
" Ana tunggu,aku ingin bicara sebentar dengan mu. " pinta Anton
" Sudahlah dek ayo kita pergi sudah siang " Evan meminta Ana untuk segera pergi
" Bentar ya kak,aku selesai kan dulu urusan ku dengan Anton biar aku bisa tenang pergi dengan kakak. "
" oke...sayang tapi jangan lama lama ya "
" iya kak "
Evan kembali ke motornya sedangkan Ana masih ngobrol dengan Anton.
" An...jangan pergi dengan cowok itu ya,plis ku mohon. "
" Emangnya kenapa dengan kak Evan sih? dia baik dan juga perhatian sama aku. dia tidak pernah jahatin aku. "
" Aku merasa dia bukanlah laki laki yang baik An,Aku peduli denganmu. Aku enggak mau kamu kenapa-kenapa "
" Anton,aku sudah besar dan aku bisa jaga diri sendiri jadi kamu jangan khawatirkan aku lagi ya. Mending kamu cari pacar biar nggak kesepian " Ana berlalu pergi meninggalkan kan Anton
" An...Ana tunggu "
Evan yang melihat hal itu tersenyum kecil kepada Anton seperti menertawakan Anton.
Akhirnya Ana pergi dengan Evan. Sementara Anton kembali kelas.
****
Setelah tiba di rumah, Evan mempersilahkan Ana masuk ke dalam rumah nya. Ana yang tertegun melihat betapa megah rumah Evan hanya bisa terdiam.
" kenapa dek ? "
" wah... rumah Kaka seperti istana "
" Ah ... kamu bisa aja sih dek "
__ADS_1
" beneran kak... sumpah deh "
" kamu lucu banget sih dek,itu yang bikin aku gemes sama kami pengen cium deh "
" ah...Kaka jadi malu 😊 "
" Ayuk...dek kita ke atas "
" ke mana kak? "
" ke kamarku ... "
" ke kamar Kaka? "
" iya... tenang aja Kaka gak bakalan ngapa-ngapain kamu kog. gak usah takut... semua temanku yang main ke sini aku ajak ke kamar dek. ngobrol di sini kurang nyaman "
" owh... gitu ya kak "
" iya sayang... ayok buruan " sambil menggandeng tangan Ana
Sesampainya di kamar Evan, Ana kembali tertegun melihat kemewahan kamar Evan yang besarannya seukuran rumah dia.
" kak... kamar mu besar banget ya,ini seukuran rumahku. "
" masak sih dek? kapan kapan ajak aku ke rumah mu ya dek "
" kaka mau ke rumahku? rumahku jelek lho kak, sama kamar Kaka aja bagusan kamar Kaka "
" aku bukan ingin lihat rumahmu, tapi aku ingi ketemu ibumu dan berterima kasih karena sudah melahirkan gadis cantik dan baik sepertimu "
" ah...Kaka, lagi lagi bikin aku malu 😊 "
" ngapain malu sayang... gemas deh " sambil mencubit pipi ana
" dek... mau minum apa? Kaka buatin jus ya jeruk ya? atau adek mau minum apa? "
__ADS_1
" Terserah kaka... tapi aku lebih suka jus strawberry seh dari pada jeruk "
" ok... jus strawberry ya. tunggu sayang... kaka buatin "
" ok... kaka "
Beberapa menit kemudian Evan datang membawa jus strawberry dan alpukat.
" ini dek...jus strawberry pesenan kamu "
" makasih kak "
" sama sama sayang "
Mereka mengobrol macam macam tentang sekolah, pelajaran dan juga hal lain nya. Melihat rumah besar Evan yang sepi membuat Ana penasaran dan bertanya kepada Evan
" Kak... rumah sebesar ini tapi sepi banget Kaka gak kesepian? "
" sebenarnya Kaka sangat kesepian dek, tapi mau gimana lagi. "
" papa dan mama Kaka gak pernah pulang? "
" pulang palingan sebulan sekali "
" owh...."
" Nasib jadi anak tunggal dek ya sendirian terus seperti ini. Apalagi kalau adek bisa tinggal di sini betapa bahagianya hati Kaka "
" gak boleh Kaka... 😊 "
" iya tahu... nanti kalau kita sudah nikah pasti adek aku bawa tinggal di sini dan akan aku jadikan wanita yang paling bahagia di dunia ini "
" Kaka... adek jadi terharu "
" beneran Kaka akan tepati janji Kaka membawa mu ke rumah ini sebagai istri Kaka, oh... iya Kaka punya sesuatu buat adek. tunggu aku ambilin dulu ya sayang "
__ADS_1