Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 16 kondisi Ana mulai membaik


__ADS_3

Di ruangan tempat Ana di rawat


Sambil memandangi foto Evan, Ana mengelus elus foto Evan dan berkata


" kak Evan... di mana dirimu sekarang kak, aku sangat membutuhkan mu, kenapa kamu tidak ada di samping ku? kenapa aku harus berjuang sendirian kak. kenapa kamu Setega itu sama aku kak. Saat ini aku sangat membutuhkan mu kak, bukan aku saja tapi juga anak kita. Bayi ini membutuhkan ayahnya. Tidakkah kau merindukan aku? Aku sangat merindukanmu kak. Aku ingin bertemu dengan mu. Aku ingin membagi segala keluh kesah ku padamu. Semua beban ku agar aku tidak merasa sendirian. kakak... apa mungkin hanya sebatas itu cinta mu padaku? atau mulai saat ini, aku harus belajar hidup tanpa mu? aku yakin aku bisa sendiri tanpamu . Aku bisa merawat bayiku sendiri meski tanpa kehadiran mu di sisiku kak Evan"


Air mata Ana mengalir deras mengingat semuanya. Sampai dia tidak tahu kalau dokter masuk ke ruangan nya untuk mengecek kondisi Ana.


" Hai...hai... calon ibu kog nangis, katanya mau dedek bayinya sehat kenapa malah buat dedek nya sakit? "


" Dokter...! " sambil menyeka air matanya


" sejak tadi kamu melamun sambil menangis "


" Aku tidak menangis kog dok, aku hanya kelilipan "


" ya... ya semua orang akan bilang begitu jika sudah ketahuan menangis. Bagaimana kondisi mu hari ini? "


" Baik dok... "


" suster tolong periksa Ana... hari ini kita akan lakukan USG ya An... kita akan lihat kondisi janin mu "


" Baik dok... "

__ADS_1


" Suster mulai menggerakkan gerakkan alat itu di perut Ana dan terlihat janin yang masih beberapa centi itu "


" Lihatlah Ana itu janinmu... dia baru sekitar 7 cm, masih sangat kecil dan ini sudah 14 Minggu. Detak jantung nya sedikit lambat. Nanti saya akan memberikan obat biar janin mu kuat "


Melihat gambar janin nya Ana menangis dan tersenyum dia tidak percaya bahwa dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


" Nanti beberapa bulan lagi kamu akan merasa gerakan nya. Pasti kamu akan lebih tersenyum lagi saat merasakan tendangan nya "


" Benarkah dok...? "


" iya... kamu akan sangat bahagia saat dia menendang dalam perut mu. Makanya kamu jangan sedih biar si baby baik baik saja "


" Baik dok... saya tidak akan bersedih lagi "


Ana menganggukkan kepalanya


Di luar terlihat ibu Ana sedang menunggu dan mendengarkan percakapan dokter dengan Ana.


" ibu... kenapa tidak masuk tadi? "


" Tidak dok, takut mengganggu pekerjaan dokter "


" jika tadi ibu masuk, ibu akan melihat cucu ibu sudah sebesar ini sambil menunjuk kan jari nya "

__ADS_1


" Bagaimana kondisi Ana dan bayinya dok? "


" Mereka baik baik saja , cuma tadi detak jantung bayi Ana kurang stabil "


" Apakah tidak apa apa dok? "


" Ya kita berdoa aja ya Bu semoga tidak apa apa. Besok Ana juga sudah boleh pulang. "


" Terimakasih dokter "


Dokter ilham tersenyum dan berlalu meninggalkan ibu Ana.


Ibu Ana masuk ke ruangan sambil berkata


" Dokter ilham sangat baik ya An "


" iya Bu "


" ibu pengen deh punya menantu seperti dokter ilham, dengar dengar dia belum menikah lho An. Banyak dokter dan suster yang bersaing untuk mendapatkan nya... hihi "


" ibu... memangnya kenapa kalau belum menikah? ibu mau sama dokter ilham... haha "


" apa sih AN, bisa bisa ibu di bunuh bapak mu... hahaha. tapi seandainya ibu masih muda dan belum menikah tentunya juga ikut ngejar ngejar dokter ilham. sudah ganteng, baik dan juga sopan, ramah pokok nya semua kriteria menantu idaman ibu ada di dia "

__ADS_1


__ADS_2