
Sesampainya di rumah sakit Ana segera ganti baju dan memulai pekerjaan nya. Hari Pertama bekerja ,bdia sedikit kesulitan namun dia tidak mau menyerah. Dia terus berusaha untuk bisa melakukan pekerjaan nya dengan baik agar Mpok Hindun tidak menyesal memberikan pekerjaan itu pada dia yang hanya berijazah kan SMP saja.
Mesti lelah...Ana merasa sangat bahagia. Dia bisa membeli kebutuhan nya dan baby N sendiri tanpa meminta uang kepada orangtuanya.
Satu bulan kerja di kantin rumah sakit Ana masih cuek dengan dokter Ilham. Meski ketemu setiap hari tapi Ana seperti tidak kenal dengan dokter Ilham.
" Hai... Ana. " Tanya Santi mengagetkan Ana yang telah melamun
" Oh .. kak Santi. Ada Apa? "
" Kamu nggak merasa apa, kalau dokter Ilham ada rasa dengan mu. Setiap ke kantin ini matanya hanya tertuju padamu tapi kamu malah cuek cuek aja "
" Masak sih kak. Aku rasa tidak seperti itu "
" Aduh... Ana. peka dikit napa? Coba lihat dokter Ilham " Sambil memalingkan wajahnya Ana menghadap dokter Ilham
Saat itu mata Ana bertemu dengan mata dokter Ilham keduanya langsung memalingkan wajah, mereka salah tingkah.
" Lihat lah... saat kamu pandang dia,dia jadi salah tingkah. Cie .. kalau aku nih... sudah aku Pepet terus itu dokter Ilham jangan kasih kendor. "
" Apa'an sih kakak... nggak mungkin dokter Ilham suka sama aku kak. kita berdua ini ibarat langit dan bumi. " Tersenyum sambil berlalu ke dapur meninggal kan Santi
__ADS_1
" Beneran kamu nggak suka sama dokter Ilham? "
" Tidak... "
" Kenapa kamu menghindari nya kalau kamu tidak suka. "
Ana diam saja tidak menjawab pertanyaan Santi karena dia juga bingung kenapa dia menghindari dokter Ilham terus menerus
" Jangan nyesel kalau aku deketin dokter Ilham ya.. "
" Silahkan... Ana dukung. Semangat Kak Santi " Tersenyum kecil
" Santi semakin kesal karena dia tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan tapi dia juga senang karena ternyata Ana bukan saingan nya. "
Hari ini Ana masuk siang karena dia harus ke sekolah dulu. Lelah yang Ana rasakan tak membuat nya lemah dalam bekerja. Tak terasa sudah jam 22:00 Waktu nya Ana pulang.
Saat hendak pulang menuju rumahnya, dia merasa ada yang mengikuti nya. Membuat nya tak tenang dan mempercepat langkahnya.
Tiba tiba ada suara klakson mobil dari belakang.
" Ana... mau aku antar? "
__ADS_1
" Tidak dok makasih... "
" Ini sudah malam dan mungkin sudah tidak ada angkot lewat. "
" Aku bisa jalan kaki, rumahku tak jauh dari sini. "
" Ada yang ingin aku bicarakan. silahkan masuk " Dokter Ilham membuka kan pintu mobilnya untuk Ana
Dengan terpaksa Ana masuk ke dalam mobil dokter Ilham dan dokter Ilham memperlihatkan kaca spion mobilnya dan terlihat ada cowok memakai jaket hitam pergi dari sana setelah melihat Ana masuk ke dalam mobil dokter Ilham
" Apa kamu kenal cowok itu? "
" Tidak dok... " sambil mengingat ingat lagi
" Seperti nya dia sudah mengikuti mu sejak Minggu lalu "
" Iya aku juga merasa ada yang mengikuti ku saat aku pulang malam "
" Mulai hari ini setiap kamu pulang malam, tunggulah aku. kita pulang bersama. Aku akan mengantarmu pulang "
" Tidak usah dok, tidak perlu repot-repot "
__ADS_1
" Rumah kita searah jadi aku tidak merasa di repot kan. pokok nya kamu harus nurut sama aku. semua ini demi kebaikan mu. ibu ku juga sudah meminta ku untuk menjaga mu jadi mulai saat ini saat pulang malam kau harus tunggu aku. biar aku yang mengantarkan mu pulang. "
Ana hanya diam saja tanpa menjawab.