
Setelah mengetahui hasil dari test urin itu, bidan Nelly merasa kaget karena melihat Ana masih memakai seragam sekolah, dia masih tidak percaya bahwa Ana hamil, bidan Nelly tahu bahwa Ana anak baik baik tidak mungkin bisa melakukan hal seperti itu. tapi itulah kenyataannya dan bidan memberi tahu orang tua Ana bahwa Ana hamil.
Mengetahui hal itu ayah Ana marah pada bidan Nelly dia berpikir bidan Nelly ingin mencemarkan nama baik keluarga nya.
Mendengar pertengkaran ayah nya dan bidan desa, Ana segera keluar dari kamarnya dan bertanya apa yang terjadi pada nya sehingga ayahnya bertengkar dengan bidan Nelly.
Ayahnya hanya diam saja, sementara ibunya tidak mampu berkata apa-apa. sekejap suasana di rumah menjadi tenang dan bidan Nelly bergegas pulang.
" Ayah... kenapa ayah marah pada Bu bidan? Ada apa yah? Ana kenapa yah? jawab Ana ayah...? "
Ayah nya hanya diam lalu masuk ke dalam kamar nya
" ibu... ada apa ini ibu? kenapa ayah hanya diam? kenapa ayah tidak mau bicara pada Ana "
" Ana... jawab ibu dengan jujur. Apakah yang di katakan bidan Nelly benar? "
__ADS_1
" Apanya yang benar ibu? bidan Nelly berkata apa sehingga ayah diam dan tak ingin bicara padaku? "
" Apakah kamu benar benar hamil? "
Seketika itu Ana menjadi sangat panik dan tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam dan menangis sambil bersujud di bawah kaki ibunya meminta maaf.
Melihat reaksi Ana, ibunya langsung lemas seperti tak ada tenaga lagi untuk tetap berdiri.
Mereka berdua menangis bersamaan dan berpelukan.. Tak henti hentinya Ana meminta maaf pada ibunya dan juga pada ayahnya.
Saat itu Ana langsung berlari meninggalkan ke dua orang tua nya. Ibunya sangat ketakutan, takut jika Ana melakukan hal yang tidak di inginkan. Ibu Ana meminta ayahnya untuk menyusul Ana tapi ayah nya tetap diam tidak bergerak sama sekali. Akhirnya ibu Ana berlari mengejar Ana tapi ana sudah naik angkot entah kemana.
****
Sesampainya di rumah Evan... Ana mencari Evan tapi di rumah sebesar itu terlihat sepi.
__ADS_1
Dia langsung bergegas ke sekolah Evan dan berkali kali menghubungi Evan tapi nomer Evan tidak aktif.
Sesampainya di sekolah Evan, Ana bertanya pada salah satu murid di sana untuk memanggilkan Evan, tapi murid itu bilang Evan sudah pindah sekolah sudah hampir 3 bulan yang lalu .
Seketika itu Ana langsung tersungkur di tanah, hatinya hancur... dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Akhirnya dia berjalan kaki dan tak tahu akan pergi kemana untuk mencari Evan . Dia memutuskan untuk kembali ke rumah Evan dan mencari tahu tentang Evan.
Di rumah Evan , Ana bertanya pada satpam di mana Evan dan satpam itu berkata bahwa Evan telah pergi ke luar Negri bersama orang tuanya sudah 2 bulan lebih...
Ana menjadi histeris dan menangis sejadi jadinya sambil memanggil nama Evan.
karena tangisan Ana yang begitu keras membuat Asisten rumah tangga Evan keluar dan mencoba menenangkan Ana Sambil memberikan surat yang di titipkan Evan untuk Ana. Ana terdiam dan berjalan pulang.
Sementara di rumah Ana, ibunya sangat Panik karena hati sudah semakin gelap Ana belum juga pulang, hujan pun sepertinya sebentar lagi akan turun. Ibu nya mondar mandir menunggu kedatangan Ana.
__ADS_1