya...kan ganteng banget suamiku ini "


Ridwan mencium kening istrinya sambil berkata


" Maafkan Abang ya neng belum bisa memberikan kehidupan yang mewah seperti yang di berikan Rudi untuk Anti "


" Mas ( sambil memeluk suaminya ) Aku bahagia hidup dengan mas meskipun hidup kita serba pas Pasan jadi mas jangan lagi bicara seperti itu ya "


" iya buk. makasih ya buk sudah bersama ku selama ini. Kau wanita terbaik yang pernah ku temui. "


" Lho...Pak ada telpon dari Ana "


" Ana...? bukanya dia sedang di kamarnya,kenapa telepon kita "


" jangan jangan Ana kenapa kenapa pak. mari kita ke kamarnya "


Mereka berdua bergegas menuju ke kamar Ana. Melihat Ana tergeletak di kamar mandi penuh darah di kakinya mereka panik dan membawa nya ke bidan terdekat...

__ADS_1


__ADS_2