Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
episode 43 Jodoh


__ADS_3

Hari ini sangat panas... Membuat Ana merasa pusing karena dari pagi sebelum berangkat ke sekolah, dia belum sarapan. sepulang sekolah dia juga langsung mencari pekerjaan lagi. Tiba tiba pandangan menjadi kabur dan dia tidak sadarkan diri.


Saat membuka matanya dia sudah berada di rumah sakit. dan di samping nya sudah ada ibu serta baby N yang menunggu nya.


" Ibu...kenapa aku ada di sini? "


" Tadi dokter Ilham menemukan mu pingsan di jalan dan membawa mu ke rumah sakit. untung ada dokter Ilham. kenapa kamu seperti ini. sudah ibu dan bapak bilang tidak usah mencari pekerjaan. Bapak masih mampu menghidupi mu dan juga N. kenapa kamu tida mau mendengarkan ibu? "


" Ibu.. maafkan Ana Bu, Ana tidak mau merepotkan ibu. Ana ingin mandiri dan bisa membiayai pengobatan N dengan hasil kerja kerasku sendiri ibu. Aku tidak mau bergantung pada ibu dan Ayah. "


" Jika seperti ini siapa yang repot? ibu kan...? pokoknya kamu tidak boleh cari kerja lagi. fokus saja sama sekolah mu sekarang "


" Maaf ibu, aku tidak bisa janji. Maafkan aku ibu... "


" Terserah kamu... yang penting untuk beberapa hari ke depan kamu harus istirahat "


Tidak sengaja dokter Ilham mendengar percakapan Ana dan ibunya. Dan dia bergegas ke kantin rumah sakit


" Mbak... Mpok Hindun ada nggak? " Tanya Ilham sama salah satu karyawan yang ada di sana


" Mpok lagi di belakang dok, dokter butuh apa? biar saya buatkan. Es teh atau kopi? " Tersenyum genit pada dokter Ilham

__ADS_1


" Oh... enggak mbk. Bisa panggil kan Mpok Hindun sebentar? Saya ada perlu sedikit dengan Mpok Hindun "


" Baiklah lah dok. tinggi sebentar ya "


Tidak berselang lama Mpok Hindun keluar menemui dokter Ilham


" Dokter cari saya... " sambil menunjuk dirinya sendiri


" Iya Mpok... "


" Ada apa dok... mari silahkan duduk "


" Oh... itu. iya dok, dokter ada kenalan yang lagi cari kerja? kebetulan saya Belum dapat pengganti nya Maya. Sedangkan Maya 2 Minggu lagi sudah tidak kerja di sini lagi. "


" Mbak Maya mau kemana Mpok? "


" Mau nikah dok " Sahut Santi dari dalam sambil tersenyum genit


" Oh... mau nikah ya Mpok. "


" Iya dok... kalau dokter punya kenalan yang cari kerja boleh lah suruh ngelamar ke sini. Tapi saya tidak bisa memberikan gaji besar ya dok " Tersenyum kecil

__ADS_1


" Iya Mpok. Nanti saya kabari lagi Mpok. Ya sudah maaf ya Mpok sudah mengganggu waktu Mpok. "


" Nggak pa pa kog Dok. "


" Ganggu juga Santi dong dok... Santi nggak keberatan kog di ganggu sama dokter ganteng " sambil Tertawa cekikikan Membuat dokter Ilham lari ketakutan melihat Santi yang sangat agresif kepadanya.


Mpok Hindun pun memarahi Santi karena bersikap genit dengan dokter Ilham.


" Santi... jangan kurang ajar ya kamu sama dokter di sini. sekali lagi Mpok lihat kamu genit sama dokter disini, Mpok pulangin kamu ke kampung. "


" Aduh...Mpok... jangan gitu dong Mpok ku sayang... " Sambil menjiwit pipi Hindun


" Aduh... Santi sakit. lepasin .. " menyingkirkan tangan Santi yang sudah berada di pipinya


" Abisnya gemes sih sama dokter Ilham. Susah banget buat di deketin " memasang muka cemberut


" owalah... jangan ngimpi kamu bisa dapetin dokter Ilham. Dokter ayu saja tidak di tolak apa lagi kamu. huh... sadar diri kamu Santi "


" Ya... siapa tahu jodoh Mpok. kan kita nggak tahu jodoh kita siapa. tinggal kita berikhtiar mencari jodoh yang terbaik setelah itu pasrah sama yang di atas. Semoga dokter ilham menjadi jodoh hamba ya Allah. Amin " Sambil menengadahkan tangan nya


" Jodoh dari mana... dasar tukang berkhayal. mimpi kali bisa dapetin dokter Ilham. huh.... " Sambil menjitak kening Santi dan berlalu meninggalkan Santi yang kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2