Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 59 Sandaran


__ADS_3

Karena mendapat telepon dari N, Ilham buru buru datang ke rumah Ana. Dia khawatir Ana melakukan sesuatu seperti dulu


" Ada apa sayang... "


" Mumu nangis karena kalung dari papa putus Om. " Memberikan kalung itu kepada Ilham


" Sudah N jangan nangis ya... Nanti om perbaiki kalung N "


" Makasih Om dokter. emmuach... " Sambil mengecup pipi dokter Ilham


" Di mana Mumu ? "


" Mumu di kamar om... "


" Ana... Ana...tolong buka pintunya. "


Tak berapa lama Ana membuka pintu kamarnya.


" Abang... "


" Ana... syukurlah kamu baik baik saja. "

__ADS_1


" Aku tidak akan melakukan perbuatan itu lagi bang... Abang tenang saja. Aku tidak akan mencoba melakukan bunuh diri seperti dulu lagi. "


" Syukurlah... Ana " Memeluk Ana dengan lega


" Menangis lah... jika kamu ingin menangis... Agar hatimu bisa merasa lega. Bersandar lah di pundak ku jika kamu membutuhkan sandaran untuk menenangkan jiwamu. Aku akan selalu ada di sampingmu. Aku tidak akan membiarkan mu sendiri menghadapi semua ini. Bukan kah dulu aku sudah bersama mu saat dia meninggalkanmu dalam keterpurukan? Jadi jangan pernah melupakan bahwa aku ada di sini untukmu. "


" Makasih bang... Abang selalu ada untuk Ana dan N "


" Tolong jangan lakukan apapun yang membahayakan mu dan N. Berjanjilah padaku kau tidak akan meninggalkan ku Ana. "


" Tidak akan Abang... Ana akan hidup untuk N meskipun dia pergi meninggalkan aku. "


" Dan ingatlah aku akan selalu bersama mu. "


Setelah N tidur, Ilham menyuruh Ana istirahat dan dia kembali pulang ke rumahnya.


*****


Di rumah Evan


" Evan sayang... benarkah kata umi Aisyah Minggu depan kamu ingin menikah dengan Aisyah " Menatap Evan dengan penuh kebahagiaan

__ADS_1


" Iya Ma, Pa "


" Apa kamu sudah memikirkan nya dengan matang, bukankah kamu menolak perjodohan ini? kenapa sekarang kamu buru buru ingin menikah? Apa kau sudah bosan mencari kekasih mu yang entah di mana keberadaan nya. "


" Aku sudah menemukan gadis itu pa... dan dia sudah bahagia dengan keluarganya. Jadi tak ada lagi alasan Evan menolak perjodohan ini. Dan bukankah sesuatu yang baik harus segera di laksanakan? "


" Iya sayang... Mama setuju. Kamu memang harus segera menikah, agar Mama bisa segera menimang cucu. iya kan pa "


" Papa nggak mau suatu hari nanti kamu menyesali keputusan mu dan ingat jangan sampai kau buat Aisyah tidak bahagia, karena dia wanita yang baik. Singkirkan semua rasa cintamu kepada wanita itu dan belajar lah untuk mencintai Aisyah sepenuh hatimu. "


" Iya pa... Evan tahu itu "


" Bagus kalau kamu tahu itu. karena bagi papa Aisyah sudah seperti putri papa sendiri. Jangan sampai gadis itu mengganggu pikiran mu dan rumah tanggamu suatu hari nanti. Jika itu sampai terjadi papa tidak akan pernah memaafkan mu "


" Sudahlah pa.... Evan sudah setuju untuk menikah, kita harus mempersiapkan semuanya kenapa papa malah sibuk membicarakan gadis itu. jelas jelas gadis itu sudah berkeluarga jadi tidak mungkin akan menggangu Evan "


" iya pa... dia sudah bahagia, tidak mungkin akan menggangu Evan lagi. "


" Papa percaya padamu. "


" sudah... kamu istirahat sana. Besok kamu akan bertunangan jadi jangan tidur malam malam. oke...sayang. "

__ADS_1


" Iya Ma "


Sesampainya di kamar, Evan melihat foto Ana dan berbicara dengan foto Ana


__ADS_2