
" iya..." sambil memandangi baby N dengan senyum bahagia
" Oh... ya saya sudah tidak tinggal di rumah yang dulu. Ini alamat rumah saya yang baru. " menyerahkan hp nya untuk menunjukkan arah rumah
" oh... iya. ini lebih Deket dari rumah sakit ya dari pada rumahmu yang dulu. "
" iya dok. "
" hmmm...tidak bisa berlama lama dong dengan nya " batin Ilham
10 menit kemudian
" itu rumah saya dok. Rumah warna hijau yg nomer 2 dari sini "
" oh...ya. cepet banget ya sampainya. " sambil tersenyum kecewa
" iya... makasih ya dok. saya turun dulu "
" Iya... "
Dokter ilham tidak langsung pulang dia berharap Ana akan menyuruhnya mampir sebentar untuk sekedar menawari teh atau kopi.
__ADS_1
Ana yang tidak tahu kenapa dokter ilham tidak segera pergi merasa bingung. lalu dia melambaikan tangannya pertanda agar dokter ilham segera pergi. menyadari itu dokter ilham segera menghidupkan mobilnya. Tapi sebelum dia pergi ibu Ana keluar lalu menyapanya
" Dokter ilham... lho... kog nggak mampir dulu nak. minum teh dulu atau kopi " sapanya ramah
Ana melotot ke arah ibunya memberi sinyal bahwa dia tidak suka kalau dokter ilham di ajak mampir ke rumah.
" Iya ibu... terimakasih. Lain kali saja ya Bu. ini sudah waktunya saya harus kembali ke rumah sakit "
" Oh... gimana kalau besok malam nak Ilham ke sini. kita makan malam bareng. ibu akan masak yang enak enak buat dokter ilham yang sudah banyak menolong kami waktu itu " Ibu ana semakin gencar melancarkan aksinya untuk mendekatkan mereka
" ibu... dokter ilham sibuk. Jadi ibu tidak usah memberinya beban dengan mengajak makan malam dengan kita " sambil menyenggol lengan ibunya
" Sepertinya besok saya bisa datang ke sini untuk makan malam dengan Ibu. " jawabnya yakin
" Benarkah nak... ya sudah saya tunggu besok malam ya? " Tersenyum penuh kemenangan dengan keputusan dokter ilham
" iya Bu. insyaallah saya akan datang. " sesaat setelah itu dokter ilham melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Ilham segera menuju ke kantin dan dia melihat dokter Iwan sedang makan sendirian.
" Emmm... makasih ya dok tadi sudah membantuku " ucapan dokter ilham membuat dokter Iwan kaget
__ADS_1
" Makasih buat apa dok? " menghentikan makan nya
" Buat yang tadi..." dokter ilham mulai duduk di depan dokter Iwan dan tersenyum
" Oh... yang tadi ya. aku tidak bermaksud membantumu, tapi aku kasian sama baby N jika harus di ajak naik angkot kondisinya masih belum baik baik saja "
" kenapa baby N ? " raut wajah dokter ilham menjadi serius mendengar kesehatan baby N yang belum sepenuhnya membaik
" Hmmm.... sampai sekarang baby N masih belum bisa merespon cahaya yang terang padahal usianya sudah 10 Minggu "
" Apakah ada kelainan pada matanya? " tanya dokter ilham dengan khawatir
" sepertinya begitu. saya masih memeriksa nya. 2 Minggu lagi saya meminta Ana untuk datang kembali "
" Emmm... " dokter ilham terdiam dan memikirkan sesuatu
" Apa kamu benar benar menyukai nya? " Tanya dokter Iwan serius pada dokter ilham
Tapi dokter ilham tidak menjawab apa pun dia hanya diam saja
" Ayolah...cerita padaku. kita ini teman dekat dari SMA. Apa kau masih belum bisa move on dari Ayunda? banyak wanita yang mendekati mu tapi kau tak pernah merespon nya. Lihat lah Ayu sepertinya dia menyukaimu tapi kau malah mengabaikannya. Majulah dan kejar kebahagiaan mu. Ayunda pasti tidak suka kalau kamu terus seperti ini. di sana dia pasti juga menginginkan kamu melanjutkan hidupmu dan bahagia. seperti dia di sana pasti sudah bahagia "
__ADS_1