
Setelah sampai di rumah Abah dan umi, Aisyah menyuruh suaminya beristirahat di dalam kamar. Saat ingin masuk kamar mereka berdua berpapasan dengan pak Ridwan. Evan pun tersenyum ramah pada pak Ridwan, namun pak Ridwan malah mengacuhkan senyuman nya itu. Aisyah merasa aneh, jika memang pak Ridwan yang menyelamatkan suaminya, pasti dia akan bertanya tentang kondisi suaminya saat bertemu. Namun ini pak Ridwan seperti sangat membenci Evan. padahal pak Ridwan orang nya sangat ramah kepada siapa saja.
" Pak Ridwan... "
" Iya non... ada apa? "
" Terimakasih karena sudah menyelamatkan suami ku. jika tidak ada bapak, mungkin suamiku tidak bisa seperti ini sekarang. sekali lagi terimakasih ya pak. dan maafkan suamiku jika dia sangat merepotkan bapak. "
" iya non... saya permisi dulu. "
" Baik pak... terimakasih ya pak. "
__ADS_1
Ridwan Berlalu begitu tanpa menjawab lagi ucapan Aisyah. Ridwan merasa bingung drama apa lagi yang sedang Evan rencana kan ini.
Setiap hari Ridwan selalu bertemu dengan Evan membuatnya semakin membenci suami Aisyah. Pak Bhaskara pun merasa aneh dengan sikap pak Ridwan saat bertemu Evan.
Karena sudah absen dari kantor seminggu Evan memutuskan untuk balik ke kota. Namun pak Baskhara tidak mengizinkan Evan menyetir sendiri, dia menyuruh Ridwan untuk mengantarkan nya.
Sesampainya di kota sudah larut malam. Aisyah meminta pak Ridwan untuk menginap di rumahnya. Sebenarnya Ridwan tidak mau tapi karena rengekan Aisyah akhirnya Ridwan menginap di rumah Evan. Memang Ridwan sudah menganggap Aisyah seperti anaknya sendiri. Kasih sayangnya kepada Aisyah seperti kasih sayangnya pada Ana. karena memang 7 tahun ini hidupnya di habiskan di rumah pak Bhaskara saat Aisyah kelas 2 SMP Ridwan mulai bekerja di rumahnya sebagi supir keluarga Aisyah. keluarga Aisyah yang ramah dan baik hati sudah menganggap Ridwan seperti keluarganya sendiri.
" Assalamualaikum pak, bapak belum tidur? "
" waalaikum salam "
__ADS_1
" Pak... maaf kan saya... saya tidak bermaksud... "
" Cukup... saya tidak ingin mendengar Anda bicara lagi. " Lalu menarik selimut dan pura pura tidur
" Maafkan saya pak. Saya dan Ana saling mencintai. seandainya dulu saya tahu Ana hamil, saya tidak akan pergi meninggalkan nya. saya berjanji akan melamarnya 7 tahun lagi saat saya kembali ke Indonesia. Tapi satu tahun saya mencari Ana, saya tidak menemukan nya dan keluarga saya menjodohkan saya dengan Aisyah. Karena mereka tahu aku tidak bisa menemukan kekasihku yg dulu yaitu Ana. Saat kami akan bertunangan saya ketemu Ana, dia membawa anaknya. saya tidak tahu sama sekali bahwa itu anak saya. Andai saya tahu saya akan langsung menikahinya pak. Karena saya merasa di khianati Ana akhirnya saya menyetujui pertunangan dengan Aisyah. Dan mempercepat pernikahan kami. itulah yang sebenarnya. Terserah bapak mau percaya atau tidak tapi saya sudah bicara jujur pada bapak. Maafkan saya pak... mungkin karena saya hidup keluarga bapak hancur. bapak kehilangan istri bapak. "
Mendengar penuturan Evan, kebencian Ridwan kepada Evan semakin besar.
" ***Jika memang benar benar mencintai Ana, dia tidak akan mengambil keputusan secepat itu untuk menikahi Aisyah. dia pasti akan menyelidiki kebenaran tentang Ana. "
" itu hanya pembelaan nya karena dia tidak mau di salahkan dan menyalahkan anak saya. cih... laki laki seperti itu kenapa harus jadi ayah kandung cucu ku. Malang benar nasibmu cucuku*** "
__ADS_1
Sesudah sholat subuh Ridwan berpamitan kepada Aisyah untuk kembali ke kota B, meskipun Aisyah menginginkan Ridwan untuk sarapan bersama tapi Ridwan menolaknya karena dia tidak mau bertemu dengan Evan lagi.