Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 76 panik


__ADS_3

Evan pun menengok kebelakang dan kaget melihat orang yang berbicara dengan lantang itu.


" Evan... "


" pak Ridwan... "


Mereka bersamaan memanggil namanya masing masing.


Ana di buat semakin terkejut mengetahui bahwa Ayahnya mengenal Evan. Orang yang telah menghamilinya 7 tahun yang lalu.


" Ayah... " Ana memanggil ayahnya


" Jadi kamu yang membuat hidup putriku menjadi menderita? " Sambil meninju muka ganteng Evan


" Auh... " Evan hanya meringis kesakitan mendapatkan beberapa bogem dari ayah Ana


" Ayah... cukup. Ayah... hentikan. "


" Ayah tidak akan berhenti sebelum muka bajingan ini hancur. modal tampan dan kekayaan bisa bisa nya kau hancurkan keluarga ku. Karena kamu istriku meninggal, karena kamu anak laki laki ku meninggalkan aku dan memilih untuk bersama orang lain. dan karena kamu mertuaku meninggal... Dasar bang**t... kau membuat keluarga ku hancur. ini untuk istriku. bugg..."


" Ayah... cukup ayah. Semua ini sudah menjadi takdir tuhan. Sadar... ayah. sudah cukup. "

__ADS_1


" ayah... jangan ayah... om ganteng sangat baik orangnya , kenapa ayah memukul nya. memangnya apa salah om ganteng? "


" N... " Ana buru buru menutup mata N


" Ayah... cukup. jangan sampai N trauma karena tingkah Ayah yang memukul seseorang di depan N "


Mendengar perkataan Ana, Ridwan menghentikan pukulan nya dan terduduk di depan Evan. Sementara Evan telah babak belur di hajar ayah Ana.


Ana segera melarikan Evan ke rumah sakit tempat Ilham bekerja.


Ana begitu panik dan khawatir melihat keadaan Evan. Ilham yang melihat Ekspresi Ana yang begitu menghawatirkan Evan menjadi sangat sedih. Dia tahu Ana masih mencintai Evan


" sabar nak... " sambil menepuk pundak Ilham.


" iya... Ayah. Aku akan terus berjuang mendapatkan Ana dan menyingkirkan lelaki itu dari hati Ana. "


" Ayah akan selalu mendukung mu nak. "


Melihat Evan, Ilham baru sadar bahwa Evan adalah suami Aisyah. Dia jadi merasa kasian sama Aisyah, sahabat yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


Semalaman Ana menunggu i Evan di rumah sakit. Dia sangat cemas karena sudah beberapa jam Evan masih belum sadar juga. Tidak ada keluarga nya yang datang karena Ana juga tidak tahu harus menghubungi siapa. Terpaksa dia yang menemani Evan selama belum sadarkan diri. Karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, Tanpa sadar Ana tertidur di samping Evan.

__ADS_1


Sementara di rumah Aisyah merasa cemas karena handphone Evan tidak aktif. Dia tidak tahu lagi harus menghubungi siapa, kare a pihak kantor pun tidak tahu Evan ada di mana.


Di tengah malam Aisyah mengadu pada sang pemilik kehidupan, memohon kepadanya agar suaminya selalu dalam lindungannya, di hindarkan dari bahaya. di selamatkan dari mara bahaya... Dia hanya mampu mengadu akan segala resah dan gelisah yang dia rasakan. Sesungguhnya semua ini sudah menjadi takdir yang harus dia lalui.


Tiba tiba handphone Aisyah berbunyi. Ternyata itu telepon dari Ilham


" Halo... bang Ilham... ada apa? tumben malam-malam telepon? "


" apa suamimu ada di rumah? "


" Tidak... kenapa bang? "


" suamimu sedang berada di rumah sakit ku, bisakah kamu ke sini besok pagi? "


" mas Evan di rumah sakit? apa yang terjadi pada suamiku bang. "


" Dia baik baik saja. datanglah besok. kamu masih ingat aku kerja di mana kan? "


" iya bang. "


" Sudah... cepat tidur, dan pagi pagi kami harus segera ke sini. jangan cemaskan suamimu. dia baik baik saja. "

__ADS_1


" Baik bang... terimakasih atas informasinya. "


__ADS_2