Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 49 Pudar


__ADS_3

Setelah bubur sudah siap. Ana buru buru membawa nya ke ruang tamu tapi dokter Ilham tidak ada. Ana pun mencari cari dokter ilham ternyata dia ada di kamarnya sedang tidur.


" Dokter...dokter Ilham... bangun. "


" Emmmm... iya Ana. "


" Makan dulu. buburnya sudah makan. "


" Iya taruh sana. nanti aku makan. "


" Nggak bisa dok. harus sekarang makannya mumpung masih panas. Oh...ya di mana kotak obat dokter? "


" itu di sana... "


" ok... "


" Sekarang dokter makan dulu, setelah makan minum obat. "


" Rasanya pait An, Aku nggak mau. Tapi kalau di suapin kamu, pait juga pasti aku makan "


" Sekarang bukan waktunya bercanda. Ayo makan.. "


Dokter Ilham tetap tidak mau, akhirnya terpaksa Ana menyuapi dokter ilham. Dan memberi nya obat. Setelah itu Ana izin pulang meski dia khawatir dengan keadaan dokter Ilham yang di tinggal sendirian dalam keadaan sakit namun dia harus tetap pulang Ada baby N yang menunggunya.


Ana mulai goyah dengan hatinya. kenapa dia begitu khawatir dengan keadaan dokter ilham. Apa mungkin rasa cintanya untuk Evan telah pudar seiring berjalannya waktu dan kebersamaan nya dengan dokter Ilham Membuatnya memiliki sedikit rasa untuk dokter Ilham.


Namun Ana segera menepis semua rasa itu. Dia yakin perasaan itu hanya sekejap saja hadir karena perhatian dan kebersamaan mereka. Dia tidak mau menghianati Evan. Ana yakin Evan di sana juga akan setia padanya.

__ADS_1


Dia akan menunggu Evan, tinggal 5 tahun setengah lagi dia yakin Evan akan datang melamar nya.


Sampai di rumah sudah jam 20:00 ibu Ana pun menanyakan hal itu kenapa dia pulang terlambat. Lalu dia menceritakan tentang keadaan dokter ilham yang sedang sakit. Astri ikut khawatir mendengar keadaan dokter Ilham. Ana segera menghampiri baby N yang sudah tertidur pulas sambil mengecup keningnya.


" Apa N tadi rewel ibu? "


" Biasalah kalau mau tidur dia pasti cari kamu. "


" Maaf ya ibu Ana Selalu merepotkan ayah dan ibu "


" Tidak sayang... sudahlah. cepat mandi terus makan dan tidur. Besok kamu masuk sekolah kan? "


" Iya ibu... baiklah aku akan mandi dulu "


Pulang sekolah Ana langsung menuju ke rumah sakit untuk bekerja. Dia melihat dokter ilham sudah masuk kerja. Dia pun tersenyum lega...


" Terimakasih kasih ya... " dokter Ilham mendekat ke Ana saat dia sedang memesan makanan.


" Untuk kemarin... semuanya. "


" Aku tidak berbuat apa apa. "


" ya... pokoknya terimakasih untuk kemarin "


" Hai... Ilham, kamu mau pesen apa mau ngobrol dengan Ana. lama banget " seru dokter Iwan membuat Ana dan dokter ilham malu


" Iya bentar. "

__ADS_1


Semua orang di rumah sakit itu tahu kalau dokter Ilham sedang mendekati Ana karena itu banyak suster wanita yang tidak suka dengan Ana karena mereka cemburu, Dokter Ilham memberi perhatian lebih untuk Ana.


Dokter ilham sudah menunggu Ana di parkiran karena hari ini Ana pulang malam jadi dokter Ilham akan mengantarnya pulang.


Melihat Ana keluar dari rumah sakit dokter Ilham melambaikan tangannya ke arah Ana. Ana pun tersenyum kecil dan menghampiri dokter Ilham.


" Sudah lama dok... "


" Belum... baru saja. "


" Kita pulang sekarang? "


" Iya dok..."


" Oke... "


Di dalam mobil Dokter Ilham kembali mengucapkan terimakasih kepada Ana karena sudah merawat nya kematian waktu dia sakit.


" Oh... iya Ana kemarin kamu ke rumah ku ada apa? Dan telpon sampai beberapa kali ? "


" Emmm... enggak cuma mau berbagi kebahagiaan saja. "


" Kebahagiaan apa...? " menatap Ana dengan heran


" dokter tahu nggak... kemarin waktu dokter pulang N bisa ngomong da...da Om " Sambil tersenyum lebar Ana menceritakan hal itu pada dokter Ilham. terlihat jelas kebahagiaan nya


" Benarkah... kemajuan N sudah pesat. Aku ikut bahagia untukmu. "

__ADS_1


" Bayangkan kata pertama yang N ucapkan adalah Da da Om, Aku iri sama dokter. Seharusnya kata pertama yang terucap kan Mumu gitu kenapa malah da da om. " sambil Cemberut


" Tandanya N sayang sama aku. " Tersenyum sambil mengelus rambut Ana


__ADS_2