
Sesampainya di rumah bidan, Ana segera di periksa dan di rujuk ke rumah sakit karena darah yang keluar terlalu banyak.
Ana di bawa ke UGD oleh petugas rumah sakit dan orang tuanya hanya di perbolehkan menunggu di depan pintu. Mereka berharap Ana baik baik saja.
Satu jam kemudian, dokter datang memberitahu orang tua Ana bahwa Ana telah sadar tapi kondisi nya masih belum bisa di bilang baik baik saja. Dokter menyarankan untuk menggugurkan kandungan Ana karena melihat kondisi Ana yang masih terlalu muda untuk mengandung dan pendarahan yang terjadi, bisa saja janin nya tidak akan berkembang. Tapi semua keputusan dokter serahkan kepada keluarga Ana. Ayah Ana setuju dengan saran dokter tapi ibu Ana masih ragu ragu. Dokter pun menyuruh suami Ana untuk memberikan keputusan yang tepat untuk Ana.
" Bapak bisa bicarakan ini sama suami Ana. Dialah yang berhak mengambil keputusan "
" Tapi Ana belum menikah dok. " Jawab ibu Ana sambil menangis
" sudahlah Bu, jangan menangis. Berikan suratnya dok saya yang akan menandatangani surat pengguguran kandungan Ana karena saya bapaknya jadi saya berhak Atas itu "
" Bapak jangan gegabah kita tanya dulu sama Ana "
" Kita mau tanya apalagi Bu? membiarkan dia mengambil keputusan sendiri, keputusan yang bisa menghancurkan masa depannya? "
" Setidaknya kalau kita beritahu Ana, dia akan mengerti pak. Dia ibunya... kita harus memberi tahu Ana. Karena dia sudah sadar pak. kecuali kalau Ana belum sadar jika bisa mengambil tindakan untuk dia "
" Yang di katakan istri bapak betul sekali. Kita harus tanya dulu pada Ana. Apa yang ingin dia lakukan "
__ADS_1
Dokter pun mengajak orang tua Ana menuju ke ruang UGD.
" Ana... kamu sudah sadar "
" Saya... Saya ada di mana? "
" kamu ada di rumah sakit, tadi kamu pingsan dan mengalami pendarahan jadi orang tuamu membawa mu ke sini "
" Bayi ku, bayi tidak apa apa kan dok? "
" Sebenarnya bayimu tidak baik baik saja. Karena pendarahan mu cukup banyak mungkin saja dia tidak akan bisa berkembang lagi. Jadi lebih baik di gugurkan saja. "
" Apa ... ? tidak mau dok, Aku tidak akan menggugurkan kandungan ku ini. Apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankan nya "
" Walaupun hanya 20% Aku akan tetap mempertahankan nya. Aku tidak ingin kehilangan Anakku "
" Nduk... wes to nurut Karo pak dokter. Iki kanggo kebaikan mu "
" Tidak ibu... Aku tidak mau. Dosa ibu...aku sudah melakukan dosa besar. Apa aku harus melakukan nya lagi sekarang dengan membunuh anakku? "
__ADS_1
" Ana... kenapa kamu tidak mau menuruti permintaan ibumu? "
" Ayah... Anakku masih ada harapan untuk hidup walaupun hanya 20% kenapa aku harus membunuhnya? jika mungkin saja atas kuasa Allah Anakku bisa hidup,Apa aku tidak akan menyesal karena telah membunuhnya? Ayah aku mohon... biarkan aku merawat bayi ini. kecuali jika memang dia sudah tidak bisa di pertahankan lagi baru aku akan menyerah "
" Baiklah... jika memang dalam waktu 1 bulan bayi itu tidak berkembang kamu harus bisa merelakan nya untuk di gugurkan "
" Baiklah Ayah "
Ayah dan ibunya Ana berlalu pergi meninggalkan ruang UGD.
" Dokter tolong aku,tolong buat Anakku vlbisa hidup "
" Aku tidak berkuasa atas hal itu Ana, Aku hanya bisa membantu mu dan selebihnya kamu serahkan pada yang kuasa. Aku akan berusaha membantu. kamu harus semangat . kamu calon ibu yang hebat, Aku salut sama kamu. Orang lain mungkin tidak bisa melakukan apa yang kamu lakukan saat ini. "
" Aku hanya melakukan apa yang menurut ku benar dok "
" Bagus itu... semangat 💪... kamu istirahat dulu, kondisi mu masih belum pulih, Aku akan periksa pasien yang lainnya ."
" Terimakasih dokter "
__ADS_1
" Sama sama. mari sus, ikuti aku ke ruang bersalin "
" Baik dokter "