Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 60 Tanpa mu


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Evan melihat foto Ana dan berbicara dengan foto Ana


" Ana... mengapa kau tega melakukan hal ini padaku. bukankah aku sudah berjanji padamu tujuh tahun aku akan datang melamar mu kenapa kau malah menikah dengan orang lain. Apa kau tidak memikirkan perasaan ku saat ini, aku menanti kan saat ini, saat di mana kita bisa bertemu namun pertemuan ini sangat menyakiti ku Ana. Jika kau sudah bahagia dengan keluargamu aku akan mengiklhas kan mu. bahagia lah bersama nya. Aku rela Asal kau bahagia "


Ke esokan harinya Evan sudah siap pergi ke rumah Aisyah untuk bertunangan. Sebelum dia pergi, dia berpamitan dengan foto foto Ana yang ada di kamarnya.


" Selamat tinggal Ana, dirimu akan selalu jadi Kenangan terindah dalam hidupku. "


Acara pertunangan itu di laksanakan secara sederhana, karena memang keluarga Aisyah tidak mau acara pertunangan yang mewah. Bagi mereka tidak perlu mewah yang penting sah... Saat memasangkan cincin di jari manis Aisyah, Evan terdiam sejenak... dia teringat saat dia memakai kan Kalung di leher Ana.


Melihat putranya yang diam saja tidak segera memakai kan cincin ke Aisyah, Mama Evan menyenggol lengan Evan sehingga membuatnya kaget dan memasang cincin di jari Aisyah. Semua orang tepuk tangan dan tersenyum bahagia. Evan pun berusaha tersenyum namun pikirannya hanya tertuju pada Ana, Dia ingin mendengar penjelasan Ana. Namun dia tidak mau mengganggu hubungan Ana dan keluarga nya.


*****


Seminggu telah berlalu, Ana tampak murung menjalani hari harinya. Dia tidak tenang dan juga penasaran kenapa Evan mengingkari janjinya. Dia ingin sekali bertemu dengan Evan Namun dia tidak tahu di mana tempat tinggal Evan.


" apakah aku bisa hidup tanpamu Evan... Apalah artinya hidupku tanpamu....jika aku terpisah darimu, aku akan berpisah dengan diriku sendiri.... untukmu setiap hari aku bertahan hidup... tapi kini kau telah pergi dariku. Ajari aku untuk tidak menangis saat kau meninggalkanku...tapi aku masih saja tidak bisa Evan... air mata ini terus mengalir... sudah dua kali kau meninggalkanku Evan .. aku harus bagaimana sekarang. kehidupan ku hanya kami seorang. karena hanya kamu... hanya ada kamu..."


Isak tangis nya hanya menyisakan luka di hati. air mata sudah tidak mengalir dari matanya lagi. terlalu banyak air mata yang mengalir selama penantian nya. Namu semua penantian selama 7 tahun sia sia.


" Tok...tok... Assalamualaikum Ana..."


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya. Buru buru Ana mengusap air mata yang menetes di matanya.

__ADS_1


" Bang Ilham..."


" Ana... lama sekali buka pintunya? "


" Maaf Bang Ana nggak denger. Ada apa Abang ke sini. "


" kamu lupa... bukankah hari ini kita mau ke pernikahan temenku. Ana... kamu belum siap? "


" Maaf Bang, N tidak ada yang jaga. Ayah tidak pulang hari ini karena Anak pak Bhas juga nikah. "


" Ajak aja N... nggak pa pa kog. acaranya masih jam 7 malam dan ini baru jam 4 kita bisa ke salon dulu. Kita akan terlihat seperti keluarga bahagia... Benarkan? " Berbisik di telinga Ana


" Om... dokter.... om dokter mau kemana? N boleh ikut "


" Tentu saja Sayang... yuk kita cari baju yang cantik buat Mumu dan N. "


" Tapi sayang... Mumu ... "


" Sudahlah Ana, keluar lah sebentar agar kau tidak memikirkan laki laki itu terus. "


" baiklah Bang... "


Ilham mengajak Ana dan N berbelanja baju serta membawa mereka ke salon. Setelah semua selesai tepat jam 19:30 Ana dan N keluar memakai gaun yang indah dan tampak mempesona sehingga membuat Ilham kagum atas kecantikan Ana yang tak pernah terlihat selama ini. memang Ana jarang berhias. Memang Dia tidak suka berhias...

__ADS_1


Dalam perjalanan ke gedung pernikahan teman Ilham, N selalu berceloteh, sedangkan Ilham hanya memandangi Ana tanpa henti.


" om...dokter kita mau ke mana? Kenapa Mumu dan N harus berpakaian seperti putri... tapi N sangat syuka dengan pakaian ini. N merasa seperti putri raja. " N Tersenyum melihat gaun yang indah di pakai nya


" Karena hari ini kita akan bermain sebagai raja dan putri raja... "


" Benarkah om...? "


" Benar donk... om yang jadi rajanya, Mumu jadi ratunya dan N jadi Putri raja yang sangat cantik dan di sayang raja serta ratu "


" Hore... N suka permainan ini om "


" eh... Putri raja tidak boleh memanggil om sama raja. Harus memanggil papa "


" Papa... N harus panggil om dokter Papa? "


" Iya dong sayang... "


" Mumu... Apa boleh N panggil om dokter papa? "


" Oh ... N ... " Sedikit kaget


" Tentu saja boleh. iyakan Mumu? "

__ADS_1


" Bang Ilham... "


" Hore... N punya papa. N punya papa "


__ADS_2