
Hari ini Ana harus kembali membawa baby N ke rumah sakit, untuk memeriksakan kondisi mata baby N setelah seminggu yang lalu di periksa. Ibunya lagi tidak enak badan mangkanya dia ke rumah sakit hanya berdua dengan baby N .
Dokter ilham yang melihat Ana duduk sendiri dengan menggendong baby N lalu menghampiri nya.
" Hai... Ana. kog sendirian. mana ibu? " sambil celingak celinguk melihat kanan kiri
" oh... ibu lagi tidak enak badan jadi beliau tidak ikut. "
" gimana kabar N ? " sambil menyentuh pipi baby N yang senyum senyum sendiri.
" Dia baik baik saja. "
" owh... lucu ya baby N. Dia masih belum bisa melihat? tanyanya hati hati
" Aku yakin suatu saat nanti baby N akan bisa melihat "
" ya... Aku juga yakin itu. Bersabar lah jangan pernah putus Asa "
__ADS_1
Mereka berdua jadi terdiam dengan pikiran nya masing-masing. Dokter ilham bingung tak tahu mau tanya apa lagi pada Ana karena Ana tidak mau berbicara kalau bukan dokter ilham yang memberikan pertanyaan. Sebenarnya dia ingin berlama lama bersama Ana tapi apalah daya dokter ilham pekerjaan nya membuat dia harus meninggalkan Ana dan baby N.
****
Jam menunjukkan Angka 12:30 Dokter Ilham bergegas menuju ke kantin karena terburu buru dari pagi dia belum sarapan. Saat melintas di depan praktek dokter Mata yaitu dokter Iwan. Ana kebetulan keluar dari ruangan itu. Ana yang kaget melihat dokter ilham langsung menunduk kan pandangan nya.
" Ana kamu belum pulang...? "
" oh... belum dok. ini baru selesai pemeriksaan jadi baru mau pulang. "
Ana sedikit kaget mendengar ucapan dokter ilham. Membuat dia terdiam beberapa detik.
" Ana... bagaimana? " suara dokter ilham yang kembali menyadarkan nya.
Ana melihat kanan kiri kebetulan banyak suster dan bidan yang lewat di samping Ana sambil berbisik dengan temannya serta memandang Ana dengan sinis.
" Oh...enggak dok. aku mau langsung pulang saja. ibu sudah masak di rumah. nggak enak kalau aku malah makan dengan dokter ilham di sini " jawab Ana menolak ajakan dokter ilham secara halus
__ADS_1
" oh... Aku anterin pulang gimana? " masih ada waktu setengah jam. sepertinya cukup untuk mengantarkan mu pulang. "
" Tidak dokter... tidak usah. jangan repot repot...dokter di sini pasti sibuk, banyak pasien yang menunggu dokter. Aku sudah pesan ojek. "
" Nggak baik untuk baby N di ajak naik ojek panas panas gini An... " dokter Iwan yang baru keluar dari ruangan nya mendengar perdebatan mereka mencoba membantu dokter ilham untuk mendekati Ana.
Dokter Iwan dan dokter ilham adalah teman baik sejak SMA jadi dokter Iwan sudah tahu kalau sahabat nya itu menyukai Ana.
" Iya betul kata dokter Iwan. kasian baby N. Mari saya antar... dan hari ini saya free kog. pasien saya sudah selesai semua. itu tadi yang terakhir " sambil menunjuk seorang ibu hamil yang di tuntun suaminya keluar dari WC
Ana merasa sudah tidak bisa mengelak lagi akhirnya menerima ajakan dokter ilham untuk mengantarkan nya sampai rumah.
Dalam mobil Ana dan dokter ilham saling diam tidak ada yang berbicara . Seperti mereka tidak saling kenal. Hanya sesekali terdengar baby N mengoceh.
" Baby N udah pinter ya usia baru 2 bulan setengah sudah mulai mengoceh. " melirik baby N sambil terus fokus menyetir
" iya..." Ana menjawab dengan terus memandangi baby N dengan senyum bahagia
__ADS_1