
Pagi harinya Anak buah Evan telah menunggu Evan di lobi hotel
" Baiklah... sekarang kalian cari Ana di beberapa daftar tamu yang belum kalian temui kemarin, Aku akan mencari Ana di sekitar sini. Kita kumpul di sini lagi jam satu siang "
" Baik bos... "
Evan menyusuri di setiap kota terdekat dengan gedung pernikahan nya, Namun dia tidak kunjung menemukan Ana. Jam di tangannya sudah menunjukkan angka satu
Evan kembali ke hotel untuk menemui anak buahnya. Dia ingin segera mendengar kabar baik dari mereka
" Bagaimana pencarian kalian, apa ada kabar tentang keberadaan Ana sekarang? "
" Belum bos... semua daftar tamu sudah kita temui dan tidak ada yang namanya Ana yang wajahnya seperti foto yang bos berikan kepada kami "
" Kalian tidak berguna sama sekali. Mencari seorang wanita aja tidak bisa. "
" Maafkan kami bos, Tapi ada satu orang yang belum kita temui bos "
" Kenapa kalian tidak menemui nya? "
" Karena bos melarang kami "
" Dokter Ilham maksud kalian? " Sambil memicingkan matanya
" Benar bos... "
" Apa mungkin dokter ilham yang membawa Ana ke pesta pernikahan ku? bukankah Aisyah bilang dokter Ilham belum menikah? " batin evan
" Baiklah aku akan menemui dokter Ilham sendiri. kalian boleh pergi. " Evan ingin memastikan sendiri bahwa memang dokter Ilham teman Aisyah itu bukan suami Ana
" Baik bos... "
Dengan informasi yang di berikan anak buahnya, Evan menuju rumah sakit tempat dokter Ilham bekerja dan menanyakan keberadaan dokter Ilham. Sayangnya pada saat itu dokter Ilham sedang tidak ada di rumah sakit.
" Ah... sial " umpat Evan pada dirinya sendiri
Lalu dia bergegas ke cafe dekat rumah sakit untuk sekedar menenangkan suasana hatinya yang sedang gundah. Dia tidak ingin meninggalkan Aisyah terlalu lama namun masalah nya pun belum selesai.
__ADS_1
" Evan... bukan? "
" Maaf anda siapa ? "
" Wah... mentang mentang dari luar negeri sudah tidak ingat dengan teman nya dulu. "
" Rio...? "
" Iya...brow. masak lupa dengan teman bolos waktu SMA "
" haha... masih ingat aja lu "
" bagaimana kabarmu? katanya di luar negeri? "
" Aku baik... aku sudah di Indonesia sekitar satu tahun lebih. "
" Boleh duduk di sini? "
" Silahkan..."
" Kamu sendiri saja atau sedang menunggu seseorang? "
" sedang apa di sini brow? "
" Aku ada bisnis di sini, tapi besok mungkin sudah balik lagi ke kota J. kamu tinggal di sini "
" Ya...mau ke mana lagi. "
" Oh..."
" Ada apa? apa ada yang bisa aku bantu? "
" Rencana mau buka cabang di sini. Tapi ntah lah... baru cari lokasi yang strategis. "
" Kalau butuh bantuan hubungi aku saja. ini kartu nama ku. "
" Oke... "
__ADS_1
" Temanku sudah datang. aku tinggal dulu ya Van "
" Silahkan... "
Evan membolak-balik kartu nama Rio, Dia bingung... haruskah meminta bantuan pada Rio untuk membantu nya menemukan Ana.
Tiba tiba telepon Evan berdering ada panggilan masuk dari istrinya.
" Halo... mas Evan, Mas pulang kapan? Aisyah kangen... "
" Nanti sore aku pulang. "
" Baiklah mas, mau Aisyah Masakin apa? "
" Apa saja terserah kamu "
" Baiklah sayang. aku tunggu di rumah. Jangan pulang malam malam ya "
" He'em ... " Evan segera menutup telepon nya.
Dua hari sudah di kota B tanpa menemukan keberadaan Ana di mana Membuat Evan semakin stres. Sampai di rumah dia langsung tidur dan mengabaikan Aisyah yang bertanya ini dan itu.
" Aisyah... maaf aku capek... bisa tinggalkan aku sendiri ?"
" Baiklah mas... tapi mas sebelum istirahat,mas sholat Isyak dulu habis itu makan baru tidur. Aisyah ambil wudhu dulu. oke... kita sholat berjamaah. "
" ya... habis itu bisa biarkan aku sendiri? "
" Bisa mas... "
Setelah sholat berjamaah, Aisyah menyiapkan makanan untuk suaminya dan membiarkan Evan sendiri di kamar.
" Non belum tidur...? "
" Nanti mbok... Aku mau nonton tv dulu. mas Evan baru pulang dari luar kota, dia capek jadi aku nonton tv di sini aja biar nggak ganggu "
" baiklah non mbok tinggal kebelakang ya "
__ADS_1
" Iya mbok... "