Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 86 Kecelakaan


__ADS_3

" Ayah... "


" cepat tolong bantu saya bawa korban ke mobil saya " pinta Evan pada seseorang yang ada di dekatnya


Orang orang pun membantu Evan menggotong korban ke mobilnya dan memberi jalan agar Evan bisa membawa korban kecelakaan ke rumah sakit.


" Ayah... bertahan lah... sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. "


" Evan... "


" Iya Ayah... tenang lah...ayah akan baik baik saja. "


Saat Sampai di rumah sakit kondisi pak Ridwan sudah kritis, dia kehabisan banyak darah karena kecelakaan tunggal yang di alami nya.


" Ana... tolong panggilkan Ana. " pinta Ridwan pada Evan saat masih sadar


" Ayah tenang dulu. nanti aku pasti akan mengabari Ana "


Setelah itu Ridwan di bawa ke ruang UGD untuk mendapatkan perawatan intensif.


1 jam kemudian dokter memanggil Evan karena pasien ingin berbicara kepada Evan


Evan pun bergegas menemui pak Ridwan Ayah Ana


" Evan... apa kau sudah memberitahu Ana? "

__ADS_1


" Aku akan memberitahu Ana nanti setelah ayah sudah lebih baik. Aku tidak ingin Ana sedih karena melihat kondisi ayah yang seperti ini "


" Apa kau benar-benar mencintai Ana? " Dengan nafas yang berat Ridwan masih mencoba berbicara dengan Evan


" Aku masih sangat mencintai Ana. Dulu, sekarang bahkan nanti mungkin hanya Ana yang aku Cintai. "


" Kau sudah mempunyai Aisyah. Aisyah gadis yang baik, Aku sangat menyayangi nya seperti Aku menyayangi Ana. Aku tidak ingin melihat nya terluka. "


" Aisyah sudah mengizinkan aku menikahi Ana. "


" Meskipun begitu Aku yakin kau, Aisyah dan Ana tidak akan bahagia jika memaksakan untuk hidup bersama. "


Evan hanya diam saja


" Ayah... ayah.... "


Evan terlihat panik karena pak Ridwan tidak sadarkan diri. Dia buru buru memanggil dokter.


Setelah dokter datang, Evan segera menghubungi Ana dan melaksanakan perintah Ridwan untuk mencari penghulu


Saat sampai di rumah sakit, Ana menangis histeris melihat Ayahnya yang tidak sadarkan diri. Ilham yang berada di samping Ana mencoba menenangkan nya.


" Ana...yakinlah bahwa ayahmu akan baik baik saja. dokter akan menyelamatkan nya. "


" Ayah bang ... ayah. Aku tidak sanggup kalau ayah harus meninggalkan ku. Bagaimana dengan Aku dan N. hanya beliau yang jadi tumpuan kami "

__ADS_1


" Abang akan selalu berada di sisimu, jika Ayah setuju Abang akan melamar mu sekarang " Ilham memeluk Erat Ana...


" Ana... " Perlahan mata Ridwan terbuka


" Ayah... " Ana tersenyum bahagia dan menciumi tangan ayahnya


" Menikah lah... Ayah ingin sebelum Ayah pergi... bisa melihat kamu menikah dan bahagia. "


" Ayah... jangan pikirkan semua itu. jika Ayah sudah sembuh Ana pasti akan menikah. "


" Ayah... Ayah merasa.. tidak kuat lagi nak. Menikah lah... jika ayah pergi kamu belum menikah... bagaimana... kalau ibu mu bertanya... Apa kau sudah bahagi..a di ... sana. A..yah... ha... rus ja..wah apa? " Dengan nafas yang tersengal-sengal


" Ayah... ayah tidak boleh pergi. Ana tidak mengizinkan ayah pergi. "


" Hidup dan mati ini hanya milik Allah nak... menikah lah... ayah sudah meminta Evan mencari penghulu. "


" Evan... " Ana dan Ilham kaget mendengar perkataan Ayahnya.


" iya... menikah lah... Sebelum ayah pergi. Ayah ingin melihat kamu menikah dan bahagia . "


Setelah mengutarakan maksudnya Ridwan kembali memejamkan matanya dan tidak sadarkan diri lagi.


Ketika Evan membuka pintu bersama pak penghulu, Ana dan Ilham menatap nya tajam


Ana segera menghampiri Evan dan berkata...

__ADS_1


__ADS_2