
Sejak saat itu Ana semakin dekat dengan dokter ilham. Dia sudah bisa menerima dokter Ilham sebagai temannya. Dokter ilham pun sering berkunjung ke rumah Ana membawa oleh oleh buat Baby N. Ibu dan bapaknya Ana semakin bahagia melihat hal itu.
Malam ini tiba tiba Baby N badan nya panas tinggi. Karena panik Ana segera menelepon dokter Ilham meminta bantuan nya. Entah sudah ke berapa kali Ana meminta bantuan dokter Ilham jika Baby N sakit. Dokter Ilham dengan senang hati membantu Ana. Mereka berdua mengasuh Baby N dengan baik, layaknya orang tua N yang sesungguhnya. Meskipun di antara Ana dan dokter Ilham tidak ada hubungan yang spesial namun dokter ilham lebih cocok menjadi ayah Baby N karena kedekatan mereka. Baby N selalu manja jika bersama dokter Ilham. Seperti Ayahnya sendiri.
****
Hari ini Baby N genap berusia 1 tahun. Ana sengaja mengambil cuti karena ingin merayakan satu tahun usia baby N. Meski sudah 1 tahun baby N belum bisa duduk sendiri... seharusnya Anak usia 1 tahun ada yang sudah bisa berjalan sendiri. Meski tidak semua anak seperti itu.
Dokter Ilham pun sudah menyiapkan berbagai macam boneka dan mainan untuk Baby N. Dia juga membantu Ana menyiapkan segala sesuatu. Kedekatan mereka membuat banyak orang menyangka bahwa Ana dan dokter ilham punya hubungan spesial.
Namun Ana selalu mengelak dengan semua tuduhan itu karena menang dia hanya menganggap dokter Ilham seperti Kaka nya sendiri. Walaupun tidak begitu dengan dokter Ilham yang ingin mempunyai hubungan lebih dari teman dengan Ana.
Selesai Acara Ana dan dokter ilham ngobrol berdua.
" Apa kamu tidak ingin menjalin hubungan dengan laki-laki lain, maksud ku lebih dari teman. "
" Tidak... aku lebih nyaman seperti ini. mencari kebahagiaan bersama N saja. "
__ADS_1
" Iya aku tahu, tapi apa kamu tidak memikirkan N. "
" kenapa dengan N ? "
" Bukankah suatu hari dia akan menanyakan tentang Ayahnya? "
" Aku akan Menjelaskan padanya suatu saat nanti saat mungkin ayahnya akan datang dan ... "
" Apa kamu masih mengharapkan nya? sudah lebih dari satu tahun dia tidak menghubungi mu atau memberimu kabar. Apa kau masih mengharapkan dia? "
" Ana... sadarlah. jika dia memang benar benar mencintai mu, dia pasti akan menghubungi mu. Dia tidak akan membiarkan mu hidup menderita sendirian. "
" Dia tidak tahu kalau aku Hamil saat dia pergi dari sini. Sudahlah aku tidak mau lagi membahas tentang itu dok. "
" Ana... sudah berapa kali ku bilang panggil Aku Ilham saja jika kita tidak berada di rumah sakit. "
" Aku tidak bisa dok... "
__ADS_1
" Aku fikir kita sudah berteman baik. ternyata... aku salah " berdiri melihat matahari yang hampir tenggelam di ujung langit yang memancarkan pesona yang indah
" Karena aku melihat dokter tidak tulus dalam berteman dengan ku. aku tahu ada maksud tertentu dokter mendekati ku selama ini "
Sontak dokter Ilham kaget mendengar jawaban Ana. Dia pun gelagapan harus menjawab apa.
" Ya memang aku ada maksud lain selain ingin jadi teman mu. Aku juga ingin menjadi orang yang selalu ada untukmu, orang yang mampu menghapus segala sedihmu. Orang yang akan selalu kau rindukan dan selalu tersimpan di hatimu meski kau jauh dariku. Juga Membuatmu dan baby N tersenyum dan bahagia selamanya " Berjongkok sambil memegang tangan Ana
" Dok... Maafkan Aku. Aku tidak bisa menerima semua itu. Itu berlalu berlebihan untuk seorang teman. "
" Aku ingin lebih dari teman Ana... Apa kau tidak menyadari tentang perasaan ku untuk mu? "
" Maaf dokter aku tak bisa " Beranjak dari tepat duduknya dan ingin pergi meninggalkan dokter Ilham namun tangan Ana di pegang dokter ilham sehingga dia tidak bisa pergi.
" Aku akan menunggu mu sampai kapanpun. Sampai kau mau membuka hatimu untuk ku. "
Ana segera melepaskan tangan nya dari pegangan dokter Ilham dan masuk ke dalam rumah bergabung dengan ibu dan Ayahnya.
__ADS_1