
" N... jangan ganggu bunda Aisyah " Teriak Ana memanggil N yang terus berlari mengejar Aisyah
" Mumu... cepat kesini, kita main bareng sama bunda Aisyah. "
" Sayang... kamu abis mandi, jangan main kejar kejaran nanti bau asem "
N dan Aisyah pun berhenti main nya.
" N sayang...bunda bisa minta tolong, bilangin sama mbok jah suruh buatin Mumu dan bunda Es jeruk ya... Bunda haus. "
" N juga mau Es jeruk bunda... "
" Iya sekalian N minta buatin sama si mbok "
Sementara N berlari ke dapur, Aisyah dan Ana ngobrol di depan rumah.
" Kamu sudah menyiapkan baju buat mas Evan? "
" Belum... " Ana sedikit kaget dengan pertanyaan Aisyah
" Kenapa kamu belum menyiapkan nya, bajunya ada di kamarku, atau di kamar dia mungkin juga ada baju. Dia pasti mandi di kamarmu kan? "
" Iya... "
" Segera siapkan bajunya, karena dia mandi di kamarmu jadi kamu yang Wajib menyiapkan semua keperluan nya, jika dia sedang di kamarku, aku yang akan menyiapkan segala kebutuhan nya. Pergilah... "
" Kenapa bukan kau saja? " jawab Ana
" karena sekarang kamu juga istrinya jadi tanggung jawab memenuhi segala kebutuhan nya kita tanggung berdua bukan hanya aku. "
" Cepat pergi... sebentar lagi dia akan memanggil mu untuk meminta handuk, karena dia sering lupa membawa handuk saat mandi "
" Sekarang? "
" Iya Sekarang... "
__ADS_1
" Baiklah aku akan pergi sekarang. "
" Cepat... Evan tidak suka kalau kamu terlambat sedikit pun menyiapkan semua keperluan nya "
Ana segera pergi menuruti semua perintah Aisyah.
Benar kata Aisyah... saat Ana sampai di kamar, Terdengar suara Evan yang memanggil nama Aisyah.
" Aisyah... tolong ambilkan handuk ku, aku lupa membawa nya. "
" Aisyah... Aku bukan Aisyah... tapi aku Ana. " Batin Ana ngedumel sambil memberikan handuk ke Evan.
Saat Evan mengambil handuk itu, tiba tiba dia menarik tangan Ana. Dan Ana pun masuk kedalam kamar mandi bersama Evan.
" Aww... " Sambil menutup matanya karena melihat Evan yang bertelanjang dada.
" Kenapa? kamu kaget? bukankah kau sudah pernah melihatnya dulu? " Mencium bibir Ana
Tanpa menjawab pertanyaan Evan, Ana langsung mendorong Evan dan keluar kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi serta menahan dengan tubuhnya yang masih gemetaran karena ulah suaminnya...
" Aku akan sabar menunggu mu Sampai kau siap menerima ku. "
Ana berlari keluar kamar menemui Aisyah dan mengatur nafasnya yang masih ngos ngosan.
" Apa sudah kau siapkan baju ganti mas Evan? " Tanya Aisyah heran
" Sudah... "
" cepet banget... ya udah minum dulu. sepertinya kamu haus " Sambil menawarkan segelas Es jeruk
Tanpa menjawabnya, Ana langsung meneguk Es jeruk itu dengan sekali teguk. Aisyah yang melihat merasa heran dengan tingkah Ana.
" Kamu kenapa? "
" Enggak kog... oh... iya mana N ? "
__ADS_1
" N sedang melihat kamar baru nya. "
" Maksud kamu N tidak akan tidur denganku di kamar Evan? "
" Tidak... Mas Evan telah menyiapkan kamar sendiri untuk N "
Ana mendelik ke Arah Aisyah. Dia cemas apa yang akan terjadi nanti malam ketika dia harus tidur sendirian. karena dia belum siap untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yaitu memenuhi semua keinginan suaminya.
" Kenapa? Kenapa kaget seperti itu? "
" Oh... nggak kenapa kenapa kog . Aku susul N dulu ya "
" Silahkan... "
Ana berlari ke kamar yang telah Evan siapkan untuk N. Ana kagum melihat kamar yang sangat cantik penuh dengan warna ping dan boneka boneka yang besar pas seperti yang N ingin kan.
" Mumu... sini... lihat boneka ini... lucu kan? kamarnya bagus N sangat suka " Sambil memeluk boneka beruang berwarna merah muda itu
" N suka dengan kamarnya " Tanya Evan mengagetkan Ana
" Papa... makasih... N sangat suka sama kamarnya. Apalagi boneka nya banyak. N jadi tidak sabar untuk tidur di sini "
" N ... bukankah makam ini N tidur dengan Mumu, biasanya kan seperti itu. "
" Tapi sekarang N punya kamar sendiri jadi N bisa tidur sendiri. iya kan pa? "
" Betul... Sekarang N kan sudah besar, bentar lagi masuk SD ya kan. "
" Iya papa... "
" Waktunya papa dan Mumu buat adik baru buat N " Sambil merangkul pundak Ana
" Horeee... " N sangat bersemangat mendengar perkataan papanya
" Apa'an sih... " Ana berusaha menyingkirkan tangan Evan dari pundak nya
__ADS_1