
" Ana... "
" Mas Evan... " Mengusap air matanya
" Tolong jaga Anakmu dengan baik jangan sampai kejadian ini terulang lagi. " Sambil menyerahkan N kepada Ana
" Menjaga buah hatimu saja tidak bisa apalagi menjaga .... "
" Ana... apakah N sudah ketemu? " Ilham datang menghampiri Ana
" sudah bang, Mari kita pulang bang... " Berusaha menahan air matanya tidak jatuh.
" kita baru sampai An... "
"Kalau Abang masih mau di sini, aku akan pulang sendiri dengan N " Berlalu meninggalkan Ilham dan Evan
" Ana... Ana... tunggu. oke. . kita pulang sekarang "
" Tidak perlu bang, Ana pulang naik taxi aja. "
" Ana... kamu marah dengan Abang " Memegang tangan Ana
" Tidak bang, Ana lelah..."
" Mari pulang... "
__ADS_1
" Tapi acaranya baru mulai bang "
" Tidak ada yang penting dari pada kamu. Ayo... pulang. "
Ana terdiam melihat Ilham, matanya berkaca kaca,belum ada yang mencintai nya seperti cinta Ilham terhadapnya. Selain cinta ke dua orang tuanya. cinta Ilham lah yang paling tulus.
Di dalam mobil Ana hanya diam saja,sambil sesekali mengusap air matanya. Dia tidak mau melihat Ilham hanya melihat ke luar dari balik kaca mobil. Suasana menjadi hening ketika N sudah tertidur, Ilham memilih diam,dia tidak mau menambahkan suasana hati Ana menjadi lebih sedih.
Setelah sampai rumah Ana, Ilham menidurkan N di kamarnya dan menyuruh Ana istirahat. Dia bergegas pulang ke rumah.
" kenapa aku harus bertemu dengan mu mas... aku sudah berusaha untuk melupakan mu kenapa harus bertemu kembali. "
" aku harus bangkit... Ana kamu tidak boleh seperti ini. Masih ada N yang membutuhkan mu, Ada ayah yang selalu sayang padamu. Meski Evan meninggalkanmu bukan berarti hidupmu berhenti. Lihatlah Ilham yang tulus mencintai mu, cobalah buka hatimu untuk nya, kamu akan bahagia jika bersama nya. "
Pagi hari ini seperti nya cuaca mengerti akan suasana hati Ana yang sedang kacau, Mentari pun enggan menampakkan sinarnya, Hanya mendung kelabu yang menyelimuti hari dan hati Ana saat ini.
" Mumu... Mumu... bangun. N sudah terlambat ke sekolah, Mumu... ayo buatkan N sarapan "
Namun Ana hanya diam saja tak bergerak.
" Mumu... Mumu kenapa? Mumu sakit? " N naik ke atas kasur dan menempelkan tangannya ke kening ibunya
" Panas...Mumu sakit... Ayah... N harus telepon Ayah "
N mencoba menghubungi kakeknya namun tidak ada jawaban
__ADS_1
" N harus bagaimana... ya Allah, badannya Mumu panas... oh .. iya ... N kan punya Om dokter yang bisa sembuhkan Mumu. "
Lalu dia menelepon ilham
" Om... Om dokter tolong Mumu, Mumu badannya panas... Dia tidak mau bangun, N tadi sudah membangunkan nya ... hi...hikz... "
" N sayang... tenang ya. Om dokter akan segera ke sana. N temani Mumu, jangan kemana-mana. Oke... om dokter tutup telepon nya dulu "
" Baik Om dokter "
Saat Sampai di rumah Ana, Ilham langsung membawa nya ke rumah sakit karena Ana tak sadarkan diri.
Evan terlihat cemas, dia sampai tidak fokus pada pekerjaan nya. Pikirannya hanya tertuju pada Ana. Ridwan yang di beri tahu Ilham pun segera menyusul ke rumah sakit.
" Nak Ilham bagaimana keadaan Ana...? "
" dokter masih memeriksa nya yah... "
" Apa yang sebenarnya terjadi? Ayah kemarin tidak bisa pulang karena anak pak Bhas menikah jadi banyak acara yang harus saya urus. "
" Mungkin Ana hanya kecapean saja yah, apalagi musim seperti ini kadang hujan kadang panas, kalau daya tahan tubuh tidak baik pasti yg gampang terserang penyakit. "
" Semoga Ana baik baik saja "
" Ayah tenang saja... Ana pasti baik baik saja. "
__ADS_1