Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 36 Janji


__ADS_3

" Entahlah... aku sendiri bingung dengan hatiku. Dan tentang Ayunda.... Aku sudah lama melupakan nya. " sambil menghela Nafas panjang


" Berjuanglah jika memang dia gadis yang bisa membuatmu bahagia " Berdiri sambil menepuk pundak dokter ilham


" Aku kembali ke ruangan ku dulu. aku masih ada janji dengan pasienku. Dan cepat lah menikah. Agar kau tahu indahnya berumah tangga " Tersenyum meninggalkan dokter ilham yang termenung sendirian


*****


Ke esokan hari nya dokter ilham berbelanja ke mall, membeli beberapa hadiah untuk di berikan kepada baby N nanti malam. Dia sudah tidak sabar untuk datang ke rumah Ana malam ini. Entah kenapa jantungnya tidak berhenti berdetak kencang menantikan malam tiba. Seharian itu dia merasa bahwa harinya begitu lama. Jam di dindingnya serasa tak bergerak. Dunianya berhenti berputar sehingga malam enggan tiba... Dia selalu menata mainan mainan yang di beli tadi sambil melirik jam di tangannya yang masih menunjukkan angka 4 sore. Masih kurang 3 jam lagi. Karena kantuk yang tak tertahankan akhir nya dokter Ilham tertidur di sofa.


Hp dokter ilham berdering sedari tadi di atas meja. mungkin karena kelelahan dia tidak mendengar nya. Lagi lagi hp nya berdering beberapa kali sehingga membangun kan


pemilik nya. Dengan sedikit rasa kantuk yang masih menyelimuti nya dokter Ilham mengangkat telepon itu. Seketika raut wajahnya terlihat cemas dan beliau bergegas Mandi dan menuju ke rumah sakit. Ternyata ada pasien yang kondisinya gawat harus segera di operasi dan dokter pengganti tidak datang hari itu. Akhirnya dokter ilham harus segera melakukan operasi itu bersama para suster dan di bantu dokter juniornya.


Sementara itu di rumah Ana

__ADS_1


ibu Ana sedang mondar mandi di depan rumah menanti tamu yang dia harapkan akan datang. Sudah 2 jam lamanya dia menunggu tapi belum juga datang.


" Ibu... masuk lah. di luar dingin. Nanti ibu sakit. Mungkin dokter ilham ada pekerjaan mendadak sehingga tidak bisa datang. " pinta Ana sambil menyelimuti ibunya dengan syal miliknya.


" Ibu yakin dokter ilham pasti akan datang Ana. dia sudah berjanji pada ibu. pasti dia tidak akan melupakan nya. "


" iya ibu Ana tahu. tapi tolong ibu tunggu aja di dalam ya. Nanti kalau ibu sakit gimana? "


" Betul yang dikatakan Ana Bu. kita masuk saja. mungkin sebentar lagi dokter ilham akan datang. "


Ana mulai mengantuk tapi dokter ilham belum juga datang. jam di dinding menunjukkan angka 11 malam. Ibunya pun sudah tertidur di sofa menuggu dokter ilham yang tak kunjung datang


" hmm... apa dokter ilham sudah datang An "


Tanpa menjawab Ana hanya menggeleng kan kepalanya

__ADS_1


" sudah malam ibu. sebaiknya ibu tidur di kamar saja. seperti nya dokter Ilham tidak akan datang malam ini. ini sudah larut malam tidak mungkin orang akan bertamu semalam ini "


" Memang nya jam berapa sekarang An "


" Sudah jam 11 lebih Bu. "


" Ya sudah kita tutup pintunya dan tidur "


" ibu tidak makan dulu? "


" ibu tidak lapar. kamu segera tutup pintunya. ibu tidur dulu "


" baiklah Bu "


Terlihat jelas kekecewaan di wajah Astri. Membuat Ana semakin sedih melihat nya. Ini yang dia takutkan selama ini , takut ibunya di kecewakan oleh harapan nya sendiri. Wajah yang terlihat bahagia sedari pagi kini berubah menjadi muram.

__ADS_1


Ana menghela nafas panjang dengan menutup pintu rumah nya. Dalam hatinya banyak pertanyaan untuk dokter Ilham.


" Kenapa harus berjanji bila tak bisa menepati? "


__ADS_2