
Anti tersenyum dengan sinis mendengar jawaban Ridwan kakak iparnya
Setelah Ana mengemasi barang barangnya dia mengajak Aris adiknya untuk keluar.
Di luar ibu dan ayahnya sudah bersiap untuk pergi dari rumah itu. Saat Ana berjalan menuju Ibunya ternyata Aris diam saja tidak mengikuti langkah Ana
" Aris... ada apa? " tanya Ana dengan heran
Sementara Aris hanya diam saja.
" Aris tidak akan pergi dengan kalian.. "
Astri kaget mendengar hal itu begitu juga Ana dan Ayah nya.
" Iya... Aris akan ikut dengan ku kembali ke Malaysia besok " ucap Anti sekali lagi menegaskan bahwa ucapan nya itu serius.
" Apa maksud kamu Anti? " menatap Anti dengan tajam
" Kalau kakak tidak percaya tanya aja sama Aris.. Apakah ucapanku tadi itu benar apa bohong. "
kembali Astri menatap Aris yang menunduk tidak berani menatap semua orang
__ADS_1
" Aris sayang... ini tidak benar kan? kamu akan ikut kami "
" Maafkan aku ibu... "
" Aris... apa maksud kamu? " bentak Ridwan yang mulai emosi
" Maafkan Aris ayah... Aris tidak mau hidup susah lagi seperti dulu. Aris ingin hidup sukses dan meraih cita cita Aris . jika Aris ikut ayah Aris akan seperti ini selama nya. Hidup susah dan selalu di hina oleh teman teman. Aris tidak mau hidup seperti itu lagi. "
" Sudah ibu ayo kita pergi. ayo Ana... " menggandeng istri dan anaknya
" Biarkan Aris memilih jalannya sendiri. dia sudah besar sekarang " Ridwan pergi meninggalkan rumah mertua nya dengan perasaan yang sangat kecewa terhadap keputusan Aris.
Mereka pergi meninggalkan rumah itu dengan sejuta luka di dada. Semua terdiam tanpa suara menyusuri jalanan yang mulai sepi karena memang jam di hp Ana sudah menunjukkan pukul 20:45 . Sesekali Ana memegang perutnya yang mulai merasakan sedikit nyeri tapi dia tahan karena tak ingin membuat orang tua nya khawatir.
" Tidak Bu, aku tidak apa apa. "
" Benarkah? "
" iya ibu "
" Pak sebaiknya kita berhenti dulu di pos ronda itu kasian Ana sudah 1 jam berjalan. dia sedang hamil pak " pintanya pada suaminya yang dari tadi diam
__ADS_1
" Baik lah Bu. Ibu dan Ana tunggu di sini. biar bapak cari tumpangan dulu "
" kita mau ke mana pak? Apa kita mau kembali ke desa? " Astri memberanikan diri bertanya kepada suaminya meskipun dia tampak ragu ragu bertanya seperti itu.
" Entahlah Bu... bapak juga masih bingung "
Tiba tiba Ana meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
" Ada apa sayang? " Astri terlihat cemas sambil mengusap keringat dingin di kening ana yang mulai bercucuran
" Sakit banget ibu...ayah "
" Pak cepat cari taxi atau apapun itu. kasian Ana "
" Baiklah Bu.. "
Ridwan berlari mencari tumpangan buat Ana tapi tak ada satu pun mobil yang berhenti memberinya tumpangan. Hingga dia hampir putus Asa dan memutuskan untuk menggendong Ana mencari rumah sakit terdekat...
Setelah menggendong Ana sekitar 30 menit terdengar suara mobil berhenti di samping ibu Ana dan bertanya apakah mereka membutuhkan tumpangan. Astri langsung mengiyakan tawaran orang tersebut apalagi mengetahui bahwa yang memberikan tumpangan itu adalah orang yang mereka kenal yaitu dokter ilham.
Dengan sigap dokter ilham membantu ayahnya Ana memapah Ana ke dalam mobil dan membawa nya ke rumah sakit
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Ana langsung di bawa ke ruang UGD dan mendapatkan perawatan yang intensif dari para dokter. Sementara ibu dan bapak Ana menunggu di luar dengan cemas