
" Mumu... Mumu... Ayo cepat ... Ayah sudah menunggu di mobil. Panas... N nggak suka panas Mumu... Ayo kita pergi. " Rengek N sambil menunjuk Ilham yang menunggu di dekat mobil
" Iya... iya sayang. kita pergi sekarang ya ... " Dengan sisa tenaganya dia berbalik ke arah mobil Ilham dengan menggandeng N.
" Oh...iya Ana, jika kau sempat datanglah ke pesta pernikahan ku Minggu depan. " Sambil melihat Ana dan Ilham
Ana hanya diam saja tak mampu menjawab undangan Evan. Dia terus berjalan ke arah Ilham tanpa menengok kebelakang.
Sementara itu Evan melihat Ana dan Ilham yang telah membuka pintu mobil buat Ana dan N.
" Pasangan yang romantis dan bahagia. hmmm " sambil tersenyum sinis. Evan mengira Ilham adalah suami Ana
" jika kita sudah menikah nanti kita juga pasti akan menjadi pasangan yang paling romantis dan bahagia di dunia kan kak. "
" Tentu saja... "
" Kak... kakak serius kita akan menikah Minggu depan? besok kita kan baru tunangan? "
" Bukan kah perbuatan baik harus segera di laksanakan? buat apa kita menunda nya lagi? "
" Iya kak... lebih baik kita cepat menikah karena kalau tidak takut kakak berubah pikiran lagi. he...he... "
__ADS_1
" Nggak kog aku akan tetap menikahi mu. bukan kah dulu waktu kecil kita sudah berjanji akan menjadi suami istri? Sekarang tuhan telah mengabulkan nya "
" Iya kak... Tuhan mengabulkan doa ku dan ucapan kita saat masih kecil . Aku akan bicara sama umi dan Abi, bahwa kita ingin menikah Minggu depan "
" Iya... aku juga akan memberi tahu papa dan mama. sekarang kita pulang? "
" baiklah kak... Aisyah juga lelah seharian kita jalan jalan ke mall. "
*****
Di dalam mobil Ana hanya diam saja, sesekali dia mengusap air matanya yang hampir menetes. Ilham yang melihat Ana merasa heran karena tadi waktu di mall Ana baik baik saja, sekarang dia menjadi terlihat sangat sedih.
" Hai... ada apa? Cerita sama Abang. " Ilham menghampiri Ana yang tampak tidak bersemangat dengan liburan mereka kali ini
" Oh .. Abang. tidak ada apa apa kog. "
" Kenapa harus bohong padaku? Aku tahu kamu. Pasti kamu sedang ada masalah. "
" Aku hanya lelah bang..."
" Bukankah kita di sini ingin happy happy... Kenapa kamu murung "
__ADS_1
" Entah lah bang... "
" Ada apa... cerita sama Abang. Bukankah Abang selalu ada untukmu. "
" Seperti nya penantian ku selama ini sia sia. "
" Kenapa? Apa yang sia sia ? "
" Orang yang aku tunggu,orang yang aku nanti, orang yang berjanji akan melamar ku 7 tahun yang lalu, ternyata itu cuma janji palsu... Aku terlalu mudah percaya dan menyia-nyiakan hidupku selama 7 tahun untuk menanti orang seperti itu. orang yang dengan mudahnya melupakan janjinya sendiri. "
" Ya begitulah kenyataan, tidak seperti yang kita bayangkan. Buat apa selama 7 tahun kau menunggu orang yang tidak pasti, sementara orang yang pasti mencintai mu setulus hati dan tidak akan berpaling darimu ada di sisimu? "
" Maafkan aku bang... "
" Aku tahu Ana, cinta tidak bisa di paksakan. Aku tidak mau memaksa mu untuk mencintai ku. Tapi aku hanya minta kepadamu, bukalah sedikit hatimu agar kamu bisa mencintai ku meski hanya sedikit saja "
" Aku tidak bisa bang... Maafkan Aku "
" Jika kau tidak mau berusaha membuka hatimu untuk orang lain, selama nya kau akan tetap mencintai dia dan kau tidak akan bisa mencintai orang lain. Cobalah untuk membuka hatimu... jangan kau sakiti hatimu dengan terus mencintai dia yang telah menghancurkan mu " Berdiri meninggal Ana sendiri dan memilih bergabung dengan N dan Ridwan.
Melihat kesedihan di mata Ana, Ilham merasa sangat bersedih. Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghibur Ana yang sedang latah hati
__ADS_1