Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 83 Will you marry me


__ADS_3

Seminggu kemudian... Aisyah nampak lebih baik meskipun masih terlihat murung. Evan berniat untuk mengunjungi N anaknya. Dia pun meminta izin pada Aisyah


" Bolehkan aku ke kota B untuk bertemu anakku? "


" Pergilah... "


" Kau tidak apa apa aku tinggal sendiri? "


" Bukankah setiap kau menemuinya aku selalu sendiri? "


" Baiklah... Terimakasih. Aku mungkin langsung ke sana sepulang dari kantor. Jadi jangan tunggu aku pulang. "


" ya... " Berlalu pergi membereskan sisa sarapan mereka


Evan merasa aneh dengan sikap Aisyah. Namun dia memilih mengabaikan nya.


Evan tak sabar untuk menemui Ana, dia memesan bunga paling indah untuk Ana dan boneka paling cantik untuk N. Sampai di rumah Ana sekitar jam 20:00 ternyata N sudah tidur. Evan pun memberikan bunga yang di bawanya untuk Ana, namun Ana menolaknya. Saat itu Evan berlutut dan memberikan sebuah cincin untuk Ana sambil berkata " Will You marry me? "


Ana malah melempar cincin itu sehingga membuat Evan marah...


" Kenapa kamu Ana? Apa kamu tidak ingin menikah dengan ku? "


" Keinginan ku untuk menikah denganmu sudah hilang bersama kenangan mu yang telah ku buang. "


" Apa maksudmu Ana? "

__ADS_1


" Aku tidak akan pernah mau menikah denganmu. Di mana hatimu Evan, bagaimana perasaan istrimu jika tahu kau ingin menikahi ku? Kau bukan Evan yang ku kenal dulu... Dirimu yang sekarang sangatlah egois "


" Bagaimana jika aku katakan bahwa istriku mengizinkan ku untuk menjadikanmu istri ke dua ku? "


" Aku tidak percaya ... semua wanita tidak akan pernah mau di madu. "


" Aisyah bukan seperti itu, Dia wanita yang mengerti tentang kebahagiaan suaminya. Karena itu dia menginginkan kita menikah. Agar aku bisa bahagia. Karena bahagiaku bersama mu bukan bersama Aisyah. "


" Cukup Evan... sudah cukup kau membual. N sudah tidur... jadi ku mohon pergilah dari rumahku. pergi...! "


" kalau kau masih belum percaya...aku akan menunggumu sampai kau percaya padaku dan mau menjadi istriku "


" pergi... aku bilang pergi dari sini...! Apa perlu aku berteriak...agar semua orang datang ke sini "


" Kenapa kau sangat marah sayang... oke... aku akan pergi. tapi... besok aku akan kembali lagi untuk N "


****


" Sabar sayang... suatu hari nanti kamu akan jadi milik ku. aku hanya perlu bersabar saja. "


ucap Evan lirih pada dirinya sendiri sambil membayangkan wajah Ana


Ke esokan harinya Evan menuju rumah Ana dan mengajak N jalan Jalan. Namun ternyata di sana ada Ayah Ana.


" Papa... " Teriak N bahagia saat melihat Evan

__ADS_1


Seketika Ridwan langsung menengok dan melihat Evan menantu pak Baskara.


Rasanya dia ingin meninju Evan karena sudah mempermainkan Aisyah. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa apa melihat kebahagian yang terpancar di wajah cucunya itu. Sejak lahir dia tidak dapat mendapatkan kasih sayang dari ayahnya dan kini dia bisa merasakannya. Ridwan tidak ingin merusak kebahagiaan N dengan menghajar Evan lagi.


" Ayah... jangan marah sama papa lagi ya? N yang meminta ayah untuk datang. " pinta N pada Ridwan kakeknya


" iya sayang... ayah tidak akan marah lagi. "


" Ayah... N boleh pergi bersama papa dan Mumu? "


" Mumu tidak bisa ikut N, kan ada ayah di sini, lalu yang masakin ayah siapa kalau Mumu ikut. "


" Kam ayah bisa beli di luar... "


" Ayah ingin makan masakan Mumu sayang "


" jadi N hanya pergi berdua dengan papa? "


" iya... nggak pa pa ya sayang. "


" yah... gimana kalau ayah ikut kita dengan Mumu, iya kan pa..."


" Ide bagus itu sayang.. " Evan menyetujui permintaan N


" Ayah tidak bisa ikut kalian... " Jawab Ridwan dengan jelas

__ADS_1


" Ya sudah... kita pergi berdua tidak apa apa ya cantik, kapan kapan kita pergi sama sama dengan ayah dan Mumu. "


N menganggukkan kepalanya


__ADS_2