Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 87 Cinta tak bersyarat


__ADS_3

Ana segera menghampiri Evan dan berkata


" Apa yang kau katakan kepada ayahku sehingga dia menyuruh ku menikah denganmu? "


" Denganku...? " jawab Evan sedikit bingung


" iya... ini kah caramu agar bisa mendapatkan ku? Aku tidak menyangka kamu bisa berbuat seperti ini Evan "


" Ana tenangkan dirimu..." Ilham memegang pundak Ana


" Tapi bang... " Ana menangis di pelukan Ilham


" Sudahlah... Aku tidak apa apa... Menikah lah dengan Evan jika memang itu keinginan Ayah untuk yang terakhir kalinya. "


" Apa maksud Abang? "


" Aku tahu kau tidak bisa memenuhi keinginan ayah karena aku. "


" Abang .. kenapa Abang berkata seperti itu? "

__ADS_1


" Asal kau bahagia, aku akan bahagia melihat mu bahagia. Bukan kah cinta tak harus memiliki? melihat mu bahagia itu sudah cukup bagiku. "


" Aku tidak akan bahagia Abang, Apa Abang tahu jika dia sudah punya istri? "


" Tapi istriku sudah mengizinkan ku untuk menikahi mu Ana.. " timpal Evan


Ilham hendak pergi namun tangannya di pegang Ana


Melihat kejadian itu Evan merasa cemburu dan meminta Ilham untuk menjadi saksi di pernikahan nya dengan Ana


" Oh ..iya dokter ilham... apakah kamu bisa menjadi saksi di pernikahan kami? " Tanya Evan kepada Ilham sambil tersenyum penuh kemenangan


" Baiklah... Aku akan di sini sebagai saksi untuk pernikahan kalian " jawab Ilham mantap


" Ingat... jika aku tahu Ana tak bahagia bersama mu, bersiaplah untuk kehilangan dia. Aku akan merebutnya kembali dari mu " Ilham berbisik ke telinga Evan namun Evan hanya tersenyum kecut mendengar ancaman Ilham


Setelah semuanya siap, Evan mempersilahkan penghulu untuk memulai acara pernikahan siri nya.


" Saya terima nikah dan kawin nya Setyana Putri Ridwan binti Ridwan dengan maskawin uang tunai 700.000 di bayar tunai. "

__ADS_1


" sah... ? " tanya penghulu kepada para saksi


" sah... " jawapan Para saksi yang terdiri dari Ilham dan 2 dokter yang ada di sana menyatakan sah


Ana tampak bersedih di hari pernikahan nya. Sesekali dia mengusap air matanya sambil melihat ayahnya yang terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit.


Dokter bilang, harapan hidup ayah nya sudah tidak ada, jika peralatan di copot ayahnya akan bisa pergi dengan tenang.


Karena bujukan Ilham dan Evan, Akhirnya Ana mengiklaskan peralatan yang menempel di tubuh ayahnya di copot, agar ayahnya bisa pergi dengan tenang


Malam itu seharusnya menjadi malam yang sangat bahagia bagi Ana. karena malam itu malam yang dia nantikan selama 7 tahun lebih namun semua itu tidak seperti bayangan nya.


Setelah melangsungkan ijab qobul, sekarang Ana telah resmi menjadi istri Evandra Mahameru. Tepatnya menjadi istri siri dan istri ke 2 Evan.


Karena sudah selesai semuanya, Ilham berpamitan kepada Ana dan berpesan untuknya


" Jika tak kau temukan kebahagiaan bersama Evan, kembalilah padaku... karena aku akan selalu setia di sini menantimu. Kau tahu cintaku tulus untukmu, Aku akan menerima mu tanpa syarat apapun jika kau ingin kembali padaku. Karena cintaku untukmu tak bersyarat. Namun Aku berharap kau bisa bahagia bersama Evan. Agar aku tidak menantimu lagi. Aku sudah lelah menantimu " Sambil tersenyum dan mengusap air mata yang hampir saja jatuh dari mata Ana.


" Abang... jangan pergi.. ku mohon ... ! "

__ADS_1


" Tidak Ana... sekarang sudah ada suamimu yang akan menjagamu. Aku harus pergi " Tanpa menoleh Ilham bergegas pergi meninggalkan Ana yang telah meratapi kepergian ayahnya dan juga Ilham orang yang selalu ada untuknya.


__ADS_2