
" Aku akan menunggu mu sampai kapanpun. Sampai kau mau membuka hatimu untuk ku. "
Ana segera melepaskan tangan nya dari pegangan dokter Ilham dan masuk ke dalam rumah bergabung dengan ibu dan Ayahnya.
Karena hari sudah sore Dokter Ilham meminta izin untuk pulang dari rumah Ana. Orang tua Ana sebenarnya menginginkan dokter Ilham untuk ikut makan malam bersama tapi mengingat dokter ilham sudah dari pagi di rumah mereka akhirnya ibunya Ana mengizinkan dokter Ilham untuk pulang. Astri menyuruh Ana dan baby N mengantarkan dokter Ilham sampai ke mobilnya.
" Da..da om dokter " ucap Ana sambil melambaikan tangan N ke arah dokter Ilham. Dokter Ilham pun melambaikan tangan nya ke arah mereka sambil tersenyum manis.
" Da...da... om " Ucap baby N yang membuat Ana kaget dan senang.
" N sudah bisa bicara. Wah... Anak Mumu pinter ya. Sudah bisa bilang Om "
Ana segera masuk rumah dan memberi tahu ibunya bahwa N sudah bisa ngomong walau hanya 2 kata saja. Ibunya juga sangat senang mendengar hal itu.
Ana tak sabar ingin menceritakan hal itu pada dokter ilham. Akhirnya dia menghubungi dokter ilham. Namun dokter Ilham tak menjawabnya
Ana merasa aneh karena tidak biasanya dokter ilham tidak mau mengangkat telpon dari nya.
Ke esokan Harinya saat Ana sedang bekerja dia tidak melihat dokter ilham ke kantin, dia terus celingak celinguk mencari keberadaan dokter ilham sambil mengelap meja yang kotor.
" Hai Ana... " sapaan dokter Iwan membuat nya kaget
" Dokter Iwan... bikin kaget saja "
" cari siapa? " Sambil tersenyum karena melihat tingkah Ana yang diam diam mencari dokter Ilham itu terlihat lucu di mata dokter Iwan
" Enggak kog dok. tidak cari siapapun. "
__ADS_1
" Bohong... dari tadi kamu terlihat mencari sesuatu. kalau cari dokter ilham nggak akan ketemu. karena hari ini dia tidak masuk. "
" Dokter Ilham kemana dok? "
" Aku juga kurang tahu. Kemarin dia izin nya sih ada acara keluarga. Jadi tidak masuk kerja. Aku kira cuma satu hari ternyata sampai sekarang belum masuk juga "
" owh... "
" Memang kamu nggak ketemu dia? kemarin kamu juga izin. Aku kira dia ada acara sama kamu. "
" Iya sih dok kemarin dokter ilham bersama ku. "
" Ya sudah ... aku mau Teh tawar hangat "
" Baik dok... "
" Nanti sore aku akan ke rumahnya. hatiku tak tenang jika tidak tahu kenapa dia nggak masuk kerja lagi. ya aku harus ke sana nanti sore pulang kerja. "
Saay kerja Ana tidak bisa fokus dia selalu memikirkan dokter Ilham yang masih belum mau mengangkat telepon dari nya.
Pulang kerja dia bergegas ke rumah dokter Ilham. Berkali kali dia memencet bel namun tidak ada yang membuka pintu rumah dokter Ilham. Memang dia tinggal sendiri di rumah sebesar ini. karena dia ingin mandiri dan rumah ini hasil keringatnya sendiri.
Setelah hampir 15 menit dia menunggu akhirnya pintu rumah terbuka.
" Ana...kenapa kamu ke sini "
" Dokter kenapa? Dokter sakit "
__ADS_1
" Nggak cuma kecapean saja. "
" coba lihat... " Ana memegang kening dokter Ilham
" Dokter ini panas sekali... "
" Sudah lah... Ana tak perlu kamu perhatian dengan ku. Kamu hanya akan membuatku berharap padamu "
" Dokter ... diam. Ayo dokter tidur dulu. Aku akan baurkan bubur untuk dokter. "
" Apa dokter sudah makan? "
" Belum... "
" Dari kemarin belum makan? "
" Iya... pulang dari rumahmu sampai sekarang. "
" Dokter cepat duduk... di mana dapurnya "
" Itu di sana... menunjuk arah dapur "
" Sudah dokter diam saja di sini jangan kemana-mana "
" Iya... iya terserah kamu. "
Dokter ilham tersenyum melihat Ana yang panik ketika tahu dia sakit. Dia merasa masih ada kesempatan untuk mendapatkan hatinya.
__ADS_1