Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 70 Kehilangan


__ADS_3

Setelah bangun tidur, Evan melihat Aisyah telah memandangi nya.


" Ada apa? " tanya Evan tampak kebingungan melihat Aisyah yang terus memandangi nya


" Enggak... cuma masih nggak percaya aja kalau aku bisa jadi istri Evandra Mahameru " sambil mencubit hidung suaminya


" Menjadi istri ku apa itu bisa membuat mu bahagia? "


" Tentu saja... karena itu impianku sejak dulu. lelaki memang gitu ya. lupa sama janjinya sendiri. beda sama perempuan dia akan selalu mengingat janji dari seseorang. apalagi orang itu orang yang spesial buatnya. " sambil merebahkan tubuhnya di sisi suaminya


" Sudah nggak marah lagi sekarang? "


" Mana mungkin aku bisa marah sama orang yang paling aku sayang ini " memeluk Evan


" Jam berapa sekarang? "


" Baru jam 04:05. kita sholat dulu habis itu lari pagi dan sarapan. oke mas... "


" Aku masih ngantuk... "


" Mas... ayo... ayo mandi terus sholat subuh. Mau mandi bareng nggak? "


" Kamu mandi dulu aja sana...! "

__ADS_1


" ya udah kalau nggak mau mandi bareng " sambil merengut turun dari ranjang mereka


" Aisyah... dirimu tidak berubah sama sekali, masih sama seperti dulu. gampang ngambek tapi tidak pernah ngambek lama jika dengan ku. ku kira kamu marahnya akan lama, ternyata...tidak " Evan tersenyum melihat istrinya yang sudah tidak ngambek lagi


****


Satu bulan berlalu setelah pernikahan Evan, Ana mencoba bangkit dari keterpurukannya yang kedua kali. Saat ini dia benar benar kehilangan Evan, tak ada lagi harapan nya untuk bersatu dengan Evan membina rumah tangga yang bahagia beserta anak mereka.


" Mumu... kenapa N tak boleh pake kalung dari papa... "


" Karena papa tak kan kembali kepada kita sayang. " butiran bening menetes dr mata Ana


" Kemana papa? kenapa papa tidak kembali? bukan kah Mumu bilang suatu saat nanti papa akan datang? "


" Tapi bolehkah N menyimpan kalung pemberian papa? "


" Boleh... asal N tidak memakai nya "


" Baiklah Mumu... Asal Mumu mau janji pada N, Mumu tidak akan menangis lagi " Sambil mengusap air mata Ana yang tidak berhenti mengalir.


" Mumu janji... mulai sekarang Mumu tidak akan menangis lagi. "


" Mumu harus tersenyum... Seperi kata om dokter... kalau kita selalu tersenyum kita tidak akan mudah sakit. jika kita sering menangis kita juga akan gampang sakit, seperti Mumu yang sekarang lebih banyak menangis. mangkanya Mumu jadi gampang terserang penyakit deh. "

__ADS_1


" Ana mumi pinter ya.. cium dulu Mumu... " sambil memberikan pipinya


" emmuach... N sayang Mumu. Om dokter juga sayang Mumu, ayah juga... jadi mulai sekarang Mumu tidak boleh menangis lagi. karena banyak yang sayang sama Mumu "


" Oke... Mumu janji Mumu tidak akan nangis lagi " Tersenyum dan memeluk putrinya


" Hore... N berhasil. "


" Berhasil apa sayang...? " Heran melihat N yang kegirangan


" Berhasil buat Mumu tersenyum. Kata om dokter kalau N bisa buat Mumu selalu tersenyum... om dokter akan belikan N banyak mainan "


" Om...dokter bilang begitu? "


" Iya... om dokter sudah janji "


" Wah...siap siap N mendapat banyak mainan baru donk dari om dokter, karena om dokter tak pernah ingkar janji "


" Asyik... Mumu... "


" Iya sayang ada apa? "


" N pengen punya papa seperti om dokter. Dia sangat baik... teman teman N kira om dokter adalah papa N. bolehkah N panggil om dokter papa? "

__ADS_1


__ADS_2